Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 15 September 2026 | 08:27 WIB
Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan
Hilirisasi nikel yang selama ini digadang-gadang sebagai mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia ternyata masih menyisakan persoalan besar. Foto Ester Nadya-Suara.com
baca 10 detik
  • Hilirisasi nikel belum banyak meningkatkan kesejahteraan warga lokal.
  • Hanya 30 dari 5.638 UMKM Morowali bermitra dengan industri besar.
  • Serapan pekerja lokal di smelter masih rendah, hanya 8%-15%.

Suara.com - Hilirisasi nikel yang selama ini digadang-gadang sebagai mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia ternyata masih menyisakan persoalan besar. Di tengah lonjakan industri pengolahan di kawasan tambang, manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal dinilai belum sebanding dengan perubahan struktur ekonomi yang terjadi.

Executive Director CORE Indonesia Mohammad Faisal mengungkapkan, hilirisasi nikel di Indonesia sebenarnya masih berada pada tahap awal. Sekitar 71% produk nikel yang dihasilkan masih berupa stainless steel, sedangkan produk baterai baru menyumbang sekitar 3%.

"Artinya hilirisasi kita ini masih awal. Kalau kita lihat, 71% itu masih stainless steel, kemudian baterai baru sekitar 3%," kata Faisal dalam Sosialisasi MediaMIND 2026 yang digelar MIND ID di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Persoalan tersebut semakin terlihat jika melihat kondisi daerah yang menjadi pusat industri nikel, salah satunya Morowali dan Morowali Utara. Dalam satu dekade, struktur ekonomi wilayah tersebut berubah drastis dari sektor primer seperti pertambangan dan pertanian menjadi sekitar 75% industri pengolahan.

Perubahan tersebut turut mendorong lonjakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Namun, peningkatan aktivitas ekonomi itu belum otomatis meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.

Faisal mencatat pengeluaran per kapita masyarakat, yang digunakannya sebagai proksi pendapatan, hanya meningkat sekitar 2% dalam periode yang sama.

"Kalau kita lihat pengeluaran per kapita, sebagai proxy pendapatan masyarakat, kenaikannya hanya sekitar 2%," ujarnya.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam distribusi manfaat hilirisasi. Industri memang tumbuh pesat, tetapi pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya mengalir ke kantong masyarakat di sekitar kawasan industri.

Masalah lain muncul dari minimnya keterlibatan pelaku usaha lokal. Dari sekitar 5.638 UMKM yang terintegrasi di Morowali, Faisal menyebut baru sekitar 30 UMKM yang benar-benar bermitra dengan industri besar.

baca juga

Menurut dia, kondisi itu menunjukkan masih terdapat jarak yang lebar antara industri skala besar dengan pelaku usaha lokal. Dibutuhkan tahap "bridging" sekaligus penguatan kapasitas UMKM agar keberadaan kawasan industri tidak hanya menciptakan aktivitas ekonomi bagi perusahaan besar.

Dari sisi ketenagakerjaan, persoalannya juga belum selesai. Serapan pekerja lokal di industri smelter disebut masih berada di kisaran 8%-15%.

Padahal, salah satu alasan utama hilirisasi didorong pemerintah adalah menciptakan nilai tambah sekaligus membuka lapangan kerja di dalam negeri.

Morowali memang dinilai mulai merespons persoalan tersebut melalui pembangunan politeknik dan sekolah vokasi. Namun, Faisal menyebut masih terdapat preferensi tertentu terhadap pekerja asing di industri smelter.

Masalah ini menjadi tantangan serius bagi ambisi pemerintah menjadikan hilirisasi sebagai fondasi industrialisasi nasional. Sebab, tingginya investasi dan produksi industri belum cukup jika masyarakat di sekitar sumber daya alam justru hanya mendapatkan manfaat ekonomi yang terbatas.

Sementara itu, Head of Strategy and Business Development PT Vale Indonesia Tbk Mateus Sigit Harisulistya mengatakan pengembangan pengolahan nikel menggunakan teknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) membutuhkan modal besar dan waktu panjang. Karena itu, daya saing biaya harus terus dijaga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

News | Senin, 14 September 2026 | 17:23 WIB

Terkini

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:27 WIB

5 Warna Keramik Lantai yang Membuat Rumah Tampak Lebih Luas dan Besar

5 Warna Keramik Lantai yang Membuat Rumah Tampak Lebih Luas dan Besar

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 08:26 WIB

Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar

Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 08:26 WIB

Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Terbakar 3.378 Hektare

Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Terbakar 3.378 Hektare

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 08:23 WIB

Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa

Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 08:18 WIB

KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil Laut dalam Kondisi Terbalik

KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil Laut dalam Kondisi Terbalik

News | Selasa, 15 September 2026 | 08:15 WIB

Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli

Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 08:09 WIB

Emiten Sandiaga Uno Bidik Bisnis Halal Lintas Negara

Emiten Sandiaga Uno Bidik Bisnis Halal Lintas Negara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:02 WIB

Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!

Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB

×