Prediksi Nigeria Vs Argentina, Siapa yang Bertahan?

Syaiful Rachman

Selasa, 26 Juni 2018 | 19:45 WIB
Prediksi Nigeria Vs Argentina, Siapa yang Bertahan?
Ilustrasi Nigeria versus Argentina [Suara.com]

Suara.com - Menit sudah menunjukkan 90+1. Seakan gelap mata, Argentina yang tertinggal dua gol melancarkan serangan membabi buta tanpa memperhatikan lini belakang.

Bola lepas dari kaki Marcus Acuna. Dejan Lovren yang merebut bola tanpa pikir panjang menginisiasi serangan dengan memberikannya kepada Mateo Kovacic yang berada di luar kotak terlarang. Menggiring bola sejauh beberapa meter, Kovacic meneruskannya kepada Ivan Rakitic.

Berlari diikuti lima pemain Argentina, Rakitic melepaskan tendangan. Bola berhasil diblok Cabalerro namun jatuh ke kaki Kovacic yang kembali memberikannya kepada Rakitic. Tidak terkawal di depan gawang, dengan mudah pemain Barcelona itu mengubah papan skor menjadi 3-0.

Menyaksikan gol Rakitic, wajah Jorge Sampaoli merah padam. Begitu peluit panjang berbunyi, Sampaoli langsung meninggalkan arena pertandingan, menuju ruang ganti Nizhny Novgorod Stadium.

Sang kapten sekaligus pentolan tim Tango, Lionel Messi, pun melakukan hal yang sama. Tanpa basa-basi atau pun menyalami pemain Kroasia, Messi segera meninggalkan arena pertandingan. Mengikuti bayangan sang Arsitek yang dinilai banyak pengamat membuat kesalahan fatal dalam meracik strategi di pertandingan itu.

Kalah telak 3-0 di laga kedua (22/6/2018), Argentina yang hanya mampu memetik hasil imbang di laga pertama, membutuhkan kerja keras dan keberuntungan untuk bisa melaju ke babak 16 besar.

Megabintang Timnas Argentina, Lionel Messi (tengah) dikepung dua pemain Kroasia, Ivan Strinic (kiri) dan Marcelo Brozovic (Martin BERNETTI / AFP)
Megabintang Timnas Argentina, Lionel Messi (tengah) dikepung dua pemain Kroasia, Ivan Strinic (kiri) dan Marcelo Brozovic (Martin BERNETTI / AFP)

Matematis, meraba peluang satu dari tiga tim yang akan menemani Kroasia ke fase gugur. Akankah tim Tango 'bergoyang' di laga pamungkas?

Berpredikat sebagai finalis gelaran Piala Dunia sebelumnya, kekalahan Argentina dari Kroasia memang menyisakan kepedihan. Namun, kemenangan Nigeria atas Islandia dalam pertandingan yang digelar satu jam usai duel Argentina vs Kroasia, seakan membuka harapan bagi tim Tango.

Sebagaimana diketahui, Argentina dan Islandia bermain imbang 1-1 di laga pertama. Sementara Kroasia berhasil mempecundangi Nigeria 2-0 di laga pembuka Grup D.

baca juga

Kekalahan Argentina dan kemenangan Nigeria di partai kedua membuat tim berjuluk Super Eagles menempati posisi dua klasemen sementara Grup D dengan tiga poin. Tertinggal tiga poin dari pemuncak klasemen sementara Grup D Kroasia yang sudah dipastikan melenggang ke babak 16 besar.

Di pertandingan terakhir, Islandia akan menghadapi Kroasia. Berhadapan dengan tim dari negeri Balkan, Islandia tampaknya bakal sulit untuk mendulang poin. Hasil imbang, mungkin menjadi hasil terbaik yang bisa diraih tim besutan Heimir Hallgrimsson.

