- Analis Kiwoom dan MNC Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak menguat terbatas pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026.
- Pelaku pasar mencermati sentimen domestik seperti data keyakinan konsumen, nilai tukar rupiah, serta laporan kinerja emiten kuartal II 2026.
- Sentimen global meliputi data inflasi Amerika Serikat, inflasi China, harga komoditas emas, dan perkembangan geopolitik Timur Tengah.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat terbatas pada perdagangan Senin (10/8/2026).
Pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen domestik dan global, mulai dari perkembangan nilai tukar rupiah, indeks keyakinan konsumen, hingga rilis data inflasi Amerika Serikat (AS).
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas dalam rentang level support 6.320 dan resistance 6.480.
"Dari sisi teknikal, indikator RSI bergerak naik mendekati area overbought, sejalan dengan MACD yang menunjukkan penguatan tren," ujar Oktavianus saat dihubungi Suara.com.
Menurut dia, salah satu sentimen yang akan menjadi perhatian investor adalah rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) periode Juli 2026.
Data tersebut diperkirakan berada di level 116, turun dari bulan sebelumnya sebesar 117,8.
Penurunan tersebut melanjutkan tren pelemahan indeks keyakinan konsumen sejak awal 2026. Pada Januari 2026, indeks masih berada di level 127.
"Hal ini cenderung menunjukkan kekhawatiran akan ekonomi saat ini, termasuk persepsi ketersediaan pekerjaan yang cenderung turun," kata Oktavianus.
Di sisi lain, penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp17.800 per dolar AS dinilai menjadi sentimen positif bagi pasar saham.
Optimisme juga ditopang oleh aliran dana asing yang tercatat masuk ke pasar saham pada awal pekan Agustus 2026 sebesar Rp494 miliar.
"Dari eksternal, pasar menantikan rilis data inflasi AS periode Juli 2026 yang diperkirakan tumbuh melambat sebesar 3,4 persen secara tahunan dari bulan sebelumnya 3,5 persen secara tahunan. Jika sesuai, kami melihat dampak yang lebih positif seiring dengan sikap The Fed yang dapat lebih dovish," jelasnya.
Sementara itu, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, juga melihat peluang IHSG untuk menguat secara terbatas pada perdagangan Senin.
"Untuk Senin, posisi pergerakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 6.385 dan resistance 6.420," katanya.
Herditya mengatakan, investor akan mencermati sejumlah sentimen eksternal dan domestik. Salah satunya adalah rilis data inflasi China yang diperkirakan relatif melandai.
Selain itu, penguatan harga komoditas emas juga menjadi perhatian investor. Pergerakan harga minyak dunia diperkirakan turut dipengaruhi oleh perkembangan kondisi geopolitik di Timur Tengah.
"Investor akan mencermati rilis data inflasi China yang diperkirakan akan relatif melandai, penguatan harga komoditas emas dan diperkirakan akan diikuti oleh minyak dunia terkait dengan kondisi geopolitik Timur Tengah," kata Herditya.
Investor juga akan mencermati laporan kinerja emiten untuk kuartal II 2026 serta pembagian dividen interim yang berpotensi memengaruhi pergerakan saham di pasar.
Untuk perdagangan hari ini, Herditya merekomendasikan investor mencermati sejumlah saham, yakni PT Bumigas Energi Tbk (BULL) pada rentang 494–520, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada level 194–210, serta PT Multipolar Tbk (MLPL) pada rentang 108–113.
Sementara itu, Oktavianus merekomendasikan beberapa saham pilihan berdasarkan analisis teknikal. Saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) direkomendasikan buy on break pada level 645, dengan support 605 dan resistance 685.
Untuk PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), investor dapat mempertimbangkan strategi trading buy, dengan support 2.090 dan resistance 2.400.
![IHSG melemah 254,36 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941,07 pada Rabu (3/6/2026). [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/03/93185-ihsg.jpg)
Adapun PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) masuk dalam rekomendasi speculative buy, dengan support 2.830 dan resistance 3.130.