Timnas Brasil dan Misteri Hilangnya Trofi Piala Dunia pada 1983

Arief Apriadi

Selasa, 15 November 2022 | 19:00 WIB
Timnas Brasil dan Misteri Hilangnya Trofi Piala Dunia pada 1983
Kapten tim sepak bola nasional Brasil dan bek Carlos Alberto tersenyum saat ia memegang Piala Jules Rimet setelah Brasil mengalahkan Italia 4-1 di final Piala Dunia 1970 di Mexico City pada 21 Juni 1970. [STF / AFP]. Ini adalah gelar juara ketiga Brasil di Piala Dunia setelah 1958 di Swedia dan 1962 di Chili). FOTO AFP

Pada tahun 1989 salah satu tersangka yang ditangkap – Antonio Carlos Aranha – ditemukan tewas setelah ditembak tujuh kali.

Hingga kini, trofi asli Jules Rimet setinggi 30 cm yang dibuat pematung Paris Abel Lafleur pada tahun 1929 dianggap lenyap untuk selama-lamanya kendati beberapa laporan menyebut masih ada orang yang coba menyelidiki misteri tersebut.

Uniknya, Piala Dunia 1970 adalah kali terakhir event tersebut menggunakan trofi Jules Rimet. Pada edisi 1974 alias sembilan tahun sebelum "cawan suci" itu hilang untuk selamanya, FIFA memperkenalkan trofi baru yang dipakai hingga sekarang dengan nama "FIFA World Cup Trophy".

Perjalanan Trofi Jules Rimet

Kapten timnas Inggris Bobby Moore mengangkat tinggi-tinggi trofi Jules Rimet saat ia diangkat oleh rekan satu timnya menyusul kemenangan Inggris atas Jerman (4-2 di perpanjangan waktu) di final Piala Dunia 30 Juli 1966 di stadion Wembley di London.CENTRAL PRESS / AFP
Kapten timnas Inggris Bobby Moore mengangkat tinggi-tinggi trofi Jules Rimet saat ia diangkat oleh rekan satu timnya menyusul kemenangan Inggris atas Jerman (4-2 di perpanjangan waktu) di final Piala Dunia 30 Juli 1966 di stadion Wembley di London.CENTRAL PRESS / AFP

Pada awalnya, trofi Piala Dunia belum bernama Jules Rimet saat pertama kali digelar pada 1930 di Uruguay. Trofi itu dinamai Victory.

Namun pada 1946, trofi Piala Dunia resmi diganti menjadi Jules Rimet, diambil dari nama Presiden FIFA ke-3 selaku inisiator digelarnya Piala Dunia.

Sebelum hilang di Brasil, trofi Jules Rimet lebih dulu jadi rebutan pada 1938. Menurut film dokumenter Italia The Rimet Trophy, oleh Lorenzo Garzella, Filippo Macelloni dan César Meneghetti, hadiah terbesar di sepak bola itu pertama kali mendapat ancaman dari Nazi.

Nazi sangat dekat untuk mencuri trofi itu dari Italia, yang selama perang dunia menyimpan Jules Rimet di bank Roma, lantaran berstatus sebagai peraih gelar juara edisi 1938.

Khawatir akan keamanannya, presiden Federasi Sepak Bola Italia saat itu, Ottorino Barassi, menyelundupkan piala itu keluar dari bank dan masuk ke apartemennya.

baca juga

Namun, Nazi telah mengetahui rencana itu sehingga melakukan penggeledahan di rumah Barassi. Sayangnya, mereka tidak cukup teliti dan gagal menemukan Jules Rimet yang disembunyikan dalam kotak sepatu tua di bawah tempat tidur Barassi.

Menyusul kemenangan Jerman Barat pada putaran final 1954 di Swiss, trofi tersebut disimpan di Frankfurt. Isu trofi Jules Rimet telah diubah pun menyeruak pada masa itu.

Wartawan foto Joe Coyle mengklaim bahwa, setelah mempelajari foto-foto tertentu, trofi yang dibawa ke Swedia untuk final tahun 1958 lebih tinggi 5cm dan memiliki alas yang diubah dari versi 1954.

