- Deputi BPS Ateng Hartono memproyeksikan produksi jagung nasional mencapai 14,25 juta ton pada Januari hingga Oktober 2026.
- Peningkatan produksi jagung sebesar 1,25 persen tersebut ditopang oleh perluasan total luas panen mencapai 2,41 juta hektar.
- Potensi luas panen periode Agustus hingga Oktober 2026 seluas 0,68 juta hektar mendorong produksi 4,17 juta ton.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Oktober 2026 mencapai 14,25 juta ton.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengungkapkan, angka ini meningkat 1,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 14,07 juta ton.
"Untuk produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari sampai dengan Oktober tahun 2026 diperkirakan mencapai 14,25 juta ton atau mengalami peningkatan sebanyak 0,18 juta ton atau naik 1,25 persen dibandingkan dengan bulan Januari sampai dengan Oktober tahun 2025," kata Ateng dalam konferensi pers yang dipantau virtual, dikutip Rabu (2/9/2026).
Ateng menambahkan, peningkatan total produksi jagung ini ditopang oleh perluasan luas panen, terutama pada periode subround Agustus hingga Oktober 2026.
Menurutnya, total luas panen jagung pipilan sepanjang Januari hingga Oktober 2026 diperkirakan mencapai 2,41 juta hektar, bertambah sekitar 0,02 juta hektar atau naik 0,64 persen dibandingkan periode Jan–Okt 2025 yang tercatat sebesar 2,39 juta hektar.
"Dengan demikian, total luas panen jagung pipilan sepanjang Januari sampai dengan Oktober tahun 2026 diperkirakan mencapai 2,41 juta hektar atau mengalami peningkatan sebesar 0,02 juta hektar atau meningkat 0,64% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun yang lalu," terangnya.
![Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers virtual yang disiarkan YouTube BPS, Selasa (1/9/2026). [Screenshot YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/01/61867-deputi-bidang-statistik-distribusi-dan-jasa-bps-ateng-hartono.jpg)
Untuk periode Agustus hingga Oktober 2026, potensi luas panen jagung diperkirakan mencapai 0,68 juta hektar (naik 4,03%), yang mendorong potensi produksi jagung periode Agustus–Oktober 2026 mencapai 4,17 juta ton (naik 3,22%).
"Potensi luas panen ini sudah termasuk tanaman jagung yang akan dipanen bukan untuk dipipil. Misalnya yang dipanen muda atau dipanen untuk hijauan pakan ternak. Angka potensi masih dapat berubah, ya, tadi tergantung beberapa kondisi terkini hasil amatan di lapangan," jelas Ateng.