Menpora: Sepak Bola Jangan Dijadikan Ajang Mainan

Syaiful Rachman | Suara.com

Minggu, 11 Oktober 2015 | 00:30 WIB
Menpora: Sepak Bola Jangan Dijadikan Ajang Mainan
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah) menghadiri rapat kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9).[Antara]

Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Imam Nahrawi menginginkan cabang olahraga sepak bola dapat menjadi pemersatu bangsa dan negara sehingga ke depannya mampu menghasilkan bibit atlet berprestasi.

"Saya berharap sepak bola di Indonesia tidak dijadikan sebagai ajang mainan bagi orang-orang yang tidak bertanggungjawab, namun dengan cabang olahraga itu dapat menjadi pemersatu Tanah Air Indonesia," ujar Nahrawi di Denpasar, Bali, Sabtu (10/10/2015).

Menurut dia, untuk memajukan dunia sepak bola di Indonesia perlu adanya perombakan pengurus organisasi cabang olahraga itu yang diisi orang-orang yang betul-betul cinta sepak bola.

Ia menilai, tidak semua kalangan pengurus PSSI tidak mencintai sepak bola, namun ke depannya harus dilakukan terobosan besar dan perlu adanya reformasi ditubuh organisasi itu.

Selain itu, untuk meningkatkan derajat pamain sepak bola di tanah air perlu adanya legalitas dan pengakuan dari klub-klub di Indonesia.

"Oleh sebab itu perlu adanya regulasi dari pemerintah yang harus diberikan kewenangan terlibat dalam pembinaan dan pengawasan terutama untuk menggerakkan disiplin wasit," ujarnya.

Ia menuturkan, Menpora dan seluruh masyarakat Indonesia sangat mengharapkan sanksi dari FIFA segera dicabut dan aktif lagi dalam gelaran sepak bola berskala Internasional.

"Dengan adanya upaya itu, saya meyakini Indonesia mampu menghasilkan atlet muda berprestasi," ujarnya.

Nahrawi menilai, potensi pesepak bola muda di Indonesia yang belum mendapat kesempatan sangat banyak, namun banyak juga klub yang menggaet pesepak bola dari luar negeri.

Ia mencontohkan, tim kesebelasan Bali United yang lebih memberikan ruang kepada pemain lokal sehingga mampu eksis di masyarakat.

"Untuk itu, kami sangat meyakini dari 250 juta masyarakat Indonesia, 11 pemain terbaik mampu direkrut untuk menjadi satu tim solid," ujarnya.

Hal terpenting dalam menciptakan sepak bola transparan, lanjut dia, para operator yang penyelenggara liga di Indonesia betul-betul dimiliki klub, artinya klub yang memiliki wewenang untuk memutar sirkulasinya itu dan jangan dijadikan alat untuk Industri.

Terkait kasus pesepak bola Indonesia yang tidak boleh bermain di Malaysia, kata dia, meminta kasus itu tidak dinetralisir begitu saja dan tetap dilanjutkan.

"Hal itu saya perlu kritisi karena kalau pun Indonesia terkena sanksi FIFA dan tidak boleh bermain sepak bola bertaraf Internasional seharusnya sejak awal sebelum keberangkatan tim Indonesia ke daerah itu sudah di informasikan," katanya.

"Namun, setelah Indonesia berhasil mengalahkan Australia dan Jepang, justru tim garuda muda tidak diperbolehkan bermain. Saya nilai hal itu ada faktor politisnya, sehingga kita membuat surat protes ke KBRI kita di Malaysia," ujarnya.

Oleh sebab itu, untuk memperbaiki kondisi sepak bola di Indonesia harus lebih independen dan tidak boleh dibawa ke Federasi. Kemudian, federasi harus mampu menggerakkan dan memberikan harapan kepada calon generasi sepak bola muda di Indonesia dan kurangi pemain asing di setiap klub. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing

Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing

Sport | Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:39 WIB

Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet

Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet

Sport | Jum'at, 13 Maret 2026 | 12:49 WIB

Geram Atlet Jadi Korban Pelecehan, Erick Thohir: Jahanam!

