Ada 3 Bakteri Patogen di Menu MBG Karo, Dokter Bedah Sebut Bisa Picu Komplikasi Berat pada Siswa

Chyntia Sami Bhayangkara, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 09 September 2026 | 17:01 WIB
Ada 3 Bakteri Patogen di Menu MBG Karo, Dokter Bedah Sebut Bisa Picu Komplikasi Berat pada Siswa
Ilustrasi Menu MBG. (Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi)
baca 10 detik
  • Keracunan MBG di Berastagi dipicu kontaminasi tiga bakteri berbahaya sekaligus.

  • Bakteri E. coli pemicu keracunan MBG di Berastagi berisiko gagal ginjal.

  • Dokter soroti komplikasi keracunan MBG di Berastagi hingga gangguan saraf.

Suara.com - Kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang terjadi pada 13 Agustus 2026 lalu terus menyita perhatian publik.

Insiden memilukan ini dilaporkan berdampak pada 279 hingga 361 siswa dari beberapa sekolah, termasuk SMAN 1 Berastagi dan SMK Swasta Bersama.

Berdasarkan hasil uji mikrobiologi UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara yang diungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Karo pada 7 September 2026, sampel makanan yang dikonsumsi para siswa terbukti terkontaminasi tiga bakteri berbahaya sekaligus.

Temuan laboratorium mengonfirmasi adanya Bacillus cereus pada nasi, Staphylococcus aureus pada ikan dencis saus dan sampel muntah siswa, serta Escherichia coli (E. coli) pada buah melon.

Sorotan tajam pun datang dari dr. Ferry Kusmalingga melalui unggahannya di platform Utas (Threads).

Ia membeberkan bahaya kombinasi ketiga bakteri tersebut hingga pemicu munculnya komplikasi berat seperti gagal ginjal hingga gangguan saraf otak.

"Salah satu penyebab keracunan yang sudah jelas karena ditemukannya Staphylococcus aureus dalam sampel. SA dapat mencemari makanan melalui tangan 'penjamah' makanan, kulit/hidung, kemudian berkembang biak apabila makanan disimpan pada suhu yang tidak tepat," tulis dr. Ferry.

Ia menjelaskan bahwa Staphylococcus aureus menghasilkan enterotoksin tahan panas yang dapat memicu muntah hebat, mual, kram perut, dan diare, meskipun makanan sudah dipanaskan ulang.

Sementara itu, kandungan Bacillus cereus pada nasi umumnya dipicu akibat pengolahan skala besar yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.

baca juga

Misteri Komplikasi Gagal Ginjal dan Gangguan Saraf

Hal yang paling menyita perhatian dr. Ferry adalah adanya laporan korban yang mengalami gejala gagal ginjal akut hingga dugaan amnesia atau gangguan saraf otak pascakeracunan.

Menurutnya, temuan E. coli pada sampel buah melon berpotensi menjadi biang kerok masalah ginjal para siswa.

"Yang menarik karena ada laporan case gagal ginjal dari korban. Ditemukannya bakteri E. coli di melon dari sekolah. Karena memang beberapa strain bakteri Escherichia coli (E. coli) dapat menyebabkan gagal ginjal, terutama melalui komplikasi dari strain tertentu atau infeksi berat," terangnya.

Secara khusus, strain Shiga toxin-producing E. coli (STEC) diketahui dapat memicu Hemolytic Uremic Syndrome (HUS, kondisi medis serius yang menyebabkan kerusakan sel darah, penurunan trombosit, hingga cedera ginjal akut (acute kidney injury).

Selain itu, gagal ginjal juga bisa dipicu oleh dehidrasi berat dan penurunan tekanan darah drastis akibat muntah serta diare terus-menerus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Monopoli Bahan Pangan Jadi Celah Korupsi MBG, Kortastipidkor Ingatkan SPPG

Monopoli Bahan Pangan Jadi Celah Korupsi MBG, Kortastipidkor Ingatkan SPPG

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:52 WIB

DPR Minta BGN Tanggung Biaya Pemulihan Siswa Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG

DPR Minta BGN Tanggung Biaya Pemulihan Siswa Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG

News | Rabu, 09 September 2026 | 15:51 WIB

BGN Bekukan 1.999 Aktivitas Operasional SPPG Usai Kasus Keracunan MBG

BGN Bekukan 1.999 Aktivitas Operasional SPPG Usai Kasus Keracunan MBG

Video | Rabu, 09 September 2026 | 15:08 WIB

3 Rekomendasi Serum Symwhite 377 Lokal Terbaik untuk Flek Hitam, Sesuai Review Pembeli

3 Rekomendasi Serum Symwhite 377 Lokal Terbaik untuk Flek Hitam, Sesuai Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 13:25 WIB

5 Rekomendasi HP RAM 8 GB Rp1 Jutaan, Cek Spesifikasi dan Harganya

5 Rekomendasi HP RAM 8 GB Rp1 Jutaan, Cek Spesifikasi dan Harganya

Tekno | Rabu, 09 September 2026 | 14:41 WIB

Perbedaan Mesh Cushion dan Sponge Cushion, Lengkap dengan 3 Rekomendasi Produknya

Perbedaan Mesh Cushion dan Sponge Cushion, Lengkap dengan 3 Rekomendasi Produknya

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 13:45 WIB

Terkini

Harga Emas Antam Masih Terus Naik Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Harga Emas Antam Masih Terus Naik Jadi Rp2,57 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Cara Pakai Tinted Sunscreen Wardah yang Benar, Cukup 2 Jari

Cara Pakai Tinted Sunscreen Wardah yang Benar, Cukup 2 Jari

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Kapolres Bogor: Terduga Bukan Suporter

Kasus Bobotoh Tewas Dibacok, Kapolres Bogor: Terduga Bukan Suporter

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:44 WIB

Laba SIG Meroket 471 Persen, Tata Kelola Perusahaan Terus Dipacu

Laba SIG Meroket 471 Persen, Tata Kelola Perusahaan Terus Dipacu

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Mentan Duga Ada Pihak yang Permainkan Harga Ayam

Mentan Duga Ada Pihak yang Permainkan Harga Ayam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Demo di Monas, Tugu Tani, dan DPR: Simak Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Hari Ini

Demo di Monas, Tugu Tani, dan DPR: Simak Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Hari Ini

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Viral PT KAI Dicibir Pakai AI untuk Desain Livery Gerbong Kereta, Jari Anime Ada 6

Viral PT KAI Dicibir Pakai AI untuk Desain Livery Gerbong Kereta, Jari Anime Ada 6

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Aset Kripto dalam Perspektif Syariah, Benarkah Bisa Jadi Instrumen Investasi?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Tilap Duit Kasus, Oknum Advokat di Metro Ditangkap Usai Tipu Klien Puluhan Juta

Tilap Duit Kasus, Oknum Advokat di Metro Ditangkap Usai Tipu Klien Puluhan Juta

Lampung | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:34 WIB

×