Suara.com - Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Italia semakin tak terbendung. Penyebaran Covid-19 itu tak hanya menghantam sektor ekonomi negeri itu, tapi juga memengaruhi industri sepak bola.
Pekan lalu sejumlah pertandingan Serie A italia dibatalkan, termasuk laga yang dinanti-nanti para pecinta sepak bola dunia, Inter Milan versus Juventus.
Selain liga domestik, penyebaran virus corona kabarnya juga mengancam gelaran leg kedua babak 16 besar Liga Champions antara Juventus vs Lyon. Dilansir Football Italia, sejumlah media di Negeri Pizza menyebut jika laga di Juventus Stadium yang dijadwalkan pada 18 Maret 2020 batal digelar.
![Gelandang Lyon Prancis Lucas Tousart mencetak gol selama putaran leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Lyon melawan Juventus di Stadion Parque Olympique Lyonnais, Perancis, Kamis (27/2) dini hari WIB. [FRANCK FIFE / AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/02/27/89056-lyon.jpg)
Menanggapi rumor batalnya laga Juventus vs Lyon, Presiden UEFA Aleksander Ceferin menegaskan jika hingga kini UEFA belum memutuskan untuk membatalkan pertandingan itu.
Namun demi keselamatan semua pihak, UEFA menyerahkan keputusan kepada negara masing-masing. Dalam hal ini kebijakan Italia dan Prancis.
![Presiden UEFA Aleksander Ceferin [AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2017/05/24/79386-aleksander-ceferin.jpg)
"Kami mengikuti evolusi (penyebaran) virus corona dengan seksama," kata Ceferin.
"Saat ini belum ada keputusan penundaan pertandingan (oleh UEFA)," sambungnya dikutip L'Equipe.
"Tapi kami akan mengikuti keputusan yang diambil negara masing-masing," tegasnya.
Juventus saat ini tertinggal agregat satu gol dari Lyon menyusul kekalahan tim besutan Maurizio Sarri di leg pertama yang digelar di Groupama Stadium, 27 Februari 2020. Dalam laga itu, Lucas Tousart keluar sebagai pahlawan kemenangan Lyon berkat gol tunggalnya di menit 31.