- PT Jasa Marga mencatat pendapatan usaha Rp10,3 triliun pada semester pertama tahun 2026 berkat peningkatan volume lalu lintas.
- Peningkatan volume transaksi kendaraan mencapai 647,5 juta unit, didorong momen arus mudik Lebaran pada bulan Maret 2026.
- Perusahaan membukukan laba bersih Rp1,9 triliun serta mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.294 kilometer hingga akhir Juni 2026.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang melantai di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham JSMR kembali menorehkan catatan kinerja keuangan dan operasional yang sangat solid sepanjang semester pertama tahun 2026.
Emiten pelat merah yang bergerak di sektor infrastruktur jalan tol ini berhasil mempertahankan tren positif dengan mencetak pendapatan usaha menembus angka Rp10,3 triliun.
Angka tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 7,6 persen jika dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Kunci utama di balik kokohnya fundamental JSMR dan melesatnya profitabilitas perseroan terletak pada optimalisasi operasional yang diimbangi dengan lonjakan volume lalu lintas yang melintasi jaringan tol kelolaannya.
Tingginya mobilitas masyarakat, yang turut didorong oleh momen-momen krusial seperti puncak arus mudik dan balik Lebaran pada bulan Maret 2026, menjadi katalis utama tingginya transaksi.
Pada momen tersebut, Jasa Marga bahkan secara aktif mengimbau pemudik untuk mengatur jadwal perjalanan serta memanfaatkan diskon tarif tol sebesar 30 persen guna memecah kepadatan lalu lintas.
Sepanjang paruh pertama 2026, total volume transaksi kendaraan di seluruh ruas tol Jasa Marga menyentuh angka 647,5 juta kendaraan. Realisasi ini mengalami peningkatan 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tingginya volume kendaraan tersebut bermuara pada pencapaian Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) yang sangat masif, yakni mencapai 3,58 juta kendaraan setiap harinya.
Mengalirnya jutaan kendaraan tersebut secara langsung menjadi tulang punggung pendapatan perseroan. Secara rincian, pendapatan usaha JSMR ditopang kuat oleh kontribusi pendapatan tol yang mencapai Rp9,5 triliun, atau mengalami peningkatan sebesar 6,8 persen.
Di luar itu, lini bisnis lain juga menunjukkan performa impresif, di mana pendapatan usaha lain melonjak tajam 17,6 persen menjadi Rp798,2 miliar. Pertumbuhan dari kedua lini ini, dikombinasikan dengan integrasi digital seperti aplikasi Travoy ke dalam ekosistem perumahan, membuat margin operasi perseroan semakin efisien.
Efisiensi dan pertumbuhan pendapatan yang selaras tersebut mendorong Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) Jasa Marga meroket mencapai Rp7,0 triliun.
Angka ini mencerminkan peningkatan sebesar 8,1 persen secara tahunan, dengan margin EBITDA yang sukses dipertahankan secara stabil pada level 67,8 persen. Kapasitas EBITDA yang tangguh ini pada gilirannya memberikan ruang yang luas bagi JSMR untuk mencetak arus kas yang kuat, memenuhi kewajiban finansial, serta mendanai berbagai agenda investasi yang berkelanjutan.
Dari sisi profitabilitas akhir, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat mencapai Rp1,9 triliun, tumbuh 2,0 persen secara tahunan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, memaparkan bahwa catatan gemilang pada semester pertama ini merupakan cerminan nyata dari tingginya tingkat kepercayaan pengguna jalan tol terhadap standar layanan operasional perseroan.
“Pencapaian semester I 2026 merupakan komitmen perseroan dalam menjaga kesehatan finansial dan pertumbuhan bisnis berjalan selaras dengan peningkatan layanan kepada masyarakat," ungkap Rivan.
Langkah ekspansi untuk terus mendominasi pangsa pasar infrastruktur nasional juga tidak pernah berhenti. Hingga akhir Juni 2026, perseroan tercatat telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.294 kilometer dari total hak konsesi sepanjang 1.736 kilometer yang dikantonginya.
Catatan operasional tersebut mengukuhkan posisi Jasa Marga sebagai penguasa pangsa pasar jalan tol di Tanah Air, di mana panjang ruas tol yang dikelolanya setara dengan 42 persen dari total seluruh jaringan jalan tol yang saat ini beroperasi di Indonesia.