Geram Atlet Jadi Korban Pelecehan, Erick Thohir: Jahanam!

Sport | Kamis, 12 Maret 2026 | 11:31 WIB

Momentum HUT NOC Indonesia: Satukan Visi Prestasi, dan Proteksi Atlet dari Kekerasan serta Pelecehan

Momentum HUT NOC Indonesia: Satukan Visi Prestasi, dan Proteksi Atlet dari Kekerasan serta Pelecehan

Sport | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:08 WIB

Menpora Tegas soal Kasus Atlet, PERBASI Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Menpora Tegas soal Kasus Atlet, PERBASI Minta Pelaku Dihukum Setimpal

Sport | Kamis, 12 Maret 2026 | 09:24 WIB

Angkat Pamor Sport Tourism, 3 Kementerian Turun Tangan Dukung Malang Half Marathon 2026

Angkat Pamor Sport Tourism, 3 Kementerian Turun Tangan Dukung Malang Half Marathon 2026

Sport | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:52 WIB

Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora

Kecam Dugaan Pelecehan di Panjat Tebing, DPR Bakal Segera Panggil Menpora

News | Sabtu, 07 Maret 2026 | 15:02 WIB

Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal

Kasus Kekerasan Atlet Panjat Tebing: Menpora Buka Layanan Aduan, Komisi X Desak Sanksi Maksimal

Sport | Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:29 WIB

KPK Cecar Eks Menpora Dito: Asal Usul Kuota Haji Tambahan Dipertanyakan

KPK Cecar Eks Menpora Dito: Asal Usul Kuota Haji Tambahan Dipertanyakan

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 19:24 WIB

Eks Menpora Dito Akui Sempat Ditanya Penyidik KPK soal Mertua Sekaligus Bos Maktour

Eks Menpora Dito Akui Sempat Ditanya Penyidik KPK soal Mertua Sekaligus Bos Maktour

News | Jum'at, 23 Januari 2026 | 17:29 WIB

Terkini

Italia Batal, PSSI Kantongi Satu Negara Asia Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Italia Batal, PSSI Kantongi Satu Negara Asia Jadi Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Bola | Senin, 13 April 2026 | 10:41 WIB

Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko

Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko

Bola | Senin, 13 April 2026 | 10:16 WIB

Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia

Ketajaman Eksel Runtukahu Bersama Persija Jakarta, Sinyal Positif Lini Serang Timnas Indonesia

Bola | Senin, 13 April 2026 | 10:07 WIB

Justin Hubner Sindir NAC Breda yang Picu Polemik Paspoortgate di Belanda

Justin Hubner Sindir NAC Breda yang Picu Polemik Paspoortgate di Belanda

Bola | Senin, 13 April 2026 | 08:43 WIB

Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain, Bojan Hodak Puji Kerja Keras Pasukannya

Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain, Bojan Hodak Puji Kerja Keras Pasukannya

Bola | Senin, 13 April 2026 | 08:20 WIB

Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam

Blunder Jay Idzes Jadi Penentu, Pelatih Sassuolo Lempar Sindiran Tajam

Bola | Senin, 13 April 2026 | 08:08 WIB

Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Timnas Futsal Indonesia, Ini Kata Pelatih Thailand

Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Timnas Futsal Indonesia, Ini Kata Pelatih Thailand

Bola | Senin, 13 April 2026 | 07:45 WIB

Kalah dari Dewa United, Hendri Susilo: Pemain Tidak Patuh

Kalah dari Dewa United, Hendri Susilo: Pemain Tidak Patuh

Bola | Senin, 13 April 2026 | 07:14 WIB

Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang

Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang

Bola | Senin, 13 April 2026 | 06:56 WIB

Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto

Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto

Bola | Senin, 13 April 2026 | 06:41 WIB