Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:33 WIB
Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok
Ilustrasi Bank Indonesia. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Rupiah menyentuh Rp18.174 per dolar AS pada perdagangan Rabu (28/10).
  • Minyak di atas US$115 dan sentimen MSCI menambah tekanan terhadap rupiah.
  • BI melakukan intervensi melalui NDF, DNDF, spot, serta pembelian SBN.

Suara.com - Nilai tukar rupiah semakin tertekan. Mata uang Garuda menyentuh level Rp18.174 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (28/10/2026), di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan kekhawatiran terhadap prospek pasar keuangan Indonesia karena laporan MSCI.

Tekanan terhadap rupiah datang dari sejumlah arah sekaligus. Konflik Timur Tengah yang belum menunjukkan kepastian penyelesaian membuat harga minyak dunia bertahan di atas US$115 per barel. Di saat bersamaan, ekspektasi kenaikan suku bunga AS meningkat, sehingga memperkuat daya tarik dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI), Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan pergerakan rupiah dan mata uang kawasan masih dipengaruhi ketidakpastian global.

“Pergerakan Rupiah dan mata uang kawasan hari ini masih dipengaruhi ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah,” ujar Erwin dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

Menurut dia, kondisi tersebut mempertahankan harga minyak pada level tinggi sekaligus meningkatkan risiko fiskal ke depan. Ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang menguat turut menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

Sentimen MSCI Ikut Menekan Rupiah

Tekanan rupiah tidak hanya berasal dari luar negeri. Dari dalam negeri, kekhawatiran terhadap potensi penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) turut membayangi arus modal.

Sentimen tersebut muncul ketika investor global cenderung menghindari aset berisiko atau memasuki fase risk-off. Akibatnya, dolar AS menguat, sementara arus dana dari pasar negara berkembang menghadapi tekanan.

Kenaikan imbal hasil obligasi juga menjadi faktor yang memperberat kondisi pasar keuangan. Kombinasi penguatan dolar, meningkatnya risiko global, dan kekhawatiran terhadap prospek pasar modal Indonesia membuat rupiah menghadapi tekanan berlapis.

baca juga

Selain itu, kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri yang meningkat menjelang akhir bulan turut menambah permintaan dolar AS.

BI menyebut pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang kawasan. Secara bulanan, rupiah tercatat melemah 1,15%.

Cadangan Devisa Masih US$146,3 Miliar

Di tengah pelemahan rupiah, BI menyatakan cadangan devisa Indonesia masih terjaga. Posisi cadangan devisa pada akhir September 2026 tercatat sebesar US$146,3 miliar.

Cadangan devisa menjadi salah satu instrumen penting untuk mendukung ketahanan eksternal Indonesia, termasuk dalam menghadapi gejolak nilai tukar dan kebutuhan pembayaran internasional.

Namun, keberadaan cadangan devisa tidak serta-merta membuat rupiah kebal terhadap tekanan. Pergerakan kurs tetap dipengaruhi permintaan dan penawaran valas, arus modal, kondisi ekonomi domestik, serta perkembangan pasar keuangan global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Terus Merosot, Rp6 Kuadriliun Nilai Kapitalisasi Pasar Menguap

IHSG Terus Merosot, Rp6 Kuadriliun Nilai Kapitalisasi Pasar Menguap

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:39 WIB

Harta Para Taipan RI Lenyap Rp1.035 T Gegara Bursa RI Terancam Setara Zimbabwe

Harta Para Taipan RI Lenyap Rp1.035 T Gegara Bursa RI Terancam Setara Zimbabwe

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:19 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah Rp18.187, Harga Minyak dan Sentimen The Fed Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Terkini

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Rupiah Kian Letoi, BI Bilang MSCI dan Konflik Timteng Jadi Biang Kerok

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:33 WIB

Demo Hari Sumpah Pemuda, Massa Kepatihan Tuntut UMK Rp4,6 Juta dan Turunkan Prabowo

Demo Hari Sumpah Pemuda, Massa Kepatihan Tuntut UMK Rp4,6 Juta dan Turunkan Prabowo

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Pulang pada Diri Sendiri: Saat 'Rumah' Hanya Jadi Tempat Singgah

Pulang pada Diri Sendiri: Saat 'Rumah' Hanya Jadi Tempat Singgah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Digeser Shin Tae-yong Jadi Gelandang, Rizky Ridho Sampai Belajar dari Pemain Eropa

Digeser Shin Tae-yong Jadi Gelandang, Rizky Ridho Sampai Belajar dari Pemain Eropa

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:32 WIB

Tekan Angka Kemiskinan! Gubernur Sulsel akan Bangun 6 Sekolah Rakyat Baru

Tekan Angka Kemiskinan! Gubernur Sulsel akan Bangun 6 Sekolah Rakyat Baru

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Heboh Pembalut Kena PPN, Kenapa Produk Sanitasi Perempuan Dikenai Pajak?

Heboh Pembalut Kena PPN, Kenapa Produk Sanitasi Perempuan Dikenai Pajak?

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Melirik Armada Bersih Tokyo, Jakarta Kaji Operasional Bus Hidrogen dan Akses Perairan

Melirik Armada Bersih Tokyo, Jakarta Kaji Operasional Bus Hidrogen dan Akses Perairan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Menyusuri Makna Kehidupan dalam Buku Kantor Pos dan Siklus Musim Semi

Menyusuri Makna Kehidupan dalam Buku Kantor Pos dan Siklus Musim Semi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:30 WIB

KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Bea Cukai, Kantor PT Djarum Ikut Digeledah

KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Bea Cukai, Kantor PT Djarum Ikut Digeledah

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Palagan Senyap Menjaga Rimba: Sepak Terjang Satgas PKH Bentukan Prabowo

Palagan Senyap Menjaga Rimba: Sepak Terjang Satgas PKH Bentukan Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:25 WIB

×