Hakuhodo Ungkap Generasi 40+ Kini Jadi Prime Audience Baru Bagi Brand

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Kamis, 03 September 2026 | 18:46 WIB
Hakuhodo Ungkap Generasi 40+ Kini Jadi Prime Audience Baru Bagi Brand
ASEAN Sei-Katsu-Sha Forum 2026 bertajuk “Decoding the Prime Generations” digelar di Bengkel SCBD, Jakarta, Selatan Kamis (3/9/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

Suara.com - Generasi muda masih sering menjadi pusat perhatian brand saat menentukan target pasar. Padahal, kelompok usia 40 tahun ke atas memiliki jumlah yang besar, daya beli kuat, semakin akrab dengan teknologi, dan menjalani gaya hidup yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Di Indonesia, kelompok usia 40 tahun ke atas mencakup hampir 40 persen dari total populasi. Besarnya jumlah populasi dan perubahan perilaku membuat generasi 40+ menjadi segmen yang semakin penting untuk diperhitungkan dalam melihat peluang pertumbuhan pasar.

CEO Hakuhodo International Indonesia, Farhana E. Devi Attamimi, melihat keberagaman karakter masyarakat sebagai salah satu sumber peluang yang dapat dimanfaatkan brand. Menurut Devi, keberagaman tidak hanya menjadi bagian dari identitas Indonesia, tetapi juga dapat menjadi growth engine dalam strategi pemasaran.

“Bhinneka Tunggal Ika bisa dijadikan cara untuk melihat market opportunity, dengan keberagaman sebagai the growth engine,” kata Devi saat membuka ASEAN Sei-Katsu-Sha Forum 2026 bertajuk “Decoding the Prime Generations: A Cross-Generational Journey Into Age and Impact” di Bengkel SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026).

Menurut Devi, cara melihat keberagaman itu semakin penting ketika perkembangan Artificial Intelligence (AI) membuat proses pemasaran menjadi semakin cepat. AI dapat membaca jutaan pola dan membantu menghasilkan solusi, tetapi penggunaan pola yang terlalu seragam dapat membuat strategi brand kehilangan konteks kehidupan manusia yang beragam.

“AI can give us scale and speed, but only human can decide where meaningful growth really is,” ujarnya.

Karena itu, Hakuhodo tetap menempatkan manusia dan kompleksitas kehidupannya sebagai pusat dalam memahami pasar. Prinsip ini sejalan dengan filosofi Sei-Katsu-Sha yang menjadi dasar Hakuhodo Institute of Life and Living ASEAN (HILL ASEAN) dalam mempelajari perubahan perilaku masyarakat.

Salah satu perubahan yang kemudian menjadi perhatian HILL ASEAN adalah cara generasi 40+ menjalani kehidupan. Kelompok usia ini dinilai tidak lagi cocok ditempatkan dalam stereotip lama yang menganggap bertambahnya usia selalu identik dengan penurunan aktivitas.

Generasi 40+ Tak Lagi Identik dengan Masa Menurun

baca juga

Senior Director of Strategy Hakuhodo International Indonesia, Rian Prabana, mengatakan masyarakat selama puluhan tahun terbiasa melihat kehidupan sebagai perjalanan linear.

CEO Hakuhodo International Indonesia Farhana E. Devi Attamimi (kiri) bersama Senior Director of Strategy Hakuhodo International Indonesia Rian Prabana (kanan) saat sesi doorstop ASEAN Sei-Katsu-Sha Forum 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)
CEO Hakuhodo International Indonesia Farhana E. Devi Attamimi (kiri) bersama Senior Director of Strategy Hakuhodo International Indonesia Rian Prabana (kanan) saat sesi doorstop ASEAN Sei-Katsu-Sha Forum 2026 di Jakarta Selatan, Kamis (3/9/2026). (Suara.com/Mohammad Rhadzaki Ramadhan)

“Biasanya kita berpikir youth itu growing, midlife itu crisis, lalu ketika old kita declining. Selama beberapa dekade, masyarakat melihat ini sebagai perjalanan hidup. Tapi apakah kehidupan hanya ada di anak muda?” kata Rian.

Menurut Rian, perubahan kondisi sosial membuat pola itu semakin sulit diterapkan. Generasi 40+ saat ini memiliki keluarga yang cenderung lebih kecil, akses teknologi yang lebih luas, perhatian terhadap kesehatan yang meningkat, serta kekuatan finansial yang semakin besar.

Untuk memahami perubahan itu, HILL ASEAN melakukan riset dengan melibatkan hampir 5.000 responden dari enam negara ASEAN dan Jepang. Tim peneliti juga mengunjungi 36 orang berusia di atas 40 tahun untuk memahami aspirasi dan kehidupan mereka secara langsung.

Hasil riset menunjukkan adanya perubahan menarik dalam cara generasi 40+ berhubungan dengan teknologi. Kelompok usia ini justru semakin nyaman menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pemaparan Rian, responden berusia lebih muda bahkan menunjukkan kecemasan yang lebih tinggi terhadap teknologi dibandingkan kelompok usia 40+.

Bagi generasi 40+ masa kini, teknologi bukan lagi sesuatu yang membuat mereka merasa tertinggal. Penggunaan teknologi justru menjadi bagian dari kehidupan agar mereka dapat terus mengikuti perkembangan zaman.

Perubahan juga terlihat dari cara mereka menikmati hidup. Traveling, diving, camping, berpesta, hingga mengeksplorasi berbagai pengalaman baru menjadi bagian dari aktivitas yang dilakukan kelompok usia ini.

