Timnas Brasil dan Misteri Hilangnya Trofi Piala Dunia pada 1983

Arief Apriadi | Suara.com

Selasa, 15 November 2022 | 19:00 WIB
Timnas Brasil dan Misteri Hilangnya Trofi Piala Dunia pada 1983
Kapten tim sepak bola nasional Brasil dan bek Carlos Alberto tersenyum saat ia memegang Piala Jules Rimet setelah Brasil mengalahkan Italia 4-1 di final Piala Dunia 1970 di Mexico City pada 21 Juni 1970. [STF / AFP]. Ini adalah gelar juara ketiga Brasil di Piala Dunia setelah 1958 di Swedia dan 1962 di Chili). FOTO AFP

Suara.com - Timnas Brasil memang bergelimang sejarah dan prestasi jika berbicara perihal Piala Dunia. Namun, negara Amerika Selatan itu juga punya momen memalukan yang berkaitan dengan ajang tersebut.

Semua berawal ketika Timnas Brasil berhasil merengkuh trofi Piala Dunia ketiganya pada 1970 usai menang telak 4-1 atas Italia dalam laga final di Estadio Azteca, Meksiko.

Sesuai kesepakatan FIFA sejak menggelar Piala Dunia perdana pada 1930, jika ada negara yang berhasil memenangkan tiga gelar juara, maka akan dihadiahi trofi asli untuk disimpan.

Jules Rimet. (Shutterstock)
Jules Rimet. (Shutterstock)

Pada edisi 1970, trofi Piala Dunia masih berbentuk cangkir segi delapan yang dipegang sosok dewi kemenangan Yunani bernama Nike.

Dilansir dari The Guardian, FIFA memberikan trofi Jules Rimet itu kepada Konfederasi Olahraga Brasil (CBD)--sekarang Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF).

Trofi tersebut dipajang di lantai tiga kantor CBF di Rua da Alfandega Rio, sebelum 13 tahun berselang tepatnya pada malam 19-20 Desember 1983, hilang dicuri.

Penyerang Brasil Pele tersenyum saat ia memegang Piala Jules Rimet setelah Brasil mengalahkan Italia 4-1 di final Piala Dunia 1970 di Mexico City pada 21 Juni 1970. [STF / AFP]
Penyerang Brasil Pele tersenyum saat ia memegang Piala Jules Rimet setelah Brasil mengalahkan Italia 4-1 di final Piala Dunia 1970 di Mexico City pada 21 Juni 1970. [STF / AFP]

Penjaga gedung itu diserbu oleh sekelompok pencuri yang menurut laporan v-brazil.com sejatinya tidak memiliki rencana matang untuk menggondol trofi Jules Rimet.

Hilangnya trofi Piala Dunia milik Brasil itu disebut-sebut lebih kepada tindakan pencurian oportunis daripada dilakukan oleh sindikat internasional.

Setelah mengikat petugas keamanan, para pencuri yang disebut berjumlah dua orang--ada yang bilang tiga orang--membongkar bingkai kayu dari kotak kaca antipeluru yang menampuk trofi Jules Rimet.

Mereka menggasak lambang supermasi sepak bola dunia itu dan dengan masa bodoh meninggalkan satu trofi replika yang berada di sebuah peti yang terdapat dalam gedung itu juga.

Insiden itu memicu pencarian besar-besaran yang dilakukan pemerintah Brasil. Dengan maraknya kegiatan mendulang emas saat itu, ada kekhawatiran trofi itu akan dilebur oleh sang pencuri.

Dalam bukunya The Theft of the Jules Rimet Trophy, Martin Atherton menulis bahwa presiden CBF, Giulite Coutinho, membuat seruan nasional meminta semua orang Brasil untuk membantu menemukan trofi tersebut.

“Nilai spiritual dari piala itu jauh lebih besar daripada materinya," kata Giulite Coutinho seraya menyebut para pencuri tidak memiliki rasa patriotisme.

Wajar saja pemerintah Brasil kalang kabut atas insiden itu. Selain trofi Jules Rimet sangat bersejarah, itu juga menjadi tanda ketidakmampuan negara menjaga legasi Piala Dunia.

Polisi memulai penyelidikan intensif, mengejar jalur penyelidikan, sebelum menangkap dua petugas kebersihan di kantor CBF. Namun, upaya untuk menemukan kembali trofi Jules Rimet tidak pernah ditemukan.

Pada tahun 1989 salah satu tersangka yang ditangkap – Antonio Carlos Aranha – ditemukan tewas setelah ditembak tujuh kali.

Hingga kini, trofi asli Jules Rimet setinggi 30 cm yang dibuat pematung Paris Abel Lafleur pada tahun 1929 dianggap lenyap untuk selama-lamanya kendati beberapa laporan menyebut masih ada orang yang coba menyelidiki misteri tersebut.

Uniknya, Piala Dunia 1970 adalah kali terakhir event tersebut menggunakan trofi Jules Rimet. Pada edisi 1974 alias sembilan tahun sebelum "cawan suci" itu hilang untuk selamanya, FIFA memperkenalkan trofi baru yang dipakai hingga sekarang dengan nama "FIFA World Cup Trophy".

