- Belanja warteg Rasmi melonjak dari Rp300 ribu menjadi Rp600-700 ribu per hari.
- Harga jual tetap, kenaikan bahan pangan terpaksa ditanggung dari keuntungan.
- Minyak goreng Rp22 ribu, jauh di atas harga sebelumnya Rp15-16 ribu.
Kondisi tersebut semakin berat karena selama sekitar 17 tahun berjualan di lokasi itu, ia mengaku belum pernah menerima bantuan.
Suaminya juga telah meninggal dunia. Kini, berdagang menjadi satu-satunya cara bagi Rasmi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kalau saya tidak jualan, saya tidak makan," katanya.
Di tengah tekanan biaya tersebut, Rasmi hanya berharap harga bahan pangan kembali turun, terutama minyak goreng. Sebab, selama harga bahan terus tinggi sementara harga jual tidak berubah, keuntungan pedagang kecil semakin tergerus.
Untuk sementara, ia memilih bertahan dan menjalani kondisi tersebut sembari berharap harga bahan makanan kembali normal.
"Ya dijalani saja, yang penting sehat. Barangkali nanti harga sayur turun," ujarnya.
Reporter: Esther Nadya