Potensi Panas Bumi RI Melimpah hingga 24 GW, Tapi Baru Dimanfaatkan 11 Persen

Dicky Prastya

Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:18 WIB
Potensi Panas Bumi RI Melimpah hingga 24 GW, Tapi Baru Dimanfaatkan 11 Persen
Ilustrasi panas bumi. Foto: Sejumlah wisatawan melihat semburan uap belerang yang keluar dari kawah di lereng Gunung Ungaran, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (25/8/2026). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/YU]
baca 10 detik
  • Indonesia baru memanfaatkan 2,7 GW dari total potensi panas bumi dunia sebesar 24 GW.
  • Yudistian Yunis menyatakan tingginya biaya eksplorasi, masalah harga, dan isu lingkungan menghambat pengembangan.
  • Pemerintah menyiapkan skema insentif dan pembiayaan untuk menekan risiko serta mendukung transisi energi.

Suara.com - Indonesia sejatinya menguasai sekitar 40 persen dari total sumber daya panas bumi (geothermal) dunia dengan potensi mencapai 24 Gigawatt (GW). Sayangnya, pemanfaatan energi terbarukan yang melimpah tersebut saat ini baru tergarap sekitar 11 persen atau setara 2,7 GW.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Yudistian Yunis, mengungkapkan bahwa lambatnya akselerasi pemanfaatan panas bumi nasional disebabkan oleh sejumlah tantangan kompleks.

Hal itu mencakup tingginya risiko dan biaya eksplorasi, masalah keterjangkauan harga (affordability), hingga persepsi isu lingkungan di tengah masyarakat.

"Pemerintah Indonesia punya 40% resource geothermal dunia. Kita punya 24 Giga potensi yang ekuivalen 40 persen resource dunia, yang baru dikembangkan hanya 11 persen. Baru sekitar 2,7 Giga hari ini dari 24 Giga, itu baru 2,7, baru 11% yang baru dikembangkan," ujar Yudistian Media Gathering Kemenkeu yang digelar di Bogor, Jawa Barat, dikutip Selasa (6/10/2026).

Yudistian menjelaskan bahwa dari sisi biaya, investasi awal pengeboran sumur eksplorasi panas bumi membutuhkan dana yang sangat besar dengan tingkat risiko kegagalan yang tinggi.

Sebagai contoh, ia mengakui kalau pengeboran sumur eksporasi panas bumi tersebut bisa memerlukan biaya hingga 6-8 juta Dolar AS atau sekitar Rp 107 miliar hingga Rp 142 miliar.

Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis saat Media Gathering yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Dirut PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis saat Media Gathering yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

"Ngebornya saja satu sumur itu antara 6-8 juta Dolar AS satu sumur. Kalau dia dapat uapnya. Kalau enggak dapat uapnya kan deg-degan. Kita ngebor air di rumah aja 10 meter sampai 30 meter enggak dapat, garuk-garuk kepala kita di rumah kan? Ini kita mau ngebor 2.000 meter ke dalam dan butuh waktu satu pengeboran itu butuh waktu sekitar 45 hari," terangnya.

Selain faktor tingginya biaya pengeboran, persaingan harga listrik dengan energi fosil seperti batu bara yang telah berkembang lebih dulu selama berabad-abad juga membuat penetrasi panas bumi tertahan.

Di sisi lain, isu sosial dan persepsi masyarakat terkait dampak lingkungan kerap menjadi penolak masuknya proyek geothermal di daerah.

baca juga

"Begitu pemerintah bilang panas bumi itu punya area konsesi atau WKP sekian puluh ribu hektar, bayangan masyarakat kita itu, 'Wah, sekian puluh ribu hektar itu akan di-scrape hutan kita karena dia akan bangun panas bumi.' Kan itu image-nya sekarang. Makanya pertentangan panas bumi di mana-mana itu terjadi, hambatannya terjadi di mana-mana karena masyarakat menganggap itu yang terjadi," jelas Yudistian.

