Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 15 September 2026 | 08:27 WIB
Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan
Hilirisasi nikel yang selama ini digadang-gadang sebagai mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia ternyata masih menyisakan persoalan besar. Foto Ester Nadya-Suara.com
baca 10 detik
  • Hilirisasi nikel belum banyak meningkatkan kesejahteraan warga lokal.
  • Hanya 30 dari 5.638 UMKM Morowali bermitra dengan industri besar.
  • Serapan pekerja lokal di smelter masih rendah, hanya 8%-15%.

Ia juga mengakui proses HPAL menghasilkan emisi serta residu tailing dalam jumlah signifikan. Meski demikian, perusahaan meyakini persoalan tersebut dapat dikelola melalui mitra yang tepat dan pemenuhan standar internasional.

"Kita akan melihat bagaimana HPAL ini akan berkembang di Indonesia, dan nantinya ketika downstreaming itu memang berjalan lebih lanjut di Indonesia, itu akan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi Indonesia," kata Mateus.

Direktur Utama IBC Aditya F. Arif menambahkan Indonesia perlu terjun lebih jauh ke industri baterai agar mineral dalam negeri tidak berhenti pada produk setengah jadi.

Menurut dia, Indonesia harus masuk langsung ke pengembangan teknologi baterai untuk memastikan sumber daya mineral nasional benar-benar digunakan dalam industri baterai.

"Kita harus masuk ke dalamnya. Jadi jika kita ingin mineral kita betul-betul digunakan dalam industri baterai, maka kita harus terjun langsung ke dalam pengembangannya," ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi agenda hilirisasi Indonesia. Pasalnya, meski memiliki cadangan nikel dan investasi smelter yang terus berkembang, porsi produk yang masuk ke rantai industri baterai masih relatif kecil.

Hal ini menjadi salah satu persoalan yang mengemuka dalam Sosialisasi MediaMIND 2026 yang diselenggarakan MIND ID dengan tema "Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri". Kompetisi jurnalistik tersebut mengangkat sejumlah isu pertambangan, mulai dari ekonomi dan investasi, ESG dan green mining, industrialisasi, kontribusi sosial, transformasi, inovasi hingga hilirisasi.

Corporate Secretary MIND ID Pria Utama mengatakan MediaMIND merupakan program tahunan yang ditujukan untuk memperluas pemahaman publik mengenai industri pertambangan, termasuk upaya perusahaan dalam menerapkan prinsip ESG.

"Kami itu sebenarnya ingin mempublikasikan bahwa tambang itu tidak selalu negatif. Tidak sekadar pertama menambang, terus kami tinggalkan, terus merusak ekosistem lingkungan. Kami punya ESG," kata Pria.

baca juga

Reporter: Ester Nadya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

News | Senin, 14 September 2026 | 17:23 WIB

Terkini

Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Terbakar 3.378 Hektare

Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Terbakar 3.378 Hektare

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 08:23 WIB

Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa

Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa

Sulsel | Selasa, 15 September 2026 | 08:18 WIB

KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil Laut dalam Kondisi Terbalik

KM Virgo Transport 8 Bergeser 1,6 Mil Laut dalam Kondisi Terbalik

News | Selasa, 15 September 2026 | 08:15 WIB

Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli

Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 08:09 WIB

Emiten Sandiaga Uno Bidik Bisnis Halal Lintas Negara

Emiten Sandiaga Uno Bidik Bisnis Halal Lintas Negara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:02 WIB

Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!

Review Film Practical Magic: The Book Of Magic, Nostalgia Sihir yang Indah!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Kemarau Panjang Bikin Waduk Gembong Makin Mengering

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 08:00 WIB

Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik

Ayahnya Dicopot dari Menkeu, Anak Purbaya Singgung Bawahan Korup: Pensiun Aja dari Politik

News | Selasa, 15 September 2026 | 07:57 WIB

Maybank Indonesia Resmi Jadi Grup Keuangan Terintegrasi, Gabungkan 5 Entitas Jasa Keuangan

Maybank Indonesia Resmi Jadi Grup Keuangan Terintegrasi, Gabungkan 5 Entitas Jasa Keuangan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:56 WIB

4 Zodiak Beruntung yang Diprediksi Ketiban Rezeki Melimpah pada 15 September 2026

4 Zodiak Beruntung yang Diprediksi Ketiban Rezeki Melimpah pada 15 September 2026

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 07:54 WIB

×