Tak Cuma Larangan Main, Aturan Bubble Singapura Bikin PSSI Didenda Rp 105 Juta

Bangun Santoso

Minggu, 02 Januari 2022 | 10:17 WIB
Tak Cuma Larangan Main, Aturan Bubble Singapura Bikin PSSI Didenda Rp 105 Juta
Pemain Thailand Teerasil Dangda (kiri) berebut bola dengan pemain Indonesia Fachruddin Wahyudi Aryanto pada pertandingan leg kedua final sepak bola Piala AFF Suzuki 2020 antara Thailand dan Indonesia di Stadion Nasional Singapura, pada (1/12/2022). [ROSLAN RAHMAN / AFP]

Suara.com - Gelaran final Piala AFF 2020 telah usai Sabtu (1/1/2022) malam dengan Thailand keluar sebagai kampiun mengalahkan Timnas Indonesia dengan agregat 6-2. Banyak cerita muncul selama gelaran yang berlangsung di Singapura ini.

Hantaman pandemi Covid-19 tak hanya membuat gelaran Piala AFF 2020 diundur satu tahun. Namun juga membuat panitia dari pemerintah Singapura menerapkan aturan ketat bagi semua tim, mulai dari pemain, pelatih, staf hingga official.

Salah satunya adalah aturan bubble. Yah, sejumlah kebijakan pembatasan membuat pelatih kepala, tak terkecuali pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong pusing tujuh keliling.

Dari skuad Garuda, bek jangkung Elkan Baggot menjadi salah satu pemain yang paling banyak kena imbas aturan bubble Singapura. Saat awal-awal gelaran Piala AFF, Elkan sempat batal main karena harus mengikuti aturan karantina Covid-19 usai perjalanan dari Inggris.

Paling baru adalah satu hari menjelang kick off leg kedua final Piala AFF 2020 Sabtu malam tadi. Tak cuma Elkan, tiga pemain Timnas Indonesia juga dilarang di laga final itu. Mereka adalah Rizky Ridho, Victor Igbonefo dan Rizky Dwi Febrianto.

Praktis, larangan itu menjadikan pelatih Shin Tae-yong amat kecewa, apalagi Elkan menjadi salah satu pemain andalan, meski lebih banyak masuk sebagai pemain pengganti. Satu gol tandukkannya kala bersua Malaysia menjadi bukti.

Ia bahkan menyebut banyak permasalahan yang terjadi di Piala AFF 2020 yang sangat merugikan Timnas Indonesia.

Selain larangan main empat pemain Timnas Indonesia di laga final leg kedua, ada beberapa hal yang menjadi sorotan juru formasi asal Korea Selatan itu.

Salah satunya adalah banyak orang luar berkeliaran di tempat menginap Timnas Indonesia, bahkan menggelar pesta hingga mabuk-mabukan. Padahal, Piala AFF 2020 disebut menggunakan sistem bubble, namun banyak orang asing.

baca juga

"Secara administrasi sangat mengecewakan. Banyak masalah di tengah-tengah turnamen, seperti karantina, bahkan tadi pagi ini kami baru dikabarkan bahwa empat pemain tidak bisa dimainkan. Memang kejadian ini terjadi tanggal 15 (Desember)."

"Mereka keluar karena terlalu sumpek di kamar terus, tetapi mereka keluar sebentar saja. Mereka juga sudah dikasih penalti dan peringatan juga," kata Shin.

"Yang jadi masalah di hotel banyak juga orang umum, termasuk di lantai kami, lantai 7 dan 8. Bahkan saat akhir pekan ada orang-orang yang mabuk karena mungkin selesai pesta sampai berisik dan itu membuat istirahat kami terganggu," terangnya.

Ke depannya, Shin Tae-yong berharap kejadian ini menjadi pelajaran khususnya bagi penyelenggara atau tuan rumah. Sebab, hal seperti ini sangat merugikan tim.

Sanksi Larangan Main Hingga Denda Ratusan Juta

Timnas Indonesia AFF 2020 (Instagram/@pssi)
Timnas Indonesia AFF 2020 (Instagram/@pssi)

Imbas aturan bubble benar-benar merugikan timnas Indonesia. Empat pemain skuad Garuda dilarang tampil di leg kedua final Piala AFF menghadapi Thailand. Padahal, meski terbilang kecil peluang usai tertinggal 4-0 di leg pertama, paling tidak dengan skuad penuh bisa menjadikan asa membalikkan keadaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suasana Nobar Final Piala AFF 2020 di Masjid Jogokariyan, Warga Kecewa Indonesia Runner-up

Suasana Nobar Final Piala AFF 2020 di Masjid Jogokariyan, Warga Kecewa Indonesia Runner-up

Video | Minggu, 02 Januari 2022 | 10:12 WIB

Debut Oke Pratama Arhan di Piala AFF 2020: Cetak Gol Indah dan Raih Pemain Muda Terbaik

Debut Oke Pratama Arhan di Piala AFF 2020: Cetak Gol Indah dan Raih Pemain Muda Terbaik

Jawa Tengah | Minggu, 02 Januari 2022 | 08:41 WIB

Indonesia Kembali Menjadi Runner Up AFF 2020

Indonesia Kembali Menjadi Runner Up AFF 2020

Your Say | Minggu, 02 Januari 2022 | 08:31 WIB

Apa Itu Aturan Bubble? Penyebab Elkan Baggott Cs Tak Bisa Main Di Final Piala AFF 2020

Apa Itu Aturan Bubble? Penyebab Elkan Baggott Cs Tak Bisa Main Di Final Piala AFF 2020

Bola | Minggu, 02 Januari 2022 | 07:51 WIB

Timnas Indonesia Gagal Juara Piala AFF 2020, Jokowi Tetap Bangga Perjuangan Skuad Garuda

Timnas Indonesia Gagal Juara Piala AFF 2020, Jokowi Tetap Bangga Perjuangan Skuad Garuda

Bola | Minggu, 02 Januari 2022 | 05:55 WIB

Shin Tae-yong Ungkap Alasan Elkan Baggott Jajan Ke Sevel Berbuntut Larangan Main Di Final

Shin Tae-yong Ungkap Alasan Elkan Baggott Jajan Ke Sevel Berbuntut Larangan Main Di Final

Bola | Minggu, 02 Januari 2022 | 05:49 WIB

Tahan Imbang Indonesia 2-2, Thailand Juara Piala AFF 2020

Tahan Imbang Indonesia 2-2, Thailand Juara Piala AFF 2020

Foto | Minggu, 02 Januari 2022 | 05:45 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×