Perjalanan Trofi Jules Rimet

Kapten timnas Inggris Bobby Moore mengangkat tinggi-tinggi trofi Jules Rimet saat ia diangkat oleh rekan satu timnya menyusul kemenangan Inggris atas Jerman (4-2 di perpanjangan waktu) di final Piala Dunia 30 Juli 1966 di stadion Wembley di London.CENTRAL PRESS / AFP
Kapten timnas Inggris Bobby Moore mengangkat tinggi-tinggi trofi Jules Rimet saat ia diangkat oleh rekan satu timnya menyusul kemenangan Inggris atas Jerman (4-2 di perpanjangan waktu) di final Piala Dunia 30 Juli 1966 di stadion Wembley di London.CENTRAL PRESS / AFP

Pada awalnya, trofi Piala Dunia belum bernama Jules Rimet saat pertama kali digelar pada 1930 di Uruguay. Trofi itu dinamai Victory.

Namun pada 1946, trofi Piala Dunia resmi diganti menjadi Jules Rimet, diambil dari nama Presiden FIFA ke-3 selaku inisiator digelarnya Piala Dunia.

Sebelum hilang di Brasil, trofi Jules Rimet lebih dulu jadi rebutan pada 1938. Menurut film dokumenter Italia The Rimet Trophy, oleh Lorenzo Garzella, Filippo Macelloni dan César Meneghetti, hadiah terbesar di sepak bola itu pertama kali mendapat ancaman dari Nazi.

Nazi sangat dekat untuk mencuri trofi itu dari Italia, yang selama perang dunia menyimpan Jules Rimet di bank Roma, lantaran berstatus sebagai peraih gelar juara edisi 1938.

Khawatir akan keamanannya, presiden Federasi Sepak Bola Italia saat itu, Ottorino Barassi, menyelundupkan piala itu keluar dari bank dan masuk ke apartemennya.

Namun, Nazi telah mengetahui rencana itu sehingga melakukan penggeledahan di rumah Barassi. Sayangnya, mereka tidak cukup teliti dan gagal menemukan Jules Rimet yang disembunyikan dalam kotak sepatu tua di bawah tempat tidur Barassi.

Menyusul kemenangan Jerman Barat pada putaran final 1954 di Swiss, trofi tersebut disimpan di Frankfurt. Isu trofi Jules Rimet telah diubah pun menyeruak pada masa itu.

Wartawan foto Joe Coyle mengklaim bahwa, setelah mempelajari foto-foto tertentu, trofi yang dibawa ke Swedia untuk final tahun 1958 lebih tinggi 5cm dan memiliki alas yang diubah dari versi 1954.

Namun, klaim Joe Coyle tidak pernah diverifikasi sehingga tidak ada yang dapat mengetahui apakah "cawan emas" itu telah diubah atau ditukar saat berada di bawah kontrol Jerman.

Setelah itu, trofi Jules Rimet juga mendapat ancaman tepatnya pada 1966. Tiga bulan sebelum turnamen itu bergulir di Inggris, trofi itu dipajang di depan umum di Westminster Central Hall.

Pemeriksaan rutin dilakukan oleh petugas keamanan terhadap trofi Jules Rimet. Pada pukul 11 pagi di Minggu siang yang tenang, tak ada tanda-tanda kejahatan di dalam gedung.

Namun, pada pemeriksaan berikutnya tepatnya pada pukul 12.10, kotak kaca tempat piala disimpan pecah, pintu belakang gedung dibuka paksa, dan trofi Jules Rimet menghilang.

Ketua FA saat itu, Joe Mears pun bereaksi dengan mengerahkan kekuatan demi menemukan trofi Jules Rimet.

Lucunya, tak seperti di Brasil, trofi ini ditemukan oleh seekor anjing tujuh hari pasca perampok mencurinya. Pria pemilik anjing menemukannya dibungkus koran di luar taman depan sebuah rumah di Upper Norwood, London selatan.

Hingga kini, tidak ada yang tahu bagaimana trofi itu bisa berada di sana. FA pun bergegas membuat trofi replika untuk kebutuhan turnamen termasuk ketika diserahkan pasca laga final di Wembley di mana timnas Inggris keluar sebagai juara.

Replika ini juga digunakan pada pesta resmi malam itu di Royal Garden Hotel di Kensington dan acara publisitas berikutnya.

Menariknya, saking miripnya replika yang dibuat Inggris, terdapat rumor yang menyebut bahwa piala yang diserahkan negeri Ratu Elizabeth untuk turnamen edisi 1970 adalah replika.

Apalagi, FIFA kemudian membeli trofi itu dalam proses lelang pada 1997 dengan harga 254 ribu poundsterling.

Namun, ahli perhiasan telah memeriksa trofi itu dan meyakini bahwa yang dibeli FIFA adalah replika. Artinya, Piala Dunia 1970 menggunakan trofi Jules Rimet asli sebelum dibawa pulang timnas Brasil dan hilang untuk selamanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap Tampil di Piala Dunia Kelima, Duo Meksiko Ochoa dan Guardado Bakal Masuk Buku Sejarah

Siap Tampil di Piala Dunia Kelima, Duo Meksiko Ochoa dan Guardado Bakal Masuk Buku Sejarah

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 15:14 WIB

Hugo Lloris Mengeluh Banyak Tekanan ke Pemain untuk Tolak Piala Dunia 2022 karena Isu LGBT: Target Kami Juara

Hugo Lloris Mengeluh Banyak Tekanan ke Pemain untuk Tolak Piala Dunia 2022 karena Isu LGBT: Target Kami Juara

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 14:48 WIB

5 Wonderkid yang Diprediksi Bakal Gemparkan Piala Dunia 2022

5 Wonderkid yang Diprediksi Bakal Gemparkan Piala Dunia 2022

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 14:42 WIB

Lionel Messi Prediksi Brasil dan Pracis Timnas Terkuat Piala Dunia 2022 Qatar, Ini Analisa Lengkapnya

Lionel Messi Prediksi Brasil