Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel

Dythia Novianty, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:51 WIB
Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel
Ilustrasi ekplositasi alam untuk penambangan nikel di Raja Ampat. [Tangkapan layar akun IG Greenpeaceid]
baca 10 detik
  • Greenpeace Indonesia menyatakan Raja Ampat belum aman karena tiga perusahaan nikel berupaya beroperasi di Pulau Waigeo.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membantah dan menegaskan hanya PT Gag Nikel yang beroperasi secara legal di Raja Ampat.
  • Audit lingkungan menemukan 24 masalah teknis pada PT Gag Nikel, memicu desakan Greenpeace agar pemerintah bersikap tegas.

Suara.com - Greenpeace Indonesia merespons pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait keberadaan industri pertambangan di Raja Ampat, Papua Barat Daya. 

Greenpeace menegaskan bahwa wilayah Raja Ampat belum aman dari ancaman ekspansi tambang nikel dan industri ekstraktif lainnya.

Ketua Tim Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Arie Rompas, mengungkapkan bahwa hasil riset pihaknya menemukan bukti kuat mengenai tiga perusahaan nikel yang berupaya mengaktifkan kegiatan operasi di bagian timur Pulau Waigeo. 

"Bapak Menteri ESDM, bukannya kami mahatahu. Namun riset Greenpeace menemukan sejumlah bukti kuat bahwa Raja Ampat memang belum aman dari ancaman tambang nikel dan industri ekstraktif lainnya," kata Arie lewat keterangannya yang dikutip pada Rabu (5/8/2026). 

Ia menjelaskan bahwa dua dari tiga perusahaan tersebut bahkan menggugat Kementerian ESDM ke pengadilan untuk bisa kembali melakukan aktivitas pertambangan. 

"Ada tiga perusahaan yang sedang berusaha untuk bisa beroperasi di bagian timur Pulau Waigeo. Dua perusahaan di antaranya berupaya dengan cara menggugat ke pengadilan melawan Kementerian ESDM dan menang," bebernya. 

Arie menilai, manuver perusahaan nikel tersebut dapat terjadi karena Kementerian ESDM masih menetapkan Raja Ampat sebagai wilayah pertambangan.

"Kementerian ESDM seharusnya tidak lagi menjadikan wilayah Raja Ampat sebagai wilayah pertambangan. Apalagi Raja Ampat pada tahun lalu sudah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer UNESCO, menambah status Global Geopark yang sudah disandang sebelumnya," tegasnya. 

Mengenai pernyataan Bahlil yang menyebut hanya PT Gag Nikel, anak perusahaan BUMN yang saat ini beroperasi di Raja Ampat, Greenpeace menyoroti sejumlah temuan audit lingkungan pada perusahaan tersebut.

baca juga

"Bagaimana komentar Menteri ESDM atas hasil audit lingkungan PT Gag Nikel yang dimandatkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup?" kata Arie. 

Berdasarkan salinan dokumen audit lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diperoleh Greenpeace, diidentifikasi sedikitnya 24 masalah teknis dan lingkungan pada operasional PT Gag Nikel.  

Beberapa di antaranya meliputi pengendalian sedimentasi dan erosi yang belum optimal, risiko pencemaran pesisir dan laut, kegagalan perlindungan keanekaragaman hayati, serta ancaman terhadap sumber daya air di pulau kecil.

Greenpeace mempertanyakan sikap Kementerian ESDM yang sebelumnya pada Juni 2025 menyatakan tidak menemukan bukti pelanggaran lingkungan oleh PT Gag Nikel, namun belum memberikan tanggapan publik setelah hasil audit lingkungan tersebut keluar.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Anggi Putra Prayoga, menambahkan bahwa pemerintah terindikasi tidak tegas terhadap PT Gag Nikel dibanding empat perusahaan lain yang izinnya langsung dicabut tahun lalu.

Ia menegaskan, kawasan Raja Ampat seharusnya terlindungi sepenuhnya dari seluruh aktivitas tambang, termasuk yang dilakukan oleh anak perusahaan BUMN.

Selain itu, Greenpeace mendesak pemerintah untuk mempublikasikan hasil evaluasi pemulihan lingkungan di pulau-pulau yang terdampak bekas penambangan nikel di Pulau Manuran dan Pulau Kawe. 

