Mendag Bongkar Masalah Beras Fortifikasi: 93% Tak Lulus Uji Laboratorium

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:43 WIB
Mendag Bongkar Masalah Beras Fortifikasi: 93% Tak Lulus Uji Laboratorium
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan pihaknya bakal melakukan pengawasan untuk memastikan beras fortifikasi yang beredar sesuai dengan kandungan yang dicantumkan pada kemasan. Foto Antara.
baca 10 detik
  • 93% beras fortifikasi yang diuji tak memenuhi syarat klaim gizi.
  • Bapanas menemukan masalah klaim gizi, administrasi, hingga harga jual.
  • Mendag akan memperketat pengawasan dan membina pelaku usaha.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso angkat bicara soal beredarnya beras fortifikasi abal-abal di pasaran. Ia menyatakan pihaknya bakal melakukan pengawasan untuk memastikan beras fortifikasi yang beredar sesuai dengan kandungan yang dicantumkan pada kemasan.

Budi mengatakan pemerintah akan terus memantau peredaran beras fortifikasi, termasuk kesesuaian kandungan dengan informasi yang disampaikan produsen. Pengawasan juga dilakukan bersama dengan pembinaan kepada pelaku usaha.

"Ya kita, kita ikut monitor terus ya karena memang HET untuk beras kan di Bapanas ya. Tapi kita terus akan melakukan pengawasan ya terutama. Jadi kalau kalau fortifikasi ini jangan sampai beras yang beredar tidak sesuai dengan ingredient atau kandungan yang dia tulis di dalam packing-nya itu," ujar Budi di Jakarta, dikutip Jumat (28/8/2026).

Budi mengakui belum ada aturan yang memperketat peredaran beras fortifikasi tak sesuai keterangan isi kandungan. Karena itu, pihaknya akan melakukan pembinaan kepada para pedagang di pasar.

"Kita terus melakukan pengawasan dan pembinaan. Ya, jangan sampai itu menyalahi aturan, walaupun sampai sekarang memang belum ada aturan khusus, ya mungkin dari, dari Bapanas mungkin akan mengatur itu ya," ucapnya.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelumnya menemukan sejumlah ketidaksesuaian dalam peredaran beras fortifikasi di ritel modern. Temuan tersebut mencakup persoalan administrasi, klaim kandungan gizi, hingga harga jual yang disebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium.

Hingga awal Agustus 2026, Bapanas telah mengumpulkan 134 sampel dari 28 nama dagang yang berasal dari 11 perusahaan dan tercatat dalam Sistem Informasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (SIPSAT).

Dari hasil pengawasan terhadap produk tersebut, Bapanas menemukan 15 merek dagang dari 11 produsen yang diuji di laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan 93 persen produk tidak memenuhi syarat klaim sebagai beras fortifikasi maupun beras diperkaya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komoditas yang Diperdagangkan di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Ditetapkan OJK

Komoditas yang Diperdagangkan di Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Ditetapkan OJK

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:24 WIB

Awas Beredar Beras Fortifikasi Abal-abal, Klaim Ada Vitamin

Awas Beredar Beras Fortifikasi Abal-abal, Klaim Ada Vitamin

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Diserap untuk MBG, Harga Ayam Justru Meroket Jadi Rp38.000/kg

Diserap untuk MBG, Harga Ayam Justru Meroket Jadi Rp38.000/kg

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Serum PIH untuk Memudarkan Noda Hitam Bekas Jerawat Membandel

3 Rekomendasi Serum PIH untuk Memudarkan Noda Hitam Bekas Jerawat Membandel

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:44 WIB

Mendag Bongkar Masalah Beras Fortifikasi: 93% Tak Lulus Uji Laboratorium

Mendag Bongkar Masalah Beras Fortifikasi: 93% Tak Lulus Uji Laboratorium

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:43 WIB

Prabowo Terima Presiden Timor Leste di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Hadir

Prabowo Terima Presiden Timor Leste di Istana, 20 Peraih Nobel Ikut Hadir

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:39 WIB

Jalur Darat Terputus Total, Helikopter Jadi Tumpuan Evakuasi Korban Banjir Bandang Nepal

Jalur Darat Terputus Total, Helikopter Jadi Tumpuan Evakuasi Korban Banjir Bandang Nepal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:38 WIB

BEI Peringatkan Efek Karhutla: Pasokan Unit Karbon Bisa Menyusut

BEI Peringatkan Efek Karhutla: Pasokan Unit Karbon Bisa Menyusut

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:35 WIB

4 Rekomendasi Serum Azelaic Acid Lokal, Ampuh Cerahkan Kulit dan Hempas Jerawat

4 Rekomendasi Serum Azelaic Acid Lokal, Ampuh Cerahkan Kulit dan Hempas Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Perda Bakar Lahan Dicabut, Warga Adat Dayak Desak Prabowo Beri Solusi

Perda Bakar Lahan Dicabut, Warga Adat Dayak Desak Prabowo Beri Solusi

Video | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa KPK Terkait Skandal Pemerasan Izin WNA

Kepala Imigrasi Denpasar Diperiksa KPK Terkait Skandal Pemerasan Izin WNA

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Misterius, Seksi, dan Berbahaya: Pesona Patch dalam Hush, Hush

Misterius, Seksi, dan Berbahaya: Pesona Patch dalam Hush, Hush

Your Say | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Emiten Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kota AI untuk Kejar Investor

Emiten Bekasi Fajar (BEST) Siapkan Kota AI untuk Kejar Investor

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:25 WIB

×