- PT Adhi Karya bersama PT Adhi Commuter Properti masih membahas kepastian suntikan dana dari Danantara Asset Management pada Rabu, 9 September 2026.
- Danantara berencana menyalurkan dana sebesar Rp456 miliar guna merampungkan penyelesaian 2.404 unit hunian yang sedang diproses.
- COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, berjanji segera menyelesaikan proyek mangkrak tersebut tanpa mengorbankan kepentingan konsumen.
Suara.com - Kelanjutan proyek LRT City milikPT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) masih belum jelas hingga kini. Sebab, dukungan dana dari Danantara ke Adhi Karya masih belum cair hingga kini.
Manajemen Adhi Karya mengungkapkan perseroan bersama PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) masih melakukan komunikasi dengan PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM perihal penyuntikan dana.
"Sampai dengan tanggal surat ini, skema, struktur, pihak penerima, maupun besaran pendanaan dimaksud masih dalam proses kajian dan pembahasan lebih lanjut dengan DAM," tulis Manajemen ADHI Karya dalam keterbukaan informasi yang dikutip Rabu (9/9/2026).
Dengan demikian, perseroan belum dapat menyampaikan nilai maupun bentuk pendanaan secara definitif dari Danantara.
![Danantara Indonesia mulai berbisnis Kendaraan listrik dengan menggandeng Grup Bakrie. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/02/43457-danantara-indonesia.jpg)
"Pelaksanaannya akan dilakukan dengan memperhatikan hasil kajian, keputusan dan/atau persetujuan yang diperlukan, serta sesuai dengan mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," lanjut Manajemen ADHI Karya.
Artinya, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai berapa besar dana yang akan diberikan Danantara, dalam bentuk apa, maupun pihak mana yang akan menerima pendanaan tersebut.
Saat ini, ADCP mengembangkan 12 kawasan dengan luas lebih dari 122 hektare. Total rencana pengembangannya mencapai sekitar 60.000 unit.
Dari 9.960 unit yang telah dipasarkan, sebanyak 5.484 unit telah terjual. Dari jumlah tersebut, baru 3.080 unit yang telah diserahterimakan kepada konsumen.
Sementara itu, sebanyak 2.404 unit masih dalam proses penyelesaian untuk kemudian diserahterimakan kepada konsumen.
Manajemen ADHI Karya menjelaskan dukungan pendanaan dari DAM saat ini juga dikaji untuk membantu menyelesaikan proyek-proyek tersebut.
"ADCP saat ini mengembangkan 12 kawasan dengan luas lebih dari 122 Ha, dengan rencana pengembangan sekitar 60.000 unit. Dari unit yang telah dipasarkan sebanyak 9.960 unit, sebanyak 5.484 unit telah terjual, dengan 3.080 unit telah diserahterimakan dan 2.404 unit masih dalam proses penyelesaian untuk serah terima kepada konsumen," tulis Manajemen ADHI Karya.
Terkait 2.404 unit yang masih dalam proses tersebut, kebutuhan pendanaan menjadi salah satu hal yang masih dibahas bersama DAM.
"Adapun rincian kebutuhan pendanaan, progress konstruksi, serta target penyelesaian dan serah terima masing-masing proyek masih dalam proses finalisasi kajian," jelas Manajemen ADHI Karya.
Untuk diketahui, Danantara akan mengguyur dana Rp456 miliar agar proyek yang tadinya mangkrak bisa hidup kembali. Dana itu akan menyelesaikan 2.000 unit hunian,
COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria memperingatkan pihak Adhi Karya untuk tidak mengorbankan kepentingan konsumen. Dony berjanji akan segera menyelesaikan proyek yang mangkrak tersebut.
"Bayangkan orang menyisakan uangnya, menempatkan uangnya, itu uang tabungannya. Apalagi itu uang untuk rumah pertama. Itu dzolim namanya. Jadi teman-teman yakin lah sama saya, pasti itu akan saya bereskan," bebernya.