CEO PSIS Semarang Pertanyakan Sanksi Gelandang Persib

Rully Fauzi | Adie Prasetyo Nugraha | Suara.com

Selasa, 10 Juli 2018 | 17:27 WIB
CEO PSIS Semarang Pertanyakan Sanksi Gelandang Persib
CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi [Antara/R Rekotomo]

Suara.com - CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mempertanyakan keputusan yang dikeluarkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait sanksi yang diberikan kepada gelandang Persib, Oh In Kyun. Yoyok beranggapan ada hal janggal di balik keputusan Komdis tersebut. 

Sebelumnya, Komdis PSSI memberikan sanksi larangan bertanding sebanyak dua laga kepada In Kyun pada Minggu (8/7/2018). Sanksi tersebut diberikan lantaran pemain berkebangsaan Korea Selatan itu terbukti melakukan pemukalan kepada pemain Persija Sandi Sute, saat kedua klub bertanding di lanjutan Liga 1 2018, 30 Juni lalu.

In Kyun seharusnya tidak boleh tampil membela Persib saat berhadapan dengan PSIS pada akhir pekan lalu, dan Perseru Serui pada 12 Juni mendatang. Nyatanya, In Kyun justru bermain melawan PSIS. 

"Jadi In Kyun ternyata diputus tanggal 4 Juli 2018, dan isi putusannya itu; In Kyun dilarang bermain dua kali melawan PSIS dan Perseru. itu sudah keluar suratnya, tapi surat itu dikirim ke Persib tanggal 8 Juli 2018 dini hari WIB. Selanjutnya pada sore hari, Persib protes," celoteh Yoyok saat dihubungi Suara.com, Selasa (10/7/2018).

"Lalu, saya tidak mengerti, siapa yang bilang atau bagaimana, menurut Persib, Komdis PSSI bicara In Kyun boleh bermain. Itu karena Persib protes, sehingga malam itu Persib mainkan In Kyun," tambahnya.

Kubu Persib memang melakukan protes terkait hal tersebut. Mereka menyebutkan salinan surat Komdis terlambat diterima oleh pihak Persib. Kemudian, In Kyun pun tetap dimainkan oleh Persib saat berhadapan dengan PSIS.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 2018 pun menyebutkan status sang pemain sah dimainkan. Kepastian penundaan sanksi bagi In Kyun tertuang dalam Memo Internal Komdis bernomor 002/KOMDIS/VII-18 yang disampaikan Komdis PSSI kepada COO PT LIB, Tigorshalom Boboy.

Yoyok menambahkan, sejatinya kubu PSIS tidak mempermasalahkan dimainkannya In Kyun. Namun, dia hanya mempertanyakan keputusan apa yang sebenarnya dikeluarkan oleh Komdis PSSI. 

"Kami juga sudah tahu PSIS sudah kalah (dengan skor 0-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api). Cuma pertanyaan saya, kasus yang sama tapi ini perlakuannya berbeda. Ini tidak benar untuk sepakbola Indonesia. Mestinya, kasus sama, perlakuan juga sama. Siapapun itu!" ketusnya.

Yoyok memang mengaitkan kasus In Kyun dengan kasus penyerang Persija Jakarta Marko Simic. Namun, menurutnya perlakuan yang dilakukan oleh Komdis PSSI sangat berbeda. 

Seperti diketahui, Simic dijatuhi hukuman larangan bertanding untuk empat laga. Bomber asal Kroasia itu dianggap bersalah telah menyikut pemain Persipura Jayapura, Ian Louis Kabes dalam laga Liga 1 2018, 25 Mei lalu.

Hukuman untuk Simic adalah salah satu poin keputusan sidang Komdis pada Kamis (31/5/2018), yang hasilnya diumumkan pada Sabtu (2/6/2018). Selain dihukum empat laga, Simic juga didenda Rp 20 juta.

"Kasusnya sama, diputuskan sudah lama, tapi surat datangnya berdekatan. Setelah technical meeting, kasusnya hampir sama. Sama-sama telah diputuskan setelah technical meeting. Tapi saat itu, Persija protes juga. Tapi tidak dikabulkan," jelas Yoyok. (RULLY FAUZI)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Resmi Berpisah dengan PSIM Yogyakarta, Rafinha: Perasaan Saya Campur Aduk

Resmi Berpisah dengan PSIM Yogyakarta, Rafinha: Perasaan Saya Campur Aduk

Bola | Senin, 29 Desember 2025 | 22:30 WIB

Exco PSSI Kairul Anwar Maju Pemilihan Ketua Asprov PSSI Jateng, Duel vs Yoyok Sukawi?

Exco PSSI Kairul Anwar Maju Pemilihan Ketua Asprov PSSI Jateng, Duel vs Yoyok Sukawi?

