Kala itu, Indonesia menghantam Bahrain 2-1 melalui gol duet penyerang legendaris Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas.
Tim-tim dari Timur Tengah seperti momok bagi Indonesia. Pemain-pemain dari negara seperti UAE, Arab Saudi, Iran dan lain-lain dikenal memiliki postur yang lebih tinggi daripada fisik pemain Indonesia.
Namun, Garuda sejatinya memiliki senjata untuk menghadapi lawan dengan tipikal fisik menjulang yaitu kecepatan.
Di skuat Simon McMenemy, ada pemain-pemain lincah yang mampu lari melesat cepat, sebut saja Riko Simanjuntak dan Andik Vermansah.
Di lini depan, timnas memiliki penyerang haus gol dalam diri Alberto ‘Beto’ Goncalves. Pesepak bola naturalisasi dari Brasil ini sudah membuat 14 gol dari 14 penampilannya bersama timnas Indonesia, termasuk timnas U-23.
Walau usianya sudah menginjak 38 tahun, Beto dikenal memiliki akselerasi yang baik di sekitar kotak penalti lawan dan mempunyai kemampuan yang bagus untuk mencari ruang tembak demi mencetak gol.

Kalau bisa memanfaatkan kelebihan-kelebihan tersebut, Indonesia mempunyai kans besar untuk mencuri tiga poin di Dubai.
“Kami memiliki senjata untuk melawan UAE. Kami akan lakukan yang terbaik dengan apa yang kami punya,” ujar Simon McMenemy seperti dimuat Antara.
Jauh-jauh hari, Beto juga sudah mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak kalah sebelum bertanding.
Pemain klub Madura United tersebut tidak ingin timnas Indonesia terpenjara faktor-faktor fisik lawan seperti tinggi badan dan lain-lain.
“Kami harus percaya dengan kualitas kami sendiri. Kami harus optimistis. Lawan bisa saja memiliki postur lebih tinggi atau apa pun, yang jelas kami tidak boleh kalah sebelum berlaga,” tutur Beto.
Tidak ada tim sepak bola yang tidak terkalahkan. Singkatnya, selama bola masih berputar di lapangan, apa saja bisa terjadi.

Klub kecil seperti Leicester City bisa melangkahi para raksasa seperti Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea untuk menjadi juara Liga Inggris musim 2015-2016. Itu adalah gelar pertama mereka di level tertinggi Inggris.
Ketika ditanya pewarta soal rahasia sukses skuatnya menjadi yang terbaik di Inggris, pelatih Leicester City saat itu Claudio Ranieri awalnya menjawab ‘tidak tahu’. Namun dia melanjutkan, ”Saya pikir, pemain sudah memberikan hati dan jiwanya ke dalam setiap pertandingan”.
Dalam skala yang lebih kecil, yaitu demi menaklukkan UAE, Indonesia tentu saja mampu mencontoh apa yang dilakukan oleh para pemain Leicester City.