Namun, klaim Joe Coyle tidak pernah diverifikasi sehingga tidak ada yang dapat mengetahui apakah "cawan emas" itu telah diubah atau ditukar saat berada di bawah kontrol Jerman.

Setelah itu, trofi Jules Rimet juga mendapat ancaman tepatnya pada 1966. Tiga bulan sebelum turnamen itu bergulir di Inggris, trofi itu dipajang di depan umum di Westminster Central Hall.

Pemeriksaan rutin dilakukan oleh petugas keamanan terhadap trofi Jules Rimet. Pada pukul 11 pagi di Minggu siang yang tenang, tak ada tanda-tanda kejahatan di dalam gedung.

Namun, pada pemeriksaan berikutnya tepatnya pada pukul 12.10, kotak kaca tempat piala disimpan pecah, pintu belakang gedung dibuka paksa, dan trofi Jules Rimet menghilang.

Ketua FA saat itu, Joe Mears pun bereaksi dengan mengerahkan kekuatan demi menemukan trofi Jules Rimet.

Lucunya, tak seperti di Brasil, trofi ini ditemukan oleh seekor anjing tujuh hari pasca perampok mencurinya. Pria pemilik anjing menemukannya dibungkus koran di luar taman depan sebuah rumah di Upper Norwood, London selatan.

Hingga kini, tidak ada yang tahu bagaimana trofi itu bisa berada di sana. FA pun bergegas membuat trofi replika untuk kebutuhan turnamen termasuk ketika diserahkan pasca laga final di Wembley di mana timnas Inggris keluar sebagai juara.

Replika ini juga digunakan pada pesta resmi malam itu di Royal Garden Hotel di Kensington dan acara publisitas berikutnya.

Menariknya, saking miripnya replika yang dibuat Inggris, terdapat rumor yang menyebut bahwa piala yang diserahkan negeri Ratu Elizabeth untuk turnamen edisi 1970 adalah replika.

Apalagi, FIFA kemudian membeli trofi itu dalam proses lelang pada 1997 dengan harga 254 ribu poundsterling.

Namun, ahli perhiasan telah memeriksa trofi itu dan meyakini bahwa yang dibeli FIFA adalah replika. Artinya, Piala Dunia 1970 menggunakan trofi Jules Rimet asli sebelum dibawa pulang timnas Brasil dan hilang untuk selamanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap Tampil di Piala Dunia Kelima, Duo Meksiko Ochoa dan Guardado Bakal Masuk Buku Sejarah

Siap Tampil di Piala Dunia Kelima, Duo Meksiko Ochoa dan Guardado Bakal Masuk Buku Sejarah

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 15:14 WIB

Hugo Lloris Mengeluh Banyak Tekanan ke Pemain untuk Tolak Piala Dunia 2022 karena Isu LGBT: Target Kami Juara

Hugo Lloris Mengeluh Banyak Tekanan ke Pemain untuk Tolak Piala Dunia 2022 karena Isu LGBT: Target Kami Juara

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 14:48 WIB

5 Wonderkid yang Diprediksi Bakal Gemparkan Piala Dunia 2022

5 Wonderkid yang Diprediksi Bakal Gemparkan Piala Dunia 2022

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 14:42 WIB

Lionel Messi Prediksi Brasil dan Pracis Timnas Terkuat Piala Dunia 2022 Qatar, Ini Analisa Lengkapnya

Lionel Messi Prediksi Brasil dan Pracis Timnas Terkuat Piala Dunia 2022 Qatar, Ini Analisa Lengkapnya

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 14:28 WIB

Piala Dunia 2022: Protes HAM Lewat Kaus Latihan Ditolak Mentah-mentah FIFA, Ini Reaksi Timnas Denmark

Piala Dunia 2022: Protes HAM Lewat Kaus Latihan Ditolak Mentah-mentah FIFA, Ini Reaksi Timnas Denmark

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 14:22 WIB

Lionel Messi Tak Percaya Argentina Tim Favorit Piala Dunia 2022: Semua Timas Sulit Dilawan Akhir-akhir Ini

Lionel Messi Tak Percaya Argentina Tim Favorit Piala Dunia 2022: Semua Timas Sulit Dilawan Akhir-akhir Ini

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 14:07 WIB

Terkini

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

×