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (4/8/2026). [Suara.com/Yaumal]
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (4/8/2026). [Suara.com/Yaumal]

"Kami mendesak pemerintah Indonesia mempublikasikan hasil penilaian terhadap upaya pemulihan yang dilakukan oleh semua perusahaan di Raja Ampat dan menegakkan peraturan pemulihan secara ketat," tegas Anggi. 

Sebelumnya, Bahlil membantah laporan Greenpeace mengenai potensi reaktivasi izin tambang nikel oleh tiga perusahaan di Pulau Waigeo.  

Bahlil menegaskan bahwa saat ini hanya ada satu perusahaan tambang yang beroperasi secara legal di kawasan Raja Ampat, yakni PT Gag Nikel.

"Tanyakan kepada yang memberikan informasi. Saya kan sudah bilang, kalau di Raja Ampat itu izin yang masih beroperasi tinggal punya BUMN, PT Gag Nikel. Itu kan barang dari sebelum saya lahir juga sudah ada," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (4/8/2026).

Bahlil memastikan pemerintah telah mencabut perizinan pertambangan milik perusahaan lain di kawasan tersebut sehingga tidak ada aktivitas tambang selain yang dijalankan oleh PT Gag. 

"Yang lainnya kan kita sudah cabut," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Buka Keran Produksi Batu Bara, Prioritaskan Pasokan PLN dan Industri Dalam Negeri

Bahlil Buka Keran Produksi Batu Bara, Prioritaskan Pasokan PLN dan Industri Dalam Negeri

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:36 WIB

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 19:20 WIB

Mulai 2027 Bensin Wajib Dicampur Etanol, Demi Kurangi Impor BBM

Mulai 2027 Bensin Wajib Dicampur Etanol, Demi Kurangi Impor BBM

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:17 WIB

Proyek Hidrogen Dimulai Meski Harga Masih Mahal

Proyek Hidrogen Dimulai Meski Harga Masih Mahal

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:08 WIB

Enggak Cuma Senjata dan Becak, Pindad Juga Akan Bikin Tabung Gas CNG

Enggak Cuma Senjata dan Becak, Pindad Juga Akan Bikin Tabung Gas CNG

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:49 WIB

Terkini

6 Cara Membersihkan Kipas Angin Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah Dilakukan Sendiri

6 Cara Membersihkan Kipas Angin Tanpa Dibongkar, Praktis dan Mudah Dilakukan Sendiri

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 09:40 WIB

Eropa di Ambang Perang? Negara-negara NATO Siaga Satu Hadapi Ancaman Rusia

Eropa di Ambang Perang? Negara-negara NATO Siaga Satu Hadapi Ancaman Rusia

News | Minggu, 20 September 2026 | 09:11 WIB

Stop Oversharing! Ini 7 Hal dalam Hidup yang Sebaiknya Kamu Simpan Sendiri

Stop Oversharing! Ini 7 Hal dalam Hidup yang Sebaiknya Kamu Simpan Sendiri

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 09:10 WIB

16 Kode Redeem FF 20 September 2026: Klaim Skin dan Bundle Eksklusif Naruto Shippuden

16 Kode Redeem FF 20 September 2026: Klaim Skin dan Bundle Eksklusif Naruto Shippuden

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 09:04 WIB

Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan

Terjebak Karhutla, Induk dan Anak Orangutan Diselamatkan

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 09:00 WIB

Fesmed Selat Malaka 2026, Mengawal "Biaya Ekologis" di Tengah Gemerlap Investasi AI

Fesmed Selat Malaka 2026, Mengawal "Biaya Ekologis" di Tengah Gemerlap Investasi AI

Batam | Minggu, 20 September 2026 | 08:58 WIB

Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang

Penonton Yogyakarta Bergidik Ngeri Saksikan Memburu Pemangsa, Jump Scare Picu Suasana Tegang

Jogja | Minggu, 20 September 2026 | 08:30 WIB

Kehidupan Sebelumnya Anakku

Kehidupan Sebelumnya Anakku

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 08:28 WIB

Ramalan Zodiak 20-26 September 2026: Ini 5 Zodiak Paling Hoki Pekan Ini

Ramalan Zodiak 20-26 September 2026: Ini 5 Zodiak Paling Hoki Pekan Ini

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 08:22 WIB

Bedah Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Peluang Para Debutan

Bedah Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026: Badai Cedera dan Peluang Para Debutan

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 08:05 WIB

×