Update Anak Krakatau: 6 Bandara Tutup, 1.500+ Penerbangan Lumpuh, dan Rute Alternatif

M Nurhadi

Senin, 07 September 2026 | 08:24 WIB
Update Anak Krakatau: 6 Bandara Tutup, 1.500+ Penerbangan Lumpuh, dan Rute Alternatif
ARSIP [Antara/Muhammad Iqbal/foc]
baca 10 detik
  • Gunung Anak Krakatau meletus sejak Jumat (4/9), menyebarkan abu vulkanik ke berbagai wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra.
  • Letusan tersebut melumpuhkan sektor transportasi udara sehingga pemerintah memperpanjang penutupan enam bandara penting hingga Senin (7/9/2026).
  • Kementerian Perhubungan mencatat 1.558 penerbangan tertunda dan 170.000 penumpang tertahan akibat bencana alam letusan gunung tersebut.

Suara.com - Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus menunjukkan peningkatan signifikan. Erupsi yang berlangsung sejak Jumat (4/9) tersebut kini berdampak luas pada berbagai aktivitas masyarakat di lima hingga enam provinsi di Pulau Jawa dan Sumatra.

Selain memicu suara gemuruh dan getaran kuat, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau melumpuhkan sektor transportasi udara hingga memaksa sektor pendidikan memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dampak dari letusan gunung api ini merambah hingga wilayah Lampung, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat. Kualitas udara yang menurun akibat paparan abu tebal membuat sejumlah instansi pemerintah mengambil langkah darurat demi keselamatan publik.

Di wilayah Jakarta hingga Tangerang, sekolah-sekolah terpaksa mengalihkan kegiatan belajar mengajar secara daring dari rumah masing-masing.

Sektor penerbangan menjadi salah satu area yang mengalami gangguan paling parah. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat total ada delapan bandara di Indonesia yang terdampak langsung oleh material vulkanik ini.

Akibatnya, ribuan jadwal penerbangan terganggu dan ratusan ribu calon penumpang tertahan di berbagai terminal penerbangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengonfirmasi skala gangguan yang terjadi akibat bencana alam ini. "Terhitung terdapat 1.558 flight yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan," ujar Dudy.

Dudy menegaskan bahwa hak-hak seluruh penumpang yang terdampak tetap menjadi prioritas dan harus dipenuhi secara maksimal oleh maskapai penyeberangan maupun penerbangan sesuai regulasi yang berlaku.

Maskapai penerbangan yang beroperasi di wilayah terdampak diwajibkan untuk memberikan penanganan ekstra bagi para calon penumpang. Maskapai wajib menyampaikan pembaruan status penerbangan secara berkala, menyediakan kompensasi layanan, hingga memfasilitasi opsi perubahan jadwal atau pengembalian tiket sesuai aturan pemerintah.

baca juga

Enam Bandara Masih Ditutup Penutupan Diperpanjang

Hingga Senin (7/9/2026) pagi, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang durasi penutupan operasional di enam bandara strategis karena potensi bahaya abu vulkanik terhadap mesin pesawat. Langkah penutupan ini diambil berdasarkan hasil evaluasi keamanan ruang udara nasional.

Berikut daftar enam bandara yang mengalami penghentian operasional sementara akibat terdampak erupsi:

  1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK): CLOSED pukul 23.20 - 08.59 WIB
  2. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP): CLOSED pukul 23.26 - 08.59 WIB
  3. Bandara Radin Inten II Lampung (TKG): CLOSED pukul 23.23 - 08.59 WIB
  4. Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO): CLOSED pukul 23.31 - 08.59 WIB
  5. Bandara Budiarto Curug (RTO): CLOSED pukul 23.29 - 08.59 WIB
  6. Bandara Pondok Cabe (PCB): CLOSED pukul 23.36 - 08.59 WIB
Foto udara Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9/2026) petang. ANTARA/HO Badan Geologi
Foto udara Gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/9/2026) petang. ANTARA/HO Badan Geologi

Opsi Bandara Alternatif dan Transportasi Gratis

Guna mengurai penumpukan calon penumpang di wilayah yang terdampak penutupan, Kemenhub menyiapkan sejumlah bandara pengganti yang dinilai aman dari sebaran abu vulkanik. Beberapa bandara yang ditunjuk antara lain Bandara Kertajati, Bandara Juanda di Surabaya, Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), serta bandara di area Semarang dan Solo.

