Pelanggan Kecewa Beras Fortifikasi Palsu: Beli karena Enak, Ternyata Harganya Kemahalan

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB
Pelanggan Kecewa Beras Fortifikasi Palsu: Beli karena Enak, Ternyata Harganya Kemahalan
Jumpa pers bahas beras fortifikasi diduga lakukan penipuan di Jakarta, Selasa (15/9/2026). [Suara.com/Fakhri]
baca 10 detik
  • Kementerian Pertanian mengungkap dugaan penipuan 25 merek beras fortifikasi di Jakarta pada September 2026 yang kandungannya tidak sesuai label.
  • Pelanggan bernama Dea merasa kecewa dan dirugikan setelah mengetahui harga beras Sumo serta Idola jauh lebih mahal dari seharusnya.
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan beras fortifikasi palsu dijual hingga Rp57.600 per kilogram dari harga wajar Rp13.500.

Suara.com - Kasus dugaan beras fortifikasi palsu membuat sejumlah konsumen merasa kecewa. Salah satunya Dea (29), pelanggan yang rutin membeli beras merek Sumo dan Idola.

Dea mengaku, memilih kedua merek tersebut karena mempertimbangkan kualitas nasi yang dihasilkan. Menurut dia, nasi dari beras tersebut terasa enak dan pulen serta tidak cepat basi.

Meski harganya relatif lebih mahal dibandingkan beras lainnya dengan kisaran Rp65 ribu sampai Rp105 ribu per kilogram untuk dua merk itu, Dea tetap memilihnya karena merasa kualitas yang didapat sebanding dengan harga yang dibayarkan.

"Saya beli itu karena rasanya memang enak, nasinya pulen, terus menurut saya juga tidak cepat basi. Jadi walaupun harganya lebih mahal, saya tetap beli," kata Dea kepada Suara.com, Kamis (17/8/2026).

Namun, Dea mengaku kecewa setelah mengetahui adanya kasus dugaan beras fortifikasi palsu. Terlebih, dia mendapat informasi harga beras tersebut semestinya tidak setinggi harga yang selama ini dibayarkan konsumen.

"Yang bikin kecewa itu ternyata kalau memang benar harganya tidak seharusnya semahal itu. Kita sebagai pembeli kan selama ini bayar karena mengira kualitas dan klaim produknya memang sesuai," ujarnya.

Polda Metro Jaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan dan harga beras di sejumlah pasar serta pusat perbelanjaan di Kota Tangerang. [Suara.com/Polda Metro Jaya]
Ilustrasi beras di sejumlah pasar serta pusat perbelanjaan di Kota Tangerang. [Suara.com/Polda Metro Jaya]

Dea merasa konsumen seperti dirinya menjadi pihak yang dirugikan apabila produk yang dibeli ternyata dijual dengan harga jauh di atas harga yang seharusnya.

Menurut dia, konsumen selama ini tidak memiliki banyak informasi mengenai proses produksi maupun kandungan yang terdapat dalam beras. Karena itu, konsumen hanya dapat mengandalkan informasi yang tercantum pada kemasan dan harga yang ditawarkan.

"Kita sebagai konsumen kan enggak mungkin tahu prosesnya seperti apa. Kita lihat mereknya, kemasannya, terus beli. Kalau ternyata ada yang tidak sesuai, ya pasti merasa tertipu," katanya.

baca juga

Meski kecewa, Dea mengaku belum berniat mengganti beras yang biasa dikonsumsinya dengan merek lain. Dia masih menyukai rasa dan kualitas nasi dari beras Sumo dan Idola.

"Saya sebenarnya enggak mau ganti ke merek lain. Sudah cocok sama rasanya. Cuma kalau memang ada masalah seperti ini, saya berharap harganya juga dikembalikan ke harga yang sebenarnya," tuturnya.

Dea berharap produsen yang produknya terbukti melakukan pelanggaran dapat memberikan harga yang sesuai dengan kualitas dan kandungan sebenarnya. Menurut dia, konsumen berhak mendapatkan produk sesuai informasi yang diberikan saat membeli.

"Kalau memang ternyata bukan seperti yang diklaim, ya jangan dijual semahal itu. Saya berharap merek-merek yang terbukti bermasalah bisa memberikan harga yang sesuai dengan kondisi produknya," pungkas Dea.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap adanya dugaan penipuan dalam perdagangan beras fortifikasi.

Sebanyak 25 merek beras fortifikasi disebut menjadi temuan pemerintah karena diduga tidak sesuai dengan standar maupun kandungan yang tercantum pada label.

Berdasarkan pemaparan Kementan, sejumlah produk yang ditampilkan antara lain Rojo Lele, Topi Koki, HOK-1, Maknyuss, Cantik Manis, Idola, Anak Raja, Induk Ayam, Sumo, AAA Wijaya Kusuma, Rasvit, Ikan Mas Cupang, 111 Golden Number, Induk Ayam, Pelikan, Wellfarm, Penari Bangkok, dan Nutri Rice dari BUMD DKI Food Station.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam jumpa pers bahas beras fortifikasi diduga lakukan penipuan di Jakarta, Selasa (15/9/2026). [Suara.com/Fakhri]
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam jumpa pers bahas beras fortifikasi diduga lakukan penipuan di Jakarta, Selasa (15/9/2026). [Suara.com/Fakhri]

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan temuan tersebut merupakan bagian dari pengawasan pemerintah terhadap peredaran beras di Indonesia. Temuan ini muncul setelah sejumlah produk diperiksa dan diuji di laboratorium.