Bola | Rabu, 26 November 2025 | 13:39 WIB

Siapa Datu Nova Fatmawati? Bos Baru PSIS Semarang, Istri Bos Persela Lamongan

Siapa Datu Nova Fatmawati? Bos Baru PSIS Semarang, Istri Bos Persela Lamongan

Bola | Selasa, 18 November 2025 | 22:34 WIB

Erick Thohir Jadi Menpora, Bos PSIS Semarang: Ini Tanggung Jawab Berat

Erick Thohir Jadi Menpora, Bos PSIS Semarang: Ini Tanggung Jawab Berat

Bola | Rabu, 17 September 2025 | 23:46 WIB

BREAKING NEWS! Ini Pembagian Grup Pegadaian Championship 2025/2026

BREAKING NEWS! Ini Pembagian Grup Pegadaian Championship 2025/2026

Bola | Kamis, 07 Agustus 2025 | 14:43 WIB

Gagal di PSIS Semarang, Striker Timnas Burundi Siap Bangkit Bersama Persijap Jepara

Gagal di PSIS Semarang, Striker Timnas Burundi Siap Bangkit Bersama Persijap Jepara

Bola | Rabu, 23 Juli 2025 | 17:31 WIB

Malut United Datangkan Riyan Ardiansyah, Aroma PSIS Semarang Makin Kental

Malut United Datangkan Riyan Ardiansyah, Aroma PSIS Semarang Makin Kental

Your Say | Rabu, 23 Juli 2025 | 13:11 WIB

Kata Pertama Alfeandra Dewangga Usai Gabung ke Persib Bandung

Kata Pertama Alfeandra Dewangga Usai Gabung ke Persib Bandung

Bola | Selasa, 01 Juli 2025 | 09:56 WIB

Kiper Jagoan Shin Tae-yong Ungkap Alasan Gabung Arema FC

Kiper Jagoan Shin Tae-yong Ungkap Alasan Gabung Arema FC

Bola | Minggu, 22 Juni 2025 | 10:42 WIB

Klubnya Degradasi, PSIS Semarang Justru Kirim Pemain ke Timnas Indonesia U-23

Klubnya Degradasi, PSIS Semarang Justru Kirim Pemain ke Timnas Indonesia U-23

Bola | Senin, 16 Juni 2025 | 16:48 WIB

Terkini

Terancam di Thailand, Pratama Arhan Santer Dikabarkan Jadi Incaran Klub Super League

Terancam di Thailand, Pratama Arhan Santer Dikabarkan Jadi Incaran Klub Super League

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 13:58 WIB

Kocak! Momen Ibu-ibu Core, Tak Kenal Rizky Ridho dan Suruh Jadi Tukang Foto

Kocak! Momen Ibu-ibu Core, Tak Kenal Rizky Ridho dan Suruh Jadi Tukang Foto

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 13:56 WIB

Hadapi Enam Laga Sisa, Bojan Hodak Pastikan Persib Tak Tertekan

Hadapi Enam Laga Sisa, Bojan Hodak Pastikan Persib Tak Tertekan

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 13:55 WIB

Ipswich Town Bisa Promosi Premier League, Apakah Elkan Baggott Masuk Skuad Utama?

Ipswich Town Bisa Promosi Premier League, Apakah Elkan Baggott Masuk Skuad Utama?

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 13:48 WIB

Nasib Fadly Alberto: Antara Ancaman Sanksi Berat dan Mimpi Lanjutkan Karier

Nasib Fadly Alberto: Antara Ancaman Sanksi Berat dan Mimpi Lanjutkan Karier

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 13:34 WIB

Skandal Prostitusi Serie A: Bintang Juventus, Inter hingga Milan Terseret!

Skandal Prostitusi Serie A: Bintang Juventus, Inter hingga Milan Terseret!

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 13:21 WIB

Persib Bandung Resmi Layangkan Surat Protes Usai Laga Kontra Dewa United, Ini Isinya

Persib Bandung Resmi Layangkan Surat Protes Usai Laga Kontra Dewa United, Ini Isinya

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 12:43 WIB

Jelang Persib Bandung vs Arema FC, Bojan Hodak Soroti Lini Depan Singo Edan

Jelang Persib Bandung vs Arema FC, Bojan Hodak Soroti Lini Depan Singo Edan

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 12:39 WIB

Bongkar Resep Performa Solidnya, Jay Idzes: Selalu Berpikir Saya yang Terbaik

Bongkar Resep Performa Solidnya, Jay Idzes: Selalu Berpikir Saya yang Terbaik

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 11:42 WIB

Curang! Lobi Anak Buah Trump Dorong Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Curang! Lobi Anak Buah Trump Dorong Italia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 23 April 2026 | 11:40 WIB