- Pemerintah akan membahas skema bantuan rehabilitasi untuk Desa Adat Sade di Lombok Tengah yang terbakar.
- Menko Airlangga Hartarto menyatakan pemulihan kawasan wisata budaya tersebut tidak akan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat.
- Pembahasan bantuan rehabilitasi itu akan segera dilakukan bersama Kementerian Keuangan dan kementerian teknis terkait.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko), Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah akan membahas skema bantuan untuk merehabilitasi Desa Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terbakar pada Sabtu (22/8/2026) malam.
Airlangga memastikan, bantuan untuk pemulihan Desa Sade tidak akan menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemerintah akan mencari skema lain untuk mendukung proses rehabilitasi kawasan tersebut.
"Kalau rehabilitasi kan bukan KUR, ya. Rehabilitasi nanti kita carikan yang berbeda," kata Airlangga di Jakarta, dikutip Selasa (25/8/2026).
Airlangga mengatakan, pembahasan bantuan rehabilitasi akan melibatkan Kementerian Keuangan. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan kementerian teknis terkait kondisi Desa Sade setelah kebakaran.
"Iya, nanti akan dibahas dengan Menteri Keuangan," ujarnya.
Sebelumnya, Airlangga mengatakan pemerintah akan membahas kebutuhan rekonstruksi Desa Sade. Namun, dia menilai pembahasan tersebut masih terlalu dini karena kebakaran baru terjadi.
![Warga mengais puing sisa barang-barang mereka yang terbakar di Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Minggu (23/8/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/24/31939-kebakaran-desa-adat-sade-di-lombok.jpg)
"Kan kebakarannya baru kemarin... dua hari awal," katanya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan pemberian stimulus untuk warga terdampak, Airlangga menyebut kondisi Desa Sade juga berkaitan dengan aktivitas usaha masyarakat.
"Nanti dibahas karena kan di situ kan ada kampung UMKM, ya," ujarnya.
Desa Adat Sade berada di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu permukiman tradisional masyarakat Suku Sasak yang masih mempertahankan arsitektur rumah dan berbagai tradisi adat.
Sade juga berada di jalur menuju kawasan wisata Kuta Mandalika sehingga menjadi salah satu tujuan wisata budaya yang ramai dikunjungi wisatawan.
Sebelum kebakaran, wisatawan dapat melihat langsung rumah tradisional, kehidupan masyarakat Sasak, serta aktivitas warga seperti menenun kain.
Kementerian Pariwisata mencatat Desa berusia ratusan tahun itu sebagai salah satu destinasi wisata budaya Lombok. Kawasan tersebut memiliki sekitar 150 rumah adat dan dihuni masyarakat yang masih memiliki hubungan kekerabatan.
Rumah tradisionalnya memiliki karakteristik berupa atap alang-alang, dinding anyaman bambu, dan lantai tanah liat.