"Sebenarnya agak sedikit berat menerimanya. Cuma aku berdoa sama Tuhan, kalau ini putusan ini datang dari Tuhan, biar Tuhan menguatkan, untuk lebih menguatkan orang tua dan keluarga. Karena kan Eliezer, salah satu yang menembak Yosua, itu yang membuat tante-tante rada sedikit sakit. Karena kami membayangkan saat Yosua ditembak oleh Eliezer, tidak hanya satu kali dan itu bukan tembakkan yang melumpuhkan tapi mematikan, salah satunya di dada. Itu sangat menyakitkan sebenarnya,"
"Jadi untuk tante-tante yang sekarang masih sedikit kecewa atas putusan hakim. Aku cuma bilang wajar jika mereka ada kekecewaan karena mereka sudah anggap Yosua anaknya sendiri dan merkea masih membayangkan Yosua ditembak mati oleh Eliezer dan bersimbah darah, menjerit kesakitan, itu yang membuat mereka masih sakit hatinya. Tapi di balik itu kami juga bersyukur bahwa Eliezer menjadi satu pembuka kejajatan Sambo CS dan terungkap semuanya apa yang terjadi," jelas Yuni Hutabarat.
Seperti diketahui bahwa Bripka Ricky Rizal divonis majelis hakim PN Jaksel 13 tahun penjara. Sementara Kuat Maruf divonis 15 tahun penjara, sedangkan Ferdy Sambo divonis mati dan Putri Candrawathi 20 tahun penjara.
Video potongan kakak dari Brigadir J ini kemudian membuat netizen banyak menuliskan kritik pedas.
"Nyata ricky rizal gak mau eeh koq keluarga ini makin kesini ngadi² ya gak tante gak ortu yg naik pangkat 2 tingkat. Jgn sampe org ilang respect deh serius bosan jg denger berita ini mulu," tulis salah satu akun.
"Klo gk ada icad kasus adek mu gak terungkap, si RR yg kau bela pun masih senang2 dia skrg krna blm ketauan," sambung akun lainnya.
"Mungkin karna E yg disuruh nembak jd keluarga J blm sepenuhnya terima," ungkap salah satu akun Instagram.
Baca Juga: Pengakuan Mbak LPSK, Pengawal Bharada E yang Viral: Kalau Icad Lecet, Saya Diomelin Ibu-ibu Online