- IHSG diproyeksikan berpeluang mencetak penguatan teknikal pada perdagangan Senin, 14 September 2026, yang didorong oleh sentimen positif Wall Street.
- Analis Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi memperkirakan indeks domestik tersebut berpotensi mengalami pembalikan arah dengan mempertahankan level support 6.478.
- Pergerakan pasar global turut dipengaruhi inflasi AS yang mencapai 3,4 persen sehingga memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Di sudut lain, saham ACV Auctions terbang 44 persen merespons kesepakatan akuisisi bernilai nyaris US$1,9 miliar oleh Copart.
Sebaliknya, pasar saham di kawasan Asia-Pasifik justru berguguran tertekan sentimen lonjakan harga komoditas global. Indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,9 persen, Nikkei 225 Jepang merosot 1,8 persen, Taiex Taiwan melemah 1,6 persen, dan Hang Seng Hong Kong turun 0,6 persen.
Kejatuhan Nikkei turut disumbang anjloknya saham Resonac Holdings hingga 8,12 persen, Kioxia Holdings susut 7,11 persen, dan Sumco tergelincir 6,77 persen.
Sementara itu dari pasar komoditas, harga minyak mentah Brent kendati sempat terkoreksi nyaris 3 persen akibat wacana pertemuan Iran dan negara Teluk di Oman terkait jalur Selat Hormuz, namun harganya tetap kokoh di atas US$104 per barel dengan mengukir rekor kenaikan mingguan mencapai 9 persen akibat tegangnya konflik Timur Tengah.
Hal berbeda justru dialami perekonomian Inggris, di mana data Office for National Statistics (ONS) menunjukkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Juli 2026 melesat 1,6 persen secara tahunan, mencetak rekor pertumbuhan tercepat dalam 18 bulan terakhir berkat daya dorong sektor jasa dan bisnis berbasis AI.
Menghadapi perpaduan dinamika sentimen domestik dan global tersebut, sejumlah analis dan perusahaan sekuritas merilis daftar rekomendasi saham untuk memandu keputusan investasi pelaku pasar:
- BNI Sekuritas: Mematok strategi beli spekulatif (Speculative Buy) pada saham BBRI (area beli 3.250-3.270, target 3.320-3.370), DEWA (area beli 412-418, target 424-432), JPFA (area beli 2.250, target 2.270-2.320), TPIA (area beli 1.870-1.880, target 1.900-1.920), BIPI (area beli 142-146, target 150-156), serta emiten kertas INKP (area beli 8.675-8.850, target 8.975-9.050).
- BRI Danareksa Sekuritas: Mengunggulkan pergerakan saham UNTR yang diproyeksi melanjutkan reli penguatan usai mencetak formasi pola cup & handle serta sanggup menembus level resistensi, dengan didukung rencana injeksi belanja modal (capex) raksasa dari sang induk ASII senilai Rp36 triliun. Pihaknya juga merekomendasikan saham IMPC yang terpantau bullish untuk membidik target 1.785-1.890, serta memantau saham TINS.
- MNC Sekuritas: Mengarahkan pantauan investor untuk mencermati potensi pergerakan saham ADMR (rentang 1.710–1.765), INET (rentang 366–400), dan NCKL (rentang 980–1.060).
- Kiwoom Sekuritas Indonesia: Menyarankan strategi buy on break pada saham ISAT ketika berhasil menembus level 2.480, serta aksi beli spekulatif pada saham pelayaran BULL dengan membidik area resistensi 478.
Disclaimer: Artikel berita ini menyajikan informasi, data, serta analisis pergerakan pasar saham dan indikator makroekonomi global. Konten ini murni bersifat informatif dan jurnalistik, serta tidak bertujuan sebagai rekomendasi, ajakan, atau saran finansial untuk membeli, menahan, maupun menjual instrumen investasi apa pun. Segala keputusan bertransaksi dan risiko investasi merupakan tanggung jawab penuh masing-masing individu.