Pemain Nigeria Ahmed Musa menjebol gawang Islandia di laga kedua Grup D Piala Dunia 2018, Jum'at (22/6/2018) [AFP]
Pemain Nigeria Ahmed Musa menjebol gawang Islandia di laga kedua Grup D Piala Dunia 2018, Jum'at (22/6/2018) [AFP]

Jika satu poin yang didapat, Islandia sudah dipastikan pulang kampung. Namun, jika terjadi keajaiban, Islandia mampu menundukkan Luka Modric dan kawan-kawan, Gylfi Sigurdsson dan kolega wajib menunggu hasil dari duel Argentina versus Nigeria.

Bagi Argentina dan Nigeria, duel yang bakal digelar di Saint Petersburg Stadium, Rabu (27/6/2018), menjadi pertaruhan akhir. Jika Nigeria mampu mengalahkan Argentina, Super Eagles dipastikan menemani Kroasia ke fase gugur.

Jika Argentina yang memetik kemenangan, dan Islandia paling tidak hanya bermain imbang dengan Kroasia, maka Lionel Messi dan kawan-kawan dipastikan mendapat peluang untuk memperjuangkan harga dirinya di fase knock out.

Bagaimana jika pertandingan Nigeria vs Argentina berakhir imbang? Jika berakhir imbang dan Islandia menang, maka nasib Nigeria dan Islandia akan ditentukan lewat tiga hal yang dirunut berurutan; Selisih gol, produktivitas gol dan head to head.

Hal tersebut di atas juga berlaku apabila Argentina dan Islandia memetik kemenangan di laga terakhir Grup D.

Pelatih timnas Argentina Jorge Sampaoli saat skuatnya menghadapi Kroasia. Johannes EISELE / AFP
Pelatih timnas Argentina Jorge Sampaoli saat skuatnya menghadapi Kroasia. Johannes EISELE / AFP

Formasi 3-4-3, bentuk kesombongan Sampaoli yang berakhir petaka hingga rumor pecah perang di kubu Albiceleste

Kekalahan memalukan Argentina dari Kroasia sontak membuat nama Jorge Sampaoli menjadi sorotan. Pelatih kelahiran Casilda, Argentina, 58 tahun silam itu dituding menjadi biang keladi kekalahan Albiceleste.

Sampaoli sepertinya memang over confidence di laga tersebut. Hingga dirinya terlampau yakin dengan formasi 3-4-3, menghadapi tim dengan barisan tengah super kuat macam Kroasia.

Hasilnya bisa kita saksikan sendiri. Bagaimana finalis Piala Dunia 2014 itu keteteran di babak pertama, dan bagaimana Kroasia yang dengan leluasa menusuk dari sisi lapangan menghancurkan pertahanan Argentina di babak kedua.

Strategi yang di akhir pertandingan bukan hanya memperkecil peluang Argentina, tapi juga memicu perpecahan di ruang ganti.

"Biarkan dia (Jorge Sampaoli) mengatakan apa yang dia inginkan," kata pemain senior Argentina Sergio Aguero usai pertandingan, Jum'at (21/6/2018).

"Saya merasa marah dan sedih. Meskipun kami masih punya peluang untuk lolos. Sekarang, kami harus bergantung dengan (hasil) tim lain, namun masih ada harapan, keajaiban. Kami harus menunggu dan mencoba mengalahkan Nigeria," tukasnya seperti dikutip FourFourTwo.

Penyerang Timnas Argentina, Sergio Aguero beraksi di laga kontra Kroasia (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Penyerang Timnas Argentina, Sergio Aguero beraksi di laga kontra Kroasia (Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)

Genderang perang seakan sudah ditabuh. Pemain Argentina pun dikabarkan menolak kebijakan Sampaoli sebagai juru taktik. Dilansir dari Foxsport, kabarnya pemain Argentina sudah bertemu dengan perwakilan Federasi Sepak Bola Argentina, AFA, menyatakan jika mereka akan menentukan starting line up sendiri di duel hidup mati kontra Nigeria.