Rian menilai aktivitas itu bukan bentuk penolakan terhadap usia. Generasi 40+ justru sedang memasuki fase ketika mereka memiliki kesempatan untuk kembali mengeksplorasi dan merayakan kehidupan.

“Mereka bukan menolak tua, tapi kembali merayakan hidup. Menjadi tua itu pasti, tapi bukan berarti tidak bisa tetap aktif dan berekspresi,” kata Rian.

Salah satu gambaran yang muncul dari studi HILL ASEAN adalah generasi 40+ saat ini seperti menjalani kehidupan anak muda dengan kemampuan finansial orang dewasa.

“People above 40 now is living a teenager life with adult money. Mereka punya kekuatan dan kemampuan untuk melakukannya,” ujar Rian.

Peluang Baru bagi Brand

Perubahan perilaku generasi 40+ membuka peluang baru bagi brand untuk memperluas target pasar. Selama ini, tren dan budaya populer sering diasosiasikan dengan generasi muda sebagai kelompok yang menentukan apa yang dianggap keren dan relevan.

Namun, Rian melihat pola itu mulai berubah. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat kelompok usia 40+ juga mampu menciptakan tren, membangun pengaruh, dan menjadi sumber inspirasi.

“Tren atau kekinian tidak selalu muncul dari anak muda. Sekarang bisa muncul dari orang-orang di atas 40 tahun,” ujarnya.

Devi mengatakan perhatian terhadap generasi 40+ juga berangkat dari perubahan cara kelompok ini menjalani kehidupan dibandingkan satu dekade lalu. Perubahan itu dinilai perlu diikuti dengan representasi yang lebih sesuai dalam komunikasi brand.

Menurut Devi, komunikasi untuk konsumen berusia 40+ masih sering menggunakan gambaran lama, seperti sosok yang sudah tidak aktif atau identik dengan kondisi kesehatan yang menurun.

“Kalau ada komunikasi atau produk untuk usia di atas 40, gambarnya sering kali masih orang yang sudah kurang sehat dengan rambut uban putih. Tidak salah, tapi stereotype itu sekarang sudah tidak lagi relevan,” kata Devi.

Representasi yang lebih relevan dinilai penting agar generasi 40+ dapat melihat dirinya sendiri dalam komunikasi brand. Pada saat yang sama, perubahan perspektif ini dapat membantu brand menemukan ceruk pasar baru.

“Kami berharap mereka lebih terrepresentasikan. Dari sisi brand, harapannya mereka bisa melihat ceruk pasar baru dan bisa mengajak kelompok ini berbicara,” ujar Devi.

Prime Generations, Cara Baru Melihat Konsumen

Melalui ASEAN Sei-Katsu-Sha Forum 2026, HILL ASEAN memperkenalkan konsep “Prime Generations” untuk menggambarkan perubahan karakter generasi 40+.

Kelompok ini tidak lagi cukup dipahami hanya berdasarkan usia. Di balik kategori 40+, terdapat konsumen dengan aspirasi, gaya hidup, kemampuan finansial, hubungan dengan teknologi, serta cara menikmati kehidupan yang beragam.

Bagi brand, kondisi ini menjadi peluang untuk memperluas cara memahami konsumen. Pertumbuhan tidak selalu datang dari kelompok yang paling sering menjadi pusat perhatian, tetapi juga dari masyarakat yang sebelumnya belum banyak dilihat sebagai sumber peluang.

Pendekatan itu sejalan dengan filosofi Sei-Katsu-Sha yang menempatkan manusia sebagai pusat pemahaman. Dengan melihat manusia secara lebih utuh, brand dapat menemukan kebutuhan dan nilai yang belum banyak diperhatikan.

Generasi 40+ pun menunjukkan bahwa bertambahnya usia tidak selalu berarti berhenti berkembang. Mereka tetap memiliki ruang untuk bereksplorasi, berekspresi, mengikuti teknologi, dan menikmati kehidupan dengan cara yang mereka pilih.

Bagi brand, perubahan itu menjadi peluang untuk melihat generasi 40+ sebagai prime audience baru dengan daya beli, pengaruh, dan aspirasi yang semakin kuat. ***

Kontributor: Mohammad Rhadzaki Ramadhan 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaku UMKM Desa Bejaten Didorong Melek Legalitas, Pembuatan NIB Dilakukan Langsung

Pelaku UMKM Desa Bejaten Didorong Melek Legalitas, Pembuatan NIB Dilakukan Langsung

Bisnis | Selasa, 01 September 2026 | 06:20 WIB

70 Mitra Driver Gojek Berangkat Tunaikan Ibadah Umrah

70 Mitra Driver Gojek Berangkat Tunaikan Ibadah Umrah

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:41 WIB

Sambut Kampanye Belanja Akhir Tahun, Shopee dan Anteraja Bekali Puluhan Pelaku UMKM Strategi Promosi

Sambut Kampanye Belanja Akhir Tahun, Shopee dan Anteraja Bekali Puluhan Pelaku UMKM Strategi Promosi

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:31 WIB

BPJPH Siapkan 1 Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM pada 2026

BPJPH Siapkan 1 Juta Kuota Sertifikasi Halal Gratis bagi UMKM pada 2026

News | Rabu, 02 September 2026 | 17:24 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 dan Upaya Formalisasi Usaha Bagi UMKM

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026 dan Upaya Formalisasi Usaha Bagi UMKM

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Penerima Banpres UMKM Bencana Sumatera Diprioritaskan Bagi Non-Nasabah Perbankan dan KUR

Penerima Banpres UMKM Bencana Sumatera Diprioritaskan Bagi Non-Nasabah Perbankan dan KUR

Bisnis | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 11:54 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×