- Bank Indonesia mencatat penjualan properti residensial primer triwulan II 2026 mengalami kontraksi tahunan sebesar 2,36 persen.
- PT Wahana Realty Cipta melanjutkan pembangunan kawasan hunian terpadu Paradiso@Sentul di atas lahan seluas 22 hektar.
- PT Wahana Realty Cipta menargetkan serah terima pertama hunian Paradiso@Sentul kepada konsumen pada akhir November 2026.
Suara.com - Berdasarkan Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia pada triwulan II 2026, penjualan properti residensial di pasar primer masih mengalami kontraksi sebesar 2,36 persen secara tahunan.
Meski demikian, angka tersebut membaik signifikan dibandingkan kontraksi sebesar 25,67 persen pada triwulan sebelumnya. Survei yang sama juga mencatat sekitar r masih dilakukan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Pertumbuhan KPR ini juga terjadi pada PT Wahana Realty Cipta (PT WRC). Dalam hal ini, Direktur PT Wahana Realty Cipta, Maximilian Widjaja, mengatakan sektor perumahan masih menjadi salah satu perhatian pemerintah. Apalagi, program 3 juta rumah menjadi target untuk perseroan.
"Pada Juli 2026, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman kembali menegaskan percepatan Program Prioritas Nasional 3 Juta Rumah serta mendorong keterlibatan pengembang dalam memperluas penyediaan hunian berkualitas," katanya dalam siaran pers yang diterima, Jumat (11/9/2026).
Dia menambahkan, percepatan pembangunan merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga kepercayaan konsumen. Sekqligus memastikan komitmen serah terima dapat dilaksanakan sesuai jadwal.
“Fokus kami saat ini adalah memastikan pembangunan berjalan sesuai tahapan dan kualitas yang telah ditetapkan. Karena proses pengembangan, konstruksi, hingga pengendalian kualitas kami awasi secara menyeluruh, setiap progres dapat kami kontrol agar konsumen mendapatkan kepastian terhadap rumah yang telah mereka beli,” jelas Maximilian.
Sementara itu, pembangunan kawasan hunian Paradiso@Sentul yang dikembangkan PT Wahana Realty Cipta (PT WRC) terus berlanjut menuju tahap penyelesaian.
Sejumlah infrastruktur utama, seperti gerbang utama dan jalan boulevard, telah rampung dibangun. Sementara itu, pembangunan Family Club House dan rumah-rumah di Cluster Terra kini memasuki tahap penyelesaian.
PT WRC menargetkan proses serah terima pertama hunian kepada konsumen dapat dimulai pada akhir November 2026.
Perkembangan pembangunan tersebut berlangsung di tengah kondisi pasar properti residensial nasional yang mulai menunjukkan perbaikan.
Dalam kondisi tersebut, PT WRC melihat kebutuhan konsumen terhadap hunian tidak lagi sebatas bangunan rumah. Aksesibilitas, kualitas lingkungan, fasilitas pendukung aktivitas keluarga, serta kepastian pembangunan menjadi sejumlah pertimbangan dalam memilih hunian.
Paradiso@Sentul dikembangkan untuk menyasar antara lain keluarga muda, pembeli yang ingin meningkatkan kelas hunian pertamanya, serta pencari properti di koridor Jakarta–Bogor yang tetap membutuhkan konektivitas dengan Jakarta, tetapi menginginkan lingkungan tinggal yang lebih tenang.
Kawasan tersebut dikembangkan di atas lahan sekitar 22 hektar dengan rencana sekitar 750 unit hunian secara keseluruhan.
Paradiso@Sentul juga mengusung konsep integrated development yang memadukan area residensial dengan fasilitas komersial dan lifestyle.
Konsep kawasan menjadi salah satu bagian yang ditonjolkan dalam pengembangan Paradiso@Sentul.
Selain berada di lingkungan Sentul yang memiliki karakter pegunungan dan ruang hijau, kawasan ini dirancang agar sebagian kebutuhan dan aktivitas penghuni dapat dilakukan di dalam kawasan.

Fasilitas yang dikembangkan mencakup Family Club House, area olahraga dan aktivitas keluarga, ruang terbuka hijau, area bermain anak, serta area komersial dan lifestyle.
Selain menyelesaikan unit rumah, PT WRC melanjutkan pembangunan fasilitas kawasan agar dapat digunakan seiring dengan mulai ditempatinya hunian.
Sales & Marketing Division Head PT Wahana Realty Cipta, Herry Santoso mengatakan, perubahan pertimbangan konsumen menjadi salah satu dasar pengembangan Paradiso@Sentul.
“Konsumen sekarang semakin kritis dalam memilih hunian. Bukan hanya desain rumah yang dilihat, tetapi juga akses, lingkungan, fasilitas, serta kepastian bahwa kawasan benar-benar dibangun," kata Henry.
Karena itu, dia menambahkan, Paradiso@Sentul diarahkan untuk keluarga yang ingin tetap memiliki konektivitas dengan Jakarta, tetapi membutuhkan lingkungan tinggal yang lebih nyaman untuk aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, Property Development Division Head PT Wahana Realty Cipta, Danu Hadi Wijaya, menjelaskan bahwa pengembangan fasilitas dan ruang bersama telah menjadi bagian dari perencanaan kawasan sejak awal.
“Kami merancang kawasan agar kebutuhan aktivitas keluarga tidak berhenti di dalam rumah. Family Club House, ruang terbuka, area olahraga dan bermain, hingga fasilitas komersial dikembangkan sebagai bagian yang saling terhubung, dengan tetap mempertahankan karakter lingkungan hijau yang menjadi salah satu kekuatan kawasan Sentul,” beber Danu.
Penyelesaian pembangunan Paradiso@Sentul juga diharapkan dapat memperkuat perkembangan koridor Jalan Alternatif Sentul.
Kehadiran area hunian, fasilitas komunitas, serta pengembangan komersial di dalam kawasan dinilai berpotensi menambah aktivitas baru yang melengkapi perkembangan kawasan Sentul Selatan.

Dengan pembangunan yang terus berlanjut menuju tahap penyelesaian, PT WRC menargetkan serah terima pertama Paradiso@Sentul dimulai pada akhir November 2026. Tahap tersebut sekaligus menjadi awal beroperasinya kawasan sebagai lingkungan hunian.