Sampaoli disebut tetap berada di antara pemain cadangan, namun sudah tak lagi berkuasa. Kehadiran Sampaoli hanya akan menjadi formalitas, sembari menunggu pemecatan resmi usai kiprah Albiceleste di Rusia 2018.

Namun dalam jumpa pers di Moskow, Senin (25/6/2018), kabar soal perpecahan di kubu Albiceleste dibantah oleh salah seorang pemain senior, Javier Mascherano. Bekas pemain Barcelona itu memastikan jika hubungan pelatih dan pemain tetap normal pascapembantaian Kroasia.

"Hubungan dengan pelatih sepenuhnya normal. Tentu saja, saat kami merasa ada yang tak nyaman atau kami melihat sesuatu, kami mengungkapkan padanya karena jika tidak maka kami adalah orang yang munafik," kata Mascherano.

"Para pelatih terbaik di dunia juga bertanya pada pemain untuk mengetahui pendapat mereka, karena pemain lah yang pada akhirnya membuat keputusan. Pelatih memberi Anda alat-alatnya, tapi Anda (pemain) yang menentukan pilihan mana yang terbaik untuk digunakan di atas lapangan," sambungnya seperti dilansir ESPN.

Terlepas dari apa yang terjadi di kamar ganti Argentina, yang pasti dan tak terbantahkan adalah nasib Albiceleste di Piala Dunia 2018 berada di ujung tanduk. Begitu pula dengan nasib Sampaoli.

Sejatinya formasi 3-4-3 yang diterapkan Sampaoli ketika menghadapi Kroasia adalah untuk memberi ruang bagi Lionel Messi. Namun kenyataan berkata lain, rencana tidak berjalan dan permainan tim Tango berantakan.

Menempatkan tujuh pemain untuk melindungi sekaligus memberi ruang bagi Messi untuk melancarkan 'sihirnya' gagal total. Sampaoli seakan meremehkan kemampuan lini tengah Kroasia yang dimotori Luka Modric dan Ivan Rakitic.

Dua gelandang yang sedianya di plot turun cepat untuk mengisi kekosongan di sisi lapangan ketika terjadi serangan balik pun seakan enggan berlari. Kenyataan yang membuat pemain-pemain Kroasia dengan leluasa menusuk jantung pertahanan Argentina lewat kesigapan Mario Mandzukic dan kelincahan Ante Rebic.

Singkat kata, formasi dan strategi yang diterapkan Sampaoli memberi banyak ruang bagi pemain Kroasia untuk mengeksploitasi pertahanan tim Tango. Kesalahan fatal yang harus segera dibenahi dan jangan sampai terulang di duel hidup mati kontra Nigeria.

Mega bintang dan Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi (kanan), tengah berlatih bersama rekan-rekannya jelang melawan Nigeria di laga terakhir penyisihan Grup D Piala Dunia 2018, Selasa (26/6). [AFP/Juan Mabromata]
Mega bintang dan Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi (kanan), tengah berlatih bersama rekan-rekannya jelang melawan Nigeria di laga terakhir penyisihan Grup D Piala Dunia 2018, Selasa (26/6). [AFP/Juan Mabromata]

Jangan beri ruang bagi penggawa Super Eagles dan lupakan "kebintangan" Messi

Ditumbangkan Kroasia di pertandingan pertama, Nigeria berhasil menjaga asa di laga kedua. Perubahan formasi 4-2-3-1 menjadi 3-5-2 yang dilakukan pelatih Gernot Rohr berhasil memfasilitasi kecepatan seorang Ahmed Musa hingga berujung dengan dua gol ke gawang Islandia.

Victor Moses dan John Obi Mikel yang dipercaya sebagai motor di lini tengah pun cukup baik melaksanakan tugasnya dalam menginisiasi serangan serta kompak dalam menginstruksikan rekan-rekannya untuk turun membantu pertahanan.

