Rupiah Paling Berotot se-Asia Hari Ini, Ditutup ke Level Rp17.511

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Rabu, 09 September 2026 | 17:06 WIB
Rupiah Paling Berotot se-Asia Hari Ini, Ditutup ke Level Rp17.511
Rupiah paling kuat diantara mata uang lainnya. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah menguat 121 poin ke level Rp17.511 per dolar AS pada Rabu, 9 September 2026.
  • Penguatan rupiah didorong oleh data ekonomi domestik, khususnya kenaikan tingkat kepercayaan konsumen yang melampaui perkiraan.
  • Rupiah tercatat sebagai mata uang dengan kinerja paling kuat di antara seluruh mata uang Asia lainnya.

Suara.com - Nilai tukar rupiah berotot melawan dolar AS pada penutupan Rabu, 9 September 2026. Bahkan, mata uang Garuda paling kuat diantara nilai tukar asia lainnya..

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp17.511 per dolar AS, menguat 121 poin atau melonjak 0,69 persen.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan rupiah terdorong data ekonomi dalam negeri yang positifi, terutama lonjakan data kepercayaan konsumen.

"Rupiah ditutup menguat cukup besar terhadap dolar AS setelah data menunjukkan kenaikan pada tingkat kepercayaan konsumen yang lebih tinggi dari perkiraan," ujarnya saat dihubungi.

Bank Indonesia memastikan cadangan devisa sebesar USD 114 miliar cukup untuk intervensi guna menstabilkan nilai tukar rupiah. [Antara]
Rupiah paling kuat diantara mata uang lainnya. [Antara]

Namun, Lukman melanjutkan, investor harus waspada dalam penguatan rupiah akhir-akhir ini, karena sangat rawan ambil untung.

"Penguatan besar belakangan ini rentan aksi profit taking. Investor masih menantikan data inflasi produsen AS dan konsumen AS dalam dua hari kedepan," jelasnya.

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia menguat. Di mana, yen Jepang berada satu level di bawah rupiah setelah menanjak 0,57 persen.

Selanjutnya ada won Korea Selatan terkerek 0,36 persen dan baht Thailand melesat 0,21 persen. Disusul, peso Filipina yang sudah ditutup terapresiasi 0,19 persen.

Berikutnya, dolar Taiwan juga sudah ditutup naik 0,16 persen dan dolar Singapura terkerek 0,09 persen.

baca juga

Lalu, yuan China menguat tipis 0,02 persen. Sedangkan, rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,62 persen.

Kemudian ada ringgit Malaysia yang turun 0,13 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen terhadap the greenback.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Terkoreksi ke Level Rp17.550

Rupiah Terus Menguat, Dolar AS Terkoreksi ke Level Rp17.550

Bisnis | Rabu, 09 September 2026 | 09:35 WIB

Rupiah Makin Kekar Lawan Dolar AS, Ditutup ke Level Rp17.632

Rupiah Makin Kekar Lawan Dolar AS, Ditutup ke Level Rp17.632

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 16:52 WIB

Rupiah Ngamuk, Dolar AS Tertekan ke Level Rp17.615

Rupiah Ngamuk, Dolar AS Tertekan ke Level Rp17.615

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 09:51 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×