- Pakar keamanan pangan menyarankan untuk menjaga kondisi kering dan menghindari pencucian sayuran sebelum dimasukkan ke dalam kulkas guna mencegah pembusukan.
- Penyimpanan sayuran harus menggunakan laci khusus atau kantong berlubang serta dipisahkan dari daging mentah untuk menjaga kualitas dan mencegah kontaminasi silang.
- Beberapa jenis bahan pangan seperti kentang, ubi jalar, bawang bombai, dan tomat tidak disarankan untuk disimpan di dalam kulkas.
Suara.com - Cara menyimpan sayuran di kulkas ternyata tidak cukup hanya dengan memasukkannya ke dalam lemari pendingin. Cara mencuci, mengemas, memilih tempat penyimpanan hingga mengatur kelembapan kulkas juga berpengaruh terhadap kesegaran sayuran.
Sayuran seperti bayam, selada, brokoli, wortel, buncis hingga cabai dapat lebih cepat layu atau membusuk jika disimpan dalam kondisi yang kurang tepat. Sebaliknya, penyimpanan yang benar dapat membantu mempertahankan kualitas, tekstur dan kesegarannya lebih lama.
Menurut Diane Wright Hirsch, MPH, Senior Extension Educator bidang Food Safety dari University of Connecticut Extension, buah dan sayuran segar membutuhkan metode penyimpanan yang berbeda-beda. Ia menjelaskan bahwa sebagian sayuran memang cocok disimpan di kulkas, sementara beberapa jenis lainnya justru lebih baik berada di suhu ruang.
Lantas, bagaimana cara menyimpan sayuran di kulkas agar tetap segar dan tidak cepat layu?
Cara Menyimpan Sayuran di Kulkas agar Tetap Segar

1. Jangan langsung mencuci semua sayuran sebelum disimpan
Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah mencuci sayuran sesaat setelah dibeli, kemudian langsung memasukkannya ke kulkas.
Menurut Kate Yerxa, MS, RD dari University of Maine Cooperative Extension, sayuran umumnya lebih baik tidak dicuci sebelum disimpan karena air yang tersisa dapat meningkatkan risiko pembusukan. Jika sayuran memiliki kotoran, kotoran dapat dibersihkan secara perlahan menggunakan tisu atau sikat lembut sebelum disimpan.
Panduan USDA juga menyebutkan bahwa mencuci sayuran sebelum penyimpanan dapat mempercepat kerusakan. Karena itu, mencuci sayuran sebaiknya dilakukan menjelang digunakan. Jika memang harus dicuci terlebih dahulu, pastikan sayuran dikeringkan secara menyeluruh sebelum dimasukkan ke kulkas.
2. Pastikan sayuran dalam kondisi kering
Kelembapan berlebih bisa menjadi salah satu penyebab sayuran lebih cepat membusuk.
Karena itu, setelah membeli sayuran, periksa apakah permukaannya basah. Untuk sayuran yang sudah dicuci, keringkan menggunakan tisu dapur atau kain bersih sebelum disimpan.
University of Connecticut Extension juga menyarankan agar sayuran yang dicuci sebelum penyimpanan dikeringkan dengan benar untuk mengurangi risiko munculnya jamur dan pembusukan.
Namun, bukan berarti sayuran harus dibuat benar-benar kehilangan kelembapannya. Sayuran berdaun seperti selada dan bayam tetap membutuhkan lingkungan lembap agar tidak cepat layu.
3. Gunakan laci khusus sayuran atau crisper drawer
Jika kulkas memiliki crisper drawer, manfaatkan bagian tersebut untuk menyimpan sayuran.
Menurut Marcia Steed dari Iowa State University Extension, crisper drawer memiliki pengaturan kelembapan yang berbeda. Laci dengan kelembapan tinggi cocok untuk sayuran hijau dan bahan pangan yang mudah kehilangan air, sedangkan laci dengan kelembapan rendah lebih sesuai untuk produk yang mudah membusuk.
Secara sederhana, sayuran yang mudah layu seperti selada, bayam, sawi, kangkung, daun bawang, seledri lebih cocok berada di tempat dengan kelembapan relatif tinggi.
4. Gunakan kantong berlubang untuk sayuran tertentu
Jangan selalu memasukkan sayuran ke dalam kantong plastik yang tertutup rapat.