Sukses Nigeria mengalahkan Islandia tentu menjadi sinyal bagi Argentina untuk waspada. Mengingat di pertandingan pertama, Argentina hanya mampu bermain imbang dengan Islandia.

Belajar dari kekalahan menyakitkan di pertandingan kedua, paling tidak masih ada hal yang bisa dilakukan Sampaoli. Yaitu melupakan status pemain megabintang Lionel Messi demi merangkul realita dalam meracik strategi.

"Saya pikir realitas skuat Argentina menutupi kebrilianan Messi. Leo tampil tidak normal karena tim tidak menyatu dengannya seperti yang seharusnya terjadi," ucap Sampaoli dilansir dari BBC setelah Argentina dipermak Kroasia.

Jika kata-kata tersebut dilontarkan secara jujur oleh Sampaoli, besar kemungkinan pelatih berkepala plontos itu tidak akan lagi sibuk memikirkan cara memfasilitasi seorang Messi. Namun, perhatiannya akan tersita pada penempatan pemain yang tepat dalam sebuah formasi. Karena seperti diketahui, Argentina memiliki skuat dengan kemampuan di atas rata-rata. Bukan cuma Messi!

Apalagi menghadapi Nigeria yang boleh dibilang hanya memiliki kekuatan menonjol lewat kecepatan berlari para pemainnya. Khususnya di lini terdepan yang ditempati oleh Ahmed Musa dan Kelechi Iheanacho.

Soal gaya bermain, tidak ada yang istimewa dari kubu Super Eagles. Vicktor Moses dan kawan-kawan kerap nyaman bermain pragmatis.

Meraba permainan Nigeria dari dua pertandingan kontra Kroasia dan Islandia, Argentina yang unggul dari segi materi pemain diharapkan mampu mengeksploitasi gaya bermain Super Eagles.

Formasi 4-3-3 sepertinya layak digunakan Sampaoli di laga hidup mati tersebut. Di lini belakang, Nicolas Otamendi tetap memegang komando. Tugas terberat Otamendi adalah mengunci pergerakan Musa yang bisa datang dari sisi atau tengah lapangan.

Reaksi kiper Timnas Argentina, Willy Caballero usai membuat blunder yang berujung gol pertama Kroasia. Argentina akhirnya kalah 0-3 (Martin BERNETTI / AFP)
Reaksi kiper Timnas Argentina, Willy Caballero usai membuat blunder yang berujung gol pertama Kroasia. Argentina akhirnya kalah 0-3 (Martin BERNETTI / AFP)

Blunder Willy Caballero di laga kontra Kroasia, juga harus dijadikan pertimbangan matang Sampaoli dalam memilih pengawal mistar gawang Albiceleste. Karena menghadapi pemain seperti Musa yang memiliki kecepatan dan kemampuan mengontrol bola dengan sangat baik, tidak boleh terjadi kesalahan sekecil apapun.

Di lini tengah, Argentina memiliki sejumlah pemain yang terbiasa memainkan bola dari kaki ke kaki dengan pressing tinggi. Sebut saja Javier Mascherano dan Angel Di Maria.

Meski tak lagi muda, Mascherano masih bisa diandalkan dalam menginisiasi serangan dan turun membantu pertahanan. Sementara kecepatan yang dimiliki Angel Di Maria bisa dimanfaatkan Sampaoli untuk mengeksploitasi sisi lapangan.

Di lini terdepan, dengan formasi 4-3-3 banyak hal yang bisa lakukan Sampaoli. Pelatih 58 tahun itu bisa menduetkan Messi-Higuain, Messi-Aguero atau sekalian saja melepas Messi dengan Paulo Dybala untuk 'menari' di jantung pertahanan Nigeria. Plus menempatkan Ever Banega di posisi second striker.