"Katanya fortifikasi, setelah kita cek di lab, ada empat lab kredibel, kita cek ternyata tidak sesuai dengan labelnya," kata Amran dalam konferensi pers di Kementan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Amran menyebut beras yang seharusnya merupakan produk fortifikasi justru diduga hanya berupa beras biasa. Padahal, produk tersebut dipasarkan dengan label dan harga sebagai beras fortifikasi.

Amran menyebut, temuan ini menjadi perhatian serius lantaran beras fortifikasi pada dasarnya ditujukan untuk kelompok masyarakat rentan, seperti masyarakat miskin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan kelompok yang membutuhkan pemenuhan gizi.

"Fortifikasi ini adalah untuk stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, balita, bukan untuk penipuan oleh pemburu rente," tegas Amran.

Amran mengungkap ada beras yang dijual dengan harga mencapai Rp57.600 per kilogram. Padahal, harga wajar beras yang seharusnya sekitar Rp13.500 per kilogram.
Dengan demikian, terdapat selisih harga hingga Rp44.100 per kilogram.

"Yang tertinggi Rp57.000. Padahal begitu dicek, seharusnya harganya Rp13.000, karena beras biasa," ujar Amran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Harganya Tembus Rp84.000 per Kg

Cabai Rawit Merah Makin Pedas, Harganya Tembus Rp84.000 per Kg

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 10:27 WIB

Surplus 3 Juta Ton, Apakah Harga Beras Sudah Terjangkau?

Surplus 3 Juta Ton, Apakah Harga Beras Sudah Terjangkau?

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 13:08 WIB

Bulog Gelontorkan Beras ke Pasar dan Ritel, Jaga Harga Sesuai HET

Bulog Gelontorkan Beras ke Pasar dan Ritel, Jaga Harga Sesuai HET

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 22:30 WIB

Dirut Bulog dan Menko Pangan Pastikan Bantuan Pangan Jangkau Masyarakat hingga Timur Indonesia

Dirut Bulog dan Menko Pangan Pastikan Bantuan Pangan Jangkau Masyarakat hingga Timur Indonesia

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 16:50 WIB

Awas Inflasi Pangan di September, Beras Melimpah Tak Jadi Jaminan

Awas Inflasi Pangan di September, Beras Melimpah Tak Jadi Jaminan

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 14:55 WIB

BPS Wanti-wanti Ancaman Penurunan Stok Beras Nasional Jelang Akhir Tahun

BPS Wanti-wanti Ancaman Penurunan Stok Beras Nasional Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 12:00 WIB

Terkini

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB

DPR Sentil Pemerintah Soal Karhutla: Berbulan-bulan Hirup Asap, Hak Kesehatan Warga Telah Dilanggar!

DPR Sentil Pemerintah Soal Karhutla: Berbulan-bulan Hirup Asap, Hak Kesehatan Warga Telah Dilanggar!

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB

Pelanggan Kecewa Beras Fortifikasi Palsu: Beli karena Enak, Ternyata Harganya Kemahalan

Pelanggan Kecewa Beras Fortifikasi Palsu: Beli karena Enak, Ternyata Harganya Kemahalan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB

Mayor of Kingstown Tayang 5 Oktober, Thriller Jeremy Renner Ada di Netflix

Mayor of Kingstown Tayang 5 Oktober, Thriller Jeremy Renner Ada di Netflix

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 11:40 WIB

Prabowo Bicara Aktor di Balik Massa Anarkis: Ada yang Dibayar hingga Dijanjikan Rp 200 Ribu

Prabowo Bicara Aktor di Balik Massa Anarkis: Ada yang Dibayar hingga Dijanjikan Rp 200 Ribu

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:40 WIB

Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina

Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Aceh Tumbuh Bersama Rumah BUMN Pertamina

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 11:37 WIB

Harhubnas 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan Tarif Layanan Trans Jatim Hari Ini

Harhubnas 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan Tarif Layanan Trans Jatim Hari Ini

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 11:36 WIB

Tegang! Mahasiswa UINSA Usir Polisi dan TNI dari Kampus, Desak Rektor Mundur

Tegang! Mahasiswa UINSA Usir Polisi dan TNI dari Kampus, Desak Rektor Mundur

Jatim | Kamis, 17 September 2026 | 11:34 WIB

Misterius, Nusron Wahid Menghilang Usai Empat Orang Dekat Ditangkap KPK

Misterius, Nusron Wahid Menghilang Usai Empat Orang Dekat Ditangkap KPK

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:33 WIB

Isi Surat Terbuka Sarwendah ke Kubu Ruben Onsu soal Anak

Isi Surat Terbuka Sarwendah ke Kubu Ruben Onsu soal Anak

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 11:32 WIB

×