- IHSG ditutup melemah 0,25 persen akibat aksi jual bersih asing senilai Rp590 miliar pada perdagangan kemarin.
- Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar global.
- Analis merekomendasikan sejumlah saham seperti IMPC, TINS, dan SSIA sebagai strategi trading jangka pendek di pasar modal.
Sebagai strategi trading jangka pendek, Reza memberikan rekomendasi saham IMPC dengan target harga di kisaran Rp 1.605-Rp 1.730 per saham, kemudian saham TINS pada target harga Rp 4.610-Rp 4.830 per saham, serta emiten KOTA dengan target Rp 224-Rp 236 per saham.
Dari meja riset lainnya, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas Fanny Suherman menyarankan investor untuk mencermati sejumlah ide trading pada saham SSIA, ADRO, BBRI, ERAA, COCO, dan COIN.
Efek lonjakan harga energi juga terlihat nyata pada lantai bursa Eropa, di mana saham raksasa migas BP dan Shell masing-masing terapresiasi sekitar 1 persen.
Di luar sektor energi, pergerakan positif di bursa London juga dicatatkan oleh saham Standard Life yang naik 2 persen, Ashmore yang menguat 1 persen, serta lonjakan 3 persen pada saham Spire Healthcare menyusul kabar rencana akuisisi perseroan.
Disclaimer: Artikel berita ini disajikan semata-mata untuk memberikan informasi publik mengenai dinamika pasar modal dan bukan merupakan saran, ajakan, atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham dan aset kripto tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing investor.