Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif

Achmad Fauzi

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:48 WIB
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
Ilustrasi Eksplorasi Migas. (Antara).
baca 10 detik
  • Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno mendorong penguatan investasi hulu migas pada Senin, 24 Agustus 2026, untuk meningkatkan produksi nasional.
  • Pemerintah perlu memberikan kepastian hukum, konsistensi kebijakan, serta insentif fiskal guna menarik minat Kontraktor Kontrak Kerja Sama berinvestasi.
  • ReforMiner Institute menilai langkah eksplorasi laut dan efisiensi birokrasi proyek migas dapat mempercepat monetisasi serta produksi nasional.

Suara.com - Pemerintah didorong memperkuat iklim investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) agar kegiatan eksplorasi dapat semakin agresif dan produksi migas nasional meningkat.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Eddy Soeparno mengatakan peningkatan eksplorasi menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional.

Menurutnya, Indonesia perlu mempercepat pencarian cadangan baru sekaligus meningkatkan lifting migas agar ketergantungan terhadap impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) dapat ditekan.

"Ketahanan energi merupakan hal yang sangat penting, sehingga kita harus mempercepat, memperkuat eksplorasi untuk melakukan peningkatan dari lifting migas kita, agar kita bisa mengurangi impor minyak mentah dan BBM yang selama ini kita lakukan, termasuk juga memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri," ujarnya seperti dikutip, Senin (24/8/2026).

Pemerintah diminta mempercepat perluasan dan pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga (Jargas) perlu segera diwujudkan. (Foto Ist).
Ilustrasi Eksplorasi Migas. (Foto Ist).

Namun, untuk mendorong investasi dan eksplorasi hulu migas, pemerintah dinilai perlu memastikan iklim usaha yang sehat dan memberikan kepastian bagi para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Eddy mengatakan kolaborasi antara SKK Migas dan KKKS selama ini telah berjalan cukup baik. Meski begitu, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah, terutama dari sisi regulasi.

"Sejauh ini kolaborasi KKKS dengan SKK Migas sudah cukup bagus, tapi saya kira perlu ada perhatian terhadap masukan yang diberikan oleh asosiasi KKKS yang berada di bawah Indonesian Petroleum Association (IPA) yang menekankan pada 3 hal, yaitu penguatan terhadap kepastian hukum, konsistensi kebijakan, dan insentif fiskal," jelasnya.

Tiga Hal untuk Investor Migas

Tiga hal yang disoroti tersebut dinilai penting untuk meningkatkan minat investasi di sektor hulu migas.

baca juga

Pertama, kepastian hukum diperlukan agar investor memiliki kejelasan mengenai aturan dan risiko investasi dalam jangka panjang. Pasalnya, kegiatan eksplorasi migas membutuhkan modal besar dengan tingkat risiko yang juga tinggi.

Kedua, konsistensi kebijakan menjadi faktor penting bagi investor dalam menyusun perencanaan proyek. Perubahan kebijakan yang tidak konsisten dapat memengaruhi keekonomian proyek dan keputusan investasi.

Ketiga, insentif fiskal diperlukan untuk meningkatkan daya tarik proyek eksplorasi, terutama untuk wilayah dengan tingkat kesulitan dan risiko tinggi.

Selain penguatan iklim investasi, pemerintah juga perlu mempercepat proses pengembangan proyek migas agar penemuan cadangan dapat segera masuk ke tahap produksi.

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menilai langkah SKK Migas mengejar eksplorasi di wilayah laut serta melegalkan sumur rakyat merupakan strategi yang tepat.

Menurutnya, eksplorasi laut dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan cadangan energi dalam jangka panjang. Sementara itu, sumur rakyat dapat membantu mendukung target produksi nasional.

"Saya kira ini langkah strategis yang harus dilakukan dan ini sudah dilakukan oleh SKK Migas. Saya kira perlu kita apresiasi," katanya

Komaidi juga menyoroti pentingnya efisiensi birokrasi dalam mempercepat pengembangan proyek migas.

Ia mencontohkan proyek ENI North Ganal yang mampu bergerak dari penemuan eksplorasi menuju persetujuan Plan of Development (PoD) I hanya dalam waktu 10 bulan.

Menurutnya, percepatan tersebut perlu diterapkan pada proyek-proyek migas lainnya agar hasil eksplorasi dapat lebih cepat dimonetisasi.

"Ketika POD-nya bisa dipercepat, nanti masa monetisasi atau eksploitasi atau produksinya juga bisa dipercepat. Kalau itu bisa dipercepat, ya semuanya akan untung," pungkas Komaidi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Saham Ini Diramal Tahan Banting

IHSG Diproyeksi Menguat Terbatas, Saham Ini Diramal Tahan Banting

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 07:24 WIB

Analis Beri Kisi-kisi Saham yang Melonjak Setelah Batas Harga Minimum Rp1

Analis Beri Kisi-kisi Saham yang Melonjak Setelah Batas Harga Minimum Rp1

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Investor Asing Serok Saham Perbankan, BBRI Paling Banyak

Investor Asing Serok Saham Perbankan, BBRI Paling Banyak

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:32 WIB

Terkini

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Suahasil ke Pelaku Pasar: Kebijakan Purbaya Soal APBN Tetap Dilanjut

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:34 WIB

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:32 WIB

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Dunia Usaha Diminta Tak Anggap Lingkungan Sebagai Beban, tapi Investasi

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:31 WIB

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

Massa Geruduk Kejagung, Tuntut Transparansi Penegakan Hukum Tambang Batu Bara di Kaltim

News | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Yudo Sadewa usai Purbaya Dicopot: Gaji Menteri Kecil, Bawahan Korup

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:29 WIB

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Saham-saham Bank Langsung Moncer Setelah Purbaya Diganti

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 19:26 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:22 WIB

×