Pemerintah juga memastikan kelancaran alih moda transportasi bagi para penumpang yang jadwal penerbangannya dipindahkan ke bandara alternatif tersebut. Kerja sama antarlembaga disiapkan untuk menyediakan angkutan penghubung bebas biaya.

Berdasarkan analisis pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebaran material abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi membumbung tinggi dan membentang luas. Pemantauan citra RGB Himawari-9 yang disinkronkan dengan data PVMBG serta VAAC Darwin menunjukkan keberadaan dua klaster utama pergerakan abu.

"Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Pola sebaran abu vulkanik tersebut terbagi menjadi dua klaster berdasarkan arah angin dan tingkat ketinggian:

Klaster Ketinggian hingga 20.000 Kaki (Arah Timur Laut – Selatan): Memapari sebagian wilayah DKI Jakarta (termasuk area Jakarta Selatan seperti Lenteng Agung), sebagian wilayah Banten, serta sebagian wilayah Jawa Barat seperti Bogor, Depok, Sukabumi, Cianjur, hingga Bandung Barat, beserta perairan di sekitarnya.

Klaster Ketinggian hingga 50.000 Kaki (Arah Barat Daya – Barat Laut): Menjangkau cakupan yang lebih luas mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatra Selatan, hingga Sumatra Barat. Selain daratan, klaster ketinggian ini melingkupi Selat Sunda bagian selatan serta perairan Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MBG Dihentikan Sementara di Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

MBG Dihentikan Sementara di Sekolah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

News | Senin, 07 September 2026 | 08:18 WIB

Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 41 Penerbangan Bandara Kualanamu Dibatalkan

Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 41 Penerbangan Bandara Kualanamu Dibatalkan

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 08:11 WIB

Harga Masker Melonjak Drastis saat Erupsi Anak Gunung Krakatau! Warga Keluhkan Aksi Nakal Seller

Harga Masker Melonjak Drastis saat Erupsi Anak Gunung Krakatau! Warga Keluhkan Aksi Nakal Seller

News | Senin, 07 September 2026 | 07:47 WIB

Imbas Abu Krakatau! Penutupan 7 Bandara Termasuk Soetta dan Halim Diperpanjang Sampai Senin Pagi

Imbas Abu Krakatau! Penutupan 7 Bandara Termasuk Soetta dan Halim Diperpanjang Sampai Senin Pagi

News | Senin, 07 September 2026 | 07:23 WIB

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, TransNusa Siapkan Opsi Ubah Jadwal hingga Refund

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, TransNusa Siapkan Opsi Ubah Jadwal hingga Refund

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 07:13 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Menkomdigi Minta Warga Saring Informasi Sebelum Sebarkan

Erupsi Anak Krakatau, Menkomdigi Minta Warga Saring Informasi Sebelum Sebarkan

Tekno | Senin, 07 September 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Pemkab Siak Ngaret Serahkan Dokumen, Pembahasan APBD-P Terancam Deadlock

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 09:03 WIB

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Shio Macan dan Naga Apakah Cocok? Intip Peruntungan Asmara, Karier hingga Keuangannya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 09:02 WIB

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Cakupan Konservasi Halmahera Diperluas, Pemantauan Biodiversitas Kini Sentuh 40 Titik

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 08:57 WIB

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Harga Cabai Keriting Meledak, Tembus Rp120 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:56 WIB

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Harga Saham Naik-Turun Signifikan, BEI Gembok UDNG, SEMA, dan ALKA

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Kasus ISPA di Rokan Hulu Meningkat saat Kabut Asap, Anak-anak Paling Banyak

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 08:52 WIB

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Eks Ajax Rendahkan Kualitas Maarten Paes: Levelnya Jauh di Bawah Marc-Andre ter Stegen

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 08:50 WIB

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Ditekan Kenaikan Cadangan Minyak AS, Harga Minyak Dunia Berbalik Turun

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 08:43 WIB

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Beras Shirataki Berapa Harganya? Cek 4 Merek Populer untuk Diet dan Gaya Hidup Sehat

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 08:38 WIB

×