- Riset Igloo tahun 2025 menunjukkan masyarakat Indonesia sering membeli asuransi perjalanan mendekati waktu keberangkatan.
- Perlindindungan medis menjadi faktor pendorong utama bagi 92 persen konsumen dalam membeli asuransi perjalanan tersebut.
- Jepang tercatat sebagai destinasi internasional terpopuler dengan perolehan 26 persen dari total polis perjalanan.
Suara.com - Riset terbaru dari perusahaan teknologi asuransi (insurtech) Igloo mengungkapkan kecenderungan masyarakat Indonesia yang masih sering membeli asuransi perjalanan mendekati waktu keberangkatan (last-minute).
Berdasarkan data transaksi sepanjang tahun 2025 di platform igloo.co.id, jarak rata-rata (median) antara waktu penerimaan penawaran hingga keberangkatan tercatat hanya dua hari.
Bahkan, sekitar 30 persen pembelian polis asuransi perjalanan tercatat dilakukan pada hari yang sama dengan jadwal keberangkatan.
Perlindungan Medis Jadi Pertimbangan Utama
Laporan tersebut mencatat bahwa jaminan perlindungan medis menjadi faktor pendorong utama masyarakat dalam mengambil keputusan membeli asuransi perjalanan, dengan porsi mencapai 92 persen peminat.
Di bawah perlindungan medis, faktor pertimbangan konsumen lainnya meliputi:
- Risiko kecelakaan fatal (62%)
- Keterlambatan perjalanan (61%)
- Kehilangan barang pribadi (60%)
- Keterlambatan bagasi (54%)
Sementara itu, proteksi terhadap Covid-19 kini berada di posisi paling bawah, yakni hanya dipertimbangkan oleh 23 persen konsumen.
Volume transaksi asuransi perjalanan mengalami lonjakan signifikan pada periode November dan Desember, seiring tren libur akhir tahun.
Penjualan pada bulan November bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat rata-rata bulanan. Sementara itu, permintaan cenderung menurun pada periode pasca-Idulfitri (April–Mei) saat aktivitas perjalanan bergeser ke ranah domestik.
Untuk destinasi luar negeri, Jepang menjadi pilihan terpopuler dengan porsi 26 persen dari total polis perjalanan internasional dan rata-rata premi USD 32 per polis. Posisi berikutnya diisi oleh Tiongkok (11%), Malaysia (11%), Singapura (10%), dan Thailand (9%).
Di segmen domestik, Malang memimpin sebagai tujuan favorit dengan kontribusi 31 persen dari total polis, disusul Bandung dan Denpasar yang masing-masing menyumbang 15 persen.
Perilaku Transaksi dan Profil Konsumen
Dilihat dari pola transaksi digital, pengguna terbanyak melakukan pembelian asuransi pada hari Rabu (19%), dengan jam puncak transaksi antara pukul 18.00–20.00 WIB. Metode pembayaran berbasis Quick Response Code (QR code) menjadi pilihan paling populer dengan porsi mencapai 43 persen.
Secara demografi, konsumen asuransi perjalanan didominasi oleh kelompok usia produktif dengan rata-rata umur 36 tahun dan sebaran gender yang seimbang. Sepertiga dari total konsumen bertempat tinggal di wilayah perkotaan utama.
Data tersebut juga mencatat tingkat pembelian ulang (repurchase) yang cukup tinggi. Sebanyak 41 persen konsumen tercatat telah membeli asuransi perjalanan sekurang-kurangnya dua kali, dengan rata-rata kepemilikan empat polis per pelanggan.
Kelompok konsumen loyal ini umumnya merencanakan perjalanan lebih awal dan membayar rata-rata nilai premi 31 persen lebih tinggi dibandingkan pembeli pertama.