Kedua korban rupanya dihadang oleh kelompok kriminal bernam Black and Whites. Kedua korban diperkosa oleh enam orang dan salah satu pelaku masih berusia 14 tahun.
Usai memperkosa korban, keenam pelaku membunuh sadis kedua gadis tersebut. Dari laporan media lokal disebutkan salah satu korban diinjak lehernya sampai patah.
Kisah Junko Furuta
Selanjutnya ada kisah gadis Jepang bernama Junko Furuta. Ia menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan yang dilakukan empat laki-laki selama 40 hari.
Pada 12 November 1988, korban yang barus berulang tahun ke-17 diculik oleh keempat pelaku. Korban kemudian ditahan di salah satu rumah pelaku yang berlokasi di Adachi, Tokyo.
Keempat pelaku menyiksa korban secara sadis selama 44 hari. Dari pengakuan pelaku di persidangan, Furuta diperkosa sebanyak 400 kali. Selain itu, ia juga mendapat penyiksaan di luar nalar manusia.
Furuta disebut mendapat siksaan pukulan, ditusuk alat kelaminnya dengan batang besi, lampu bohlam hingga kembang api. Tak hanya itu, korban juga disuruh minum air kencing sendiri hingga makan kecoak.
Penderitaan Furuta berakhir setelah hari ke-44. Ia disiram dengan cairan korek api dan kemudian dibakar hidup-hidup.
Kasus Anita Cobby
Baca Juga: Sosok Baru Muncul di Kasus Viral Rozy Selingkuh dengan Mertua, Ungkap Fakta Mengejutkan
Terakhir ada kasus pemerkosaan terhadap korban bernama Anita Cobby. Korban ialah mantan perawat dan pemenenang kontes kecantikan di Australia.
Cobby menjadi korban penyiksaan dan pemerkosaan sadis yang dilakukan oleh lima orang, salah satunya bernama John Travers yang baru berusia 18 tahun.
Cobby saat perjalanan pulang diculuk dan diperkosa oleh Travers dan teman-temannya pada 2 Februari 1986. Dari laporan media Australia, korban juga mendapat penyiksaan hingga lehernya hampir digorok.
Menurut laporan medis, Cobby digorok oleh salah satu pelaku dalam keadaan masih bernafas hingga akhirnya meninggal dunia.