Meski demikian, Yudistian optimistis momentum transisi energi dan target Net Zero Emission akan mendorong akselerasi pengembangan panas bumi ke depan, terlebih dengan hadirnya berbagai skema insentif dan pembiayaan dari pemerintah guna menekan risiko eksplorasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demi Listrik Murah, Geo Dipa Bidik Produksi 5.000 Ton Green Mineral per Tahun dari Panas Bumi

Demi Listrik Murah, Geo Dipa Bidik Produksi 5.000 Ton Green Mineral per Tahun dari Panas Bumi

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Geo Dipa Pastikan Wacana Tukar Guling dengan PNM Batal, Akui Ada Pengaruh Purbaya

Geo Dipa Pastikan Wacana Tukar Guling dengan PNM Batal, Akui Ada Pengaruh Purbaya

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Geo Dipa Mau Terbitkan Obligasi Hijau demi Pendanaan, Ogah lewat IPO

Geo Dipa Mau Terbitkan Obligasi Hijau demi Pendanaan, Ogah lewat IPO

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:36 WIB

DJP Sudah Cairkan Restitusi Pajak Rp 191,8 T per Agustus 2026

DJP Sudah Cairkan Restitusi Pajak Rp 191,8 T per Agustus 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:56 WIB

DJP Kantongi Rp 817,61 Miliar Pajak dari Perusahaan Baja RI hingga Agustus 2026

DJP Kantongi Rp 817,61 Miliar Pajak dari Perusahaan Baja RI hingga Agustus 2026

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Resmi Berlaku, Game Online-AI Kini Kena PPN

Pajak Transaksi Digital Luar Negeri Resmi Berlaku, Game Online-AI Kini Kena PPN

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Terkini

Bus Terguling di Jalinsum Labusel, 4 Orang Luka Berat

Bus Terguling di Jalinsum Labusel, 4 Orang Luka Berat

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Moisturizer Some By Mi yang Hijau untuk Apa? Kenali Kandungan dan Klaimnya

Moisturizer Some By Mi yang Hijau untuk Apa? Kenali Kandungan dan Klaimnya

Lifestyle | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:15 WIB

Justin Hubner Meledak: Tetangga Terlalu Banyak Bicara, Sekarang Kamilah Raja ASEAN

Justin Hubner Meledak: Tetangga Terlalu Banyak Bicara, Sekarang Kamilah Raja ASEAN

Bola | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:14 WIB

Kabut Asap Masih Selimuti Sejumlah Wilayah Sumut, Jarak Pandang Menurun

Kabut Asap Masih Selimuti Sejumlah Wilayah Sumut, Jarak Pandang Menurun

Sumut | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:12 WIB

Prabowo Tegaskan Tak Gentar Hadapi Pembayar Buzzer-Demo Triliunan: Kita Siap Mati untuk Rakyat

Prabowo Tegaskan Tak Gentar Hadapi Pembayar Buzzer-Demo Triliunan: Kita Siap Mati untuk Rakyat

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:11 WIB

Ilusi Kekayaan Individual: Saatnya Literasi Finansial Jadi Gerakan Warga

Ilusi Kekayaan Individual: Saatnya Literasi Finansial Jadi Gerakan Warga

Your Say | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Ribuan Kadet Universitas Pertahanan Jadi Kakak Asuh 44 Ribu Siswa Sekolah Rakyat

Ribuan Kadet Universitas Pertahanan Jadi Kakak Asuh 44 Ribu Siswa Sekolah Rakyat

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:09 WIB

Demi Listrik Murah, Geo Dipa Bidik Produksi 5.000 Ton Green Mineral per Tahun dari Panas Bumi

Demi Listrik Murah, Geo Dipa Bidik Produksi 5.000 Ton Green Mineral per Tahun dari Panas Bumi

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Terciduk Nyabu di Hotel Surabaya, Tiga Anggota DPRD Fraksi Gerindra Terancam Dipecat

Terciduk Nyabu di Hotel Surabaya, Tiga Anggota DPRD Fraksi Gerindra Terancam Dipecat

Jatim | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:07 WIB

Menaker Tegaskan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Pembaruan Hukum Ketenagakerjaan

Menaker Tegaskan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Pembaruan Hukum Ketenagakerjaan

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:03 WIB

×