Bentrok TNI dan Suku Anak Dalam, FIAD Soroti Tentara Jadi 'Satpam Perusahaan'

Vania Rossa

Selasa, 01 September 2026 | 13:41 WIB
Bentrok TNI dan Suku Anak Dalam, FIAD Soroti Tentara Jadi 'Satpam Perusahaan'
Anak-anak dari kelompok Suku Anak Dalam (SAD) Provinsi Jambi yang berlokasi di Kabupaten Sarolangun. (Suara.com/Bangun Santosa)
baca 10 detik
  • Bentrokan terjadi antara aparat TNI dan Suku Anak Dalam di perkebunan PT SAL Jambi pada Selasa, 1 September 2026.
  • FIAD menyatakan pelibatan militer dalam pengamanan perusahaan berisiko memicu kekerasan dan mengabaikan hak masyarakat adat setempat.
  • FIAD mendesak pemerintah melakukan penyelidikan transparan, menarik TNI dari pengamanan lahan, serta memulihkan hak-hak korban.

Suara.com - Viral sebuah video yang menampilkan bentrokan antara aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan masyarakat Suku Anak Dalam (SAD) atau Orang Rimba di Jambi. Peristiwa tersebut bermula saat warga yang diduga hendak membawa tandan buah segar (TBS) di area perkebunan PT SAL mendapat teguran dari aparat militer yang berjaga.

Forum Intelektual Antardisiplin (FIAD) menilai kejadian tersebut tidak dapat hanya dikategorikan sebagai tindakan kriminal biasa. Forum yang beranggotakan aktivis dan akademisi itu menyebut bentrokan tersebut sebagai alarm bahwa tata kelola pengerahan aparat pertahanan masih menyimpan persoalan struktural.

FIAD menyayangkan tentara yang seharusnya memiliki tugas utama dalam pertahanan negara justru dilibatkan dalam pengamanan area perusahaan. Mereka bahkan menyebut kondisi tersebut berisiko menempatkan TNI sebagai 'satpam perusahaan'.

Selain itu, FIAD menduga konflik tersebut turut dipicu oleh pengabaian terhadap hak masyarakat adat yang terdampak kepentingan korporasi.

FIAD juga menilai pelibatan tentara dalam pengamanan lahan perusahaan berpotensi memperbesar penggunaan kekerasan dalam menghadapi masyarakat sipil.

"FIAD meyakini bahwa kekuatan sebuah bangsa diukur dari kemampuannya melindungi yang paling rentan. Kekerasan tidak akan menyelesaikan persoalan yang bersifat struktural seperti ketimpangan penguasaan tanah dan penyingkiran masyarakat adat serta masyarakat lokal lainnya. Hanya pengakuan, dialog, dan keadilan yang bisa menyelesaikan secara adil dan bermartabat," kata FIAD melalui keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Atas peristiwa tersebut, FIAD menyampaikan lima desakan kepada pemerintah dan pihak terkait.

1. Usut Tuntas dan Transparan
FIAD mendesak agar segera dilakukan penyelidikan independen terhadap dugaan kekerasan yang melibatkan kedua belah pihak.

Menurut mereka, proses hukum harus dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu.

baca juga

2. Hentikan Pendekatan Keamanan
FIAD meminta TNI ditarik dari fungsi pengamanan aset perusahaan. Menurut mereka, pengamanan perusahaan merupakan tanggung jawab perusahaan dan Polri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

FIAD juga mendesak pemerintah mengevaluasi keterlibatan TNI maupun Polri dalam pengamanan perkebunan sawit, termasuk lahan sitaan negara, terutama di wilayah yang masih memiliki persoalan klaim masyarakat adat dan masyarakat lokal.

Menurut FIAD, status sebagai "aset negara" tidak boleh menjadi alasan untuk mengerahkan aparat bersenjata di kawasan yang masih bersengketa sebelum persoalan hak masyarakat diselesaikan.

3. Dialog Agraria yang Setara
FIAD mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk KLHK, perusahaan, serta perwakilan Orang Rimba untuk segera duduk bersama.

Dialog tersebut dinilai penting untuk membuka akses penghidupan sekaligus memberikan pengakuan terhadap wilayah-wilayah kelola adat.

FIAD juga meminta pendekatan pematokan wilayah secara sepihak dihentikan dan proses pemulihan atau restitusi hak masyarakat dibuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa

Aksi Represif Polisi di Demo DPR: Sweeping hingga Gas Air Mata Ditembakkan Langsung ke Massa

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Suku Dayak Bertato Tetap Bisa Jadi Prajurit TNI

Suku Dayak Bertato Tetap Bisa Jadi Prajurit TNI

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 17:14 WIB

TPNPB-OPM Klaim Tembak 4 Marinir di Yahukimo, Sebby Sebut Ada Pengerahan Pasukan Pakai Pesawat Sipil

TPNPB-OPM Klaim Tembak 4 Marinir di Yahukimo, Sebby Sebut Ada Pengerahan Pasukan Pakai Pesawat Sipil

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:30 WIB

Terkini

Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU Terus Dioptimalkan

Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU Terus Dioptimalkan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:11 WIB

Blue Dragon Film Awards ke-47 Umumkan Nominasi, HOPE Pimpin 10 Nominasi

Blue Dragon Film Awards ke-47 Umumkan Nominasi, HOPE Pimpin 10 Nominasi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Anime BLEACH Tamat Setelah 22 Tahun, Perjalanan Ichigo Resmi Berakhir

Anime BLEACH Tamat Setelah 22 Tahun, Perjalanan Ichigo Resmi Berakhir

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Ada 53 Titik Demo Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, 1.249 Polisi Disiagakan Atur Lalu Lintas

Ada 53 Titik Demo Hari Sumpah Pemuda di Jakarta, 1.249 Polisi Disiagakan Atur Lalu Lintas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:08 WIB

ASCOPE ke-51 di Bali Perkuat Resiliensi Rantai Pasok Energi Kawasan ASEAN

ASCOPE ke-51 di Bali Perkuat Resiliensi Rantai Pasok Energi Kawasan ASEAN

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Jelang Aksi 28 Oktober, Pemerintah Minta Aparat Humanis

Jelang Aksi 28 Oktober, Pemerintah Minta Aparat Humanis

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:06 WIB

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

Viral Pembalut Kena Pajak, Netizen Merasa Aneh Padahal untuk Kebutuhan Biologis Primer

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Dini Hari Kelam di Cigudeg, Motor Trail Honda CRF Milik Warga Wargajaya Raib

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:02 WIB

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

Aksi Unjuk Rasa Jakarta Tak Ubah Jadwal Kereta Gambir, KAI Imbau Penumpang Berangkat Lebih Awal

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Review Howl's Moving Castle: Tak Perlu Sempurna untuk Layak Dicintai

Review Howl's Moving Castle: Tak Perlu Sempurna untuk Layak Dicintai

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:00 WIB

×