Kehadiran Messi di lini terdepan mungkin saja membuat bek Nigeria kalang kabut dan berkumpul mengeroyok pemain berjuluk La Pulga. Jika itu terjadi, maka akan banyak ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan Dybala, Banega atau siapapun pemain yang dipilih Sampaoli.

Prakiraan Susunan Pemain Nigeria vs Argentina:

Nigeria (3-5-2): Francis Uzoho; William Troost-Ekong, Leon Balogun, Kenneth Omeruo; Onyinye Ndidi, Oghenekaro Etebo, John Obi Mikel, Victor Moses, Tyronne Ebuehi; Ahmed Musa, Kelechi Iheanacho.

Argentina (4-4-2): Franco Armani; Gabriel Mercado, Nicolas Tagliafico, Nicolas Otamendi, Marcos Rojo; Javier Mascherano, Enzo Perez, Angel Di Maria, Ever Banega; Lionel Messi, Paulo Dybala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Makin Dekat Bela Timnas Indonesia, Statistik Terbaru Laurin Ulrich Nyaris Dekati Lionel Messi

Makin Dekat Bela Timnas Indonesia, Statistik Terbaru Laurin Ulrich Nyaris Dekati Lionel Messi

Bola | Rabu, 09 September 2026 | 20:05 WIB

Lionel Messi Bakal Jadi Pemilik Klub yang Pernah Dibela Eks Bek Persis Solo

Lionel Messi Bakal Jadi Pemilik Klub yang Pernah Dibela Eks Bek Persis Solo

Bola | Rabu, 09 September 2026 | 19:43 WIB

Pemain Klub Orang Indonesia Bakal Warisi Nomor 10 Lionel Messi di Argentina

Pemain Klub Orang Indonesia Bakal Warisi Nomor 10 Lionel Messi di Argentina

Bola | Rabu, 02 September 2026 | 19:05 WIB

Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru

Lionel Messi Gantung Sepatu: Selesainya Era Alien yang Tak Akan Pernah Sanggup Disamai Generasi Baru

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 19:13 WIB

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Setelah 5 Laga Melempem, Messi Bawa Inter Miami Pesta 7 Gol

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:15 WIB

Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS

Tragedi 5 Laga Tanpa Kemenangan: Saat Kehadiran Lionel Messi Tak Lagi Menakutkan di MLS

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves

Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves

Bola | Selasa, 18 Agustus 2026 | 18:54 WIB

Lionel Messi Mau Dibunuh: Dari Bom Rakitan hingga Ditembak Senjata AR-15

Lionel Messi Mau Dibunuh: Dari Bom Rakitan hingga Ditembak Senjata AR-15

Bola | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat

Jorge Messi Wafat, Lionel Messi Pimpin Prosesi Perpisahan dengan Penjagaan Ketat

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 15:08 WIB

Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi

Jorge Messi Wafat, Sosok Penting di Balik Karier Lionel Messi

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 10:07 WIB

Terkini

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Ramalan Shio Kuda 16 September 2026: Harus Lebih Sabar dalam Asmara, Karier hingga Keuangan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru

Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Tayang April 2027, Hadirkan Dunia Baru

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 07:00 WIB

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

3 Zodiak yang Berpeluang Dapat Keuntungan Finansial pada 16 September 2026

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 06:41 WIB

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Kondisi Korban Serangan Brutal Eks Timnas Indonesia Jhon van Beukering: Tujuh Gigi Copot

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:40 WIB

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

BMKG dan Badan Geologi Mau Dilebur, Benarkah Mitigasi Bencana Bisa Lebih Cepat?

News | Rabu, 16 September 2026 | 06:25 WIB

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Jalur Minyak Utama Lumpuh Gegara Houthi, Harga Minyak Dunia Tembus $120 Per Barel!

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 06:15 WIB

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

FC Seoul Pede Hadapi Persib di ACL 2, Tapi...

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 06:05 WIB

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Makan Penyu Dilindungi di Raja Ampat, WNA China Ditangkap di Makassar

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:52 WIB

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

×