Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Terkoreksi ke Level Rp17.550

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 09 September 2026 | 09:35 WIB
Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Terkoreksi ke Level Rp17.550
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Mata uang rupiah menguat ke level Rp17.550 per dolar AS di pasar keuangan pada Selasa, 8 September.
  • Penguatan rupiah terjadi karena dolar AS terkoreksi dan adanya sentimen positif dari rilis data survei kepercayaan investor.
  • Mayoritas mata uang di kawasan Asia turut mengalami penguatan, dipimpin oleh yen Jepang sebesar 0,27 persen.

Suara.com - Kondisi rupiah terus menguat di pasar keuangan pagi ini. Mata uang Garuda meninggalkan level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Selasa 8 September dibuka ke level Rp 17.550 per dolar Amerika Serikat (AS).

Angka ini menguat 82 poin atau turun 0,47 persen hari sebelumnya yang ada di Rp17.615  per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pemguatan ini dikarenakan dolar AS terkoreksi.

Selain itu  data survey kepercayaan investor yang akan rilis hari ini bisa membuat rupiah mendapatkan sentimen positif.

"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS. Investor wait and see menantikan survey kepercayaan konsumen Indonesia untuk bulan Agustus yang akan dirilis siang ini. Pergerakan rupiah Rp17.550-Rp17.700," jelasnya saat dihubungi Suara.com.

Ilustrasi investor asing. [Pixabay]
Ilustrasi investor asing. [Pixabay]

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia cenderung menguat. Adapun, yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,27 persen. Disusul, peso Filipina yang terkerek 0,16 persen.

Selanjutnya, ada dolar Taiwan yang menanjak 0,16 persen dan won Korea Selatan terapresiasi 0,08 persen. Lalu, baht Thailand naik 0,043 persen.

Berikutnya, dolar Singapura terlihat menguat tipis 0,04 persen terhadap the greenback.

baca juga

Sedangkan ringgit Malaysia menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah tertekan 0,09 persen. Kemudian ada dolar Hong Kong terkontraksi 0,01 persen dan yuan China melemah tipis 0,007 persen pada pagi ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.690

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.690

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Dolar AS Keok Lagi, Rupiah Kian Perkasa ke Level Rp17.694

Dolar AS Keok Lagi, Rupiah Kian Perkasa ke Level Rp17.694

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 15:51 WIB

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Rupiah Terus Perkasa ke Level Rp17.714, Paling Kuat di Asia Tenggara

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Rupiah Makin Perkasa, Ditutup ke Rp17.748 per Dolar AS

Rupiah Makin Perkasa, Ditutup ke Rp17.748 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 16:16 WIB

Rupiah Berotot Pagi Ini ke Level Rp17.819

Rupiah Berotot Pagi Ini ke Level Rp17.819

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:59 WIB

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Rupiah Kian Menguat, Destry Damayanti: Respons Kebijakan Stabilisasi BI

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Terkini

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×