Ekspor RI Mulai Tertekan, DSI Bakal Bongkar Alur Perdagangan hingga Transaksi

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 02 September 2026 | 08:52 WIB
Ekspor RI Mulai Tertekan, DSI Bakal Bongkar Alur Perdagangan hingga Transaksi
Foto udara bongkar muat peti kemas di Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]
baca 10 detik
  • Neraca dagang defisit setelah 72 bulan surplus.
  • DSI pantau 6.500 transaksi ekspor senilai US$14 miliar.
  • Integrasi data berpotensi optimalkan nilai komoditas US$5 miliar/tahun.

Suara.com - Indonesia mulai menghadapi alarm baru dari sektor perdagangan. Setelah menikmati surplus neraca perdagangan selama enam tahun, kinerja ekspor justru berbalik tertekan pada 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026. Kondisi tersebut sekaligus mengakhiri tren surplus yang telah berlangsung selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Tekanan belum berhenti. Pada Juni 2026, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit sebesar US$450 juta.

Situasi ini membuat kemampuan pemerintah membaca pergerakan komoditas dan transaksi ekspor menjadi semakin penting. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengetahui berapa besar nilai ekspor, tetapi juga harus memahami bagaimana komoditas bergerak, ke mana dikirim, berapa harganya, hingga seberapa besar devisa yang dihasilkan.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin menilai pembangunan integrasi data ekspor yang dilakukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat strategi perdagangan Indonesia.

“Pada kuartal yang baru dirilis, neraca perdagangan kita bahkan sudah tidak surplus lagi. Artinya, perlu ada refleksi dan koreksi mengenai strategi ekspor di tengah kondisi ketidakpastian global,” ujar Eddy.

Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, DSI telah membangun visibilitas analitis terhadap sekitar 6.500 deklarasi ekspor dengan nilai lebih dari US$14 miliar dan volume melampaui 90 juta ton komoditas.

Transaksi tersebut mencakup lebih dari 50 pelabuhan muat di 25 provinsi dan menuju lebih dari 100 negara tujuan.

DSI tidak hanya mengandalkan data nilai dan volume ekspor. Informasi tersebut mulai dihubungkan dengan sejumlah variabel lain seperti harga, kualitas komoditas, klasifikasi Harmonized System (HS), kapal pengangkut, lokasi pengiriman, pasar tujuan hingga penerimaan devisa.

baca juga

Dengan integrasi tersebut, pemerintah berpeluang mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai perjalanan sebuah komoditas sejak keluar dari Indonesia hingga mencapai pasar global.

Eddy menilai kemampuan tersebut menjadi penting karena visibilitas perdagangan dapat membantu mengurangi kesenjangan informasi sekaligus memperkuat transparansi.

“Visibilitas yang tinggi merupakan hal yang relevan dan pivotal karena dapat memperkuat transparansi, objektivitas, dan kepastian dalam hal kuantitas, lokasi tujuan, perpajakan, dan aspek lainnya,” kata Eddy.

Menariknya, analisis awal yang dilakukan DSI bersama sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) menemukan potensi optimalisasi nilai komoditas hingga sekitar US$5 miliar per tahun.

Potensi tersebut menunjukkan bahwa persoalan ekspor Indonesia tidak semata-mata berkaitan dengan meningkatkan volume pengiriman barang ke luar negeri.

Masih terdapat ruang untuk meningkatkan nilai ekonomi dari komoditas yang sudah diekspor, termasuk melalui penguatan informasi mengenai harga, kualitas, tujuan pasar dan struktur rantai perdagangan.

Namun, Eddy mengingatkan agar integrasi data tidak dipandang sebagai solusi tunggal untuk mengerek ekspor nasional.

“Visibilitas semata belum tentu dapat menggenjot ekspor. Yang diperlukan juga adalah strategi mengelola sumber daya, meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global, memperluas perjanjian perdagangan bebas, memetakan negara tujuan ekspor, dan mengimplementasikan strategi global,” katanya.

Dengan kata lain, data hanya akan menjadi aset ekonomi apabila diterjemahkan menjadi keputusan bisnis dan kebijakan yang tepat.

Eddy menilai penguatan perdagangan komoditas membutuhkan pembagian peran yang jelas.

DSI dapat berperan pada level strategis melalui integrasi data, pemantauan transaksi dan peningkatan visibilitas perdagangan. Namun, perusahaan eksportir tetap menjadi pihak yang harus menerjemahkan informasi tersebut menjadi strategi bisnis.

“Visibilitas dan top-level strategy dari DSI pada akhirnya membutuhkan implementasi dan business-level strategy dari para eksportir,” ujarnya.

Direktur Utama DSI Luke Mahony mengatakan pihaknya saat ini berfokus membangun sistem dan kapabilitas agar mandat tersebut dapat dijalankan secara kredibel, terukur dan berkelanjutan.

“Sejak mulai beroperasi, kami telah mengembangkan visibilitas terhadap ribuan transaksi ekspor serta fondasi analitis yang diperlukan untuk mendukung mandat DSI,” ujar Luke dalam keterangan resmi, Senin (24/8).

Dia mengatakan DSI akan terus memperkuat kapabilitas pemantauan, verifikasi dan operasional untuk mendukung ekosistem ekspor yang lebih transparan, akuntabel dan efisien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertamina Resmi Gabungkan PET ke Patra Niaga

Pertamina Resmi Gabungkan PET ke Patra Niaga

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 17:55 WIB

Skema Merger BUMN Karya Diubah, Pasangan Perusahaan Belum Ditentukan

Skema Merger BUMN Karya Diubah, Pasangan Perusahaan Belum Ditentukan

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 15:48 WIB

Danantara: Tugas Insan BUMN Tak Cuma Bikin Perusahaan Sehat

Danantara: Tugas Insan BUMN Tak Cuma Bikin Perusahaan Sehat

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 08:15 WIB

Terkini

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:45 WIB

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:42 WIB

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:40 WIB

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:39 WIB

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:36 WIB

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:32 WIB

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?

Gol Erling Haaland Dipastikan Offside, Kemenangan Manchester City Dibatalkan?

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 09:27 WIB

×