alexametrics

Park Chu-young, Pemain Gagal Arsenal yang Terhindar dari Wajib Militer

Syaiful Rachman
Park Chu-young, Pemain Gagal Arsenal yang Terhindar dari Wajib Militer
Park Chu-young memperkuat Arsenal di ajang Piala Liga Inggris pada 2011. [AFP]

Selama berkarier di Arsenal, Park Chu-young gagal mendapatkan tempat di tim utama.

Suara.com - Park Chu-young tercatat sebagai salah satu pembelian gagal Arsenal. Sempat digadang-gadang bakal menjadi pilar Arsenal, dia berakhir dengan catatan satu penampilan di liga Premier dalam tiga tahun masanya di Emirates Stadium.

Pemilik 68 caps bersama Timnas Korea Selatan itu didatangkan Arsenal dari AS Monaco dengan biaya 3 juta poundsterling. Dia datang jelang transfer musim panas 2011 ditutup.

Transfer ini bukan tanpa kontroversi. Kala itu, Arsene Wenger membajak Park yang sedang menunggu tes medis bersama klub Ligue 1 lainnya, Lille.

Park Chu-young memperkuat Arsenal di ajang Piala Liga Inggris pada 2011. [AFP]
Park Chu-young memperkuat Arsenal di ajang Piala Liga Inggris pada 2011. [AFP]

Alih-alih merampungkan tes medis, sang pemain justru kabur ketika tahu Arsenal menginingkan jasanya. Pihak Lille baru diberi kabar oleh Park ketika dia sudah berada di perjalanan menuju Inggris untuk meneken kontrak dengan Arsenal.

Baca Juga: Rene Higuita, Kiper Nyentrik Pemilik Tendangan Kalajengking Berjuluk Si Gila

Park mendapat kehormatan dengan menerima nomor spesial yang biasanya digunakan para striker hebat, yaitu nomor punggung 9.

Pada awal kedatangannya, Arsenal sudah terancam kehilangan Park karena wajib militer yang diberlakukan di Korea Selatan bagi setiap pria yang berbadan sehat sebelum berusia 28 tahun kecuali dibebaskan oleh negara dengan alasan khusus. Kebetulan, saat datang ke Arsenal, ia berusia 26 tahun.

Akan tetapi, Park Chu-young bisa menghindar dari wajib militer tersebut. Pasalnya, dia memperoleh visa tinggal selama 10 tahun sejak membela Monaco.

Ketika kontroversi tentang masalah wajib militer Park menjadi besar, dia menyangkal menghindari kewajibannya. Dia pun menegaskan akan melakukan kewajibannya itu.

Namun, Park yang masuk ke dalam skuat Korea Selatan di Olimpiade 2012 London berhasil menyabet medali perunggu sepak bola putra. Menurut peraturan di Korea Selatan, peraih medali Olimpiade bisa dibebaskan dari wajib militer.

Baca Juga: Nasib Tragis Paul Vaessen, Pemain Muda Arsenal yang Nyaris Tewas Ditikam Pengedar Narkoba

Terlepas dari kontroversi wajib militer itu, karier Park tetap tak menanjak di Arsenal. Pada musim 2011/12, dia cuma tampil enam kali di lintas ajang.

Park Chu-young memperkuat Arsenal di ajang Piala Liga Inggris pada 2011. [AFP]
Park Chu-young memperkuat Arsenal di ajang Piala Liga Inggris pada 2011. [AFP]

Dia sempat dipinjamkan ke Celta Vigo, selama satu musim di sana Park mencetak 4 gol dari 25 penampilan. Dia kembali ke Arsenal pada Oktober 2013 dan bermain satu kali melawan Chelsea sebagai pemain pengganti.

Laga itu menjadi pertandingan terakhir Park Chu-young di Arsenal. Setelah dipinjamkan ke Watford pada 2014, Arsenal melepasnya di tahun yang sama.

Park Chu-young sempat bermain di Liga Arab Saudi bersama Al-Shabab. Hanya satu musim di sana, Park pindah ke FC Seoul pada 2015 dan masih bermain hingga sekarang.

[Penulis: Aditia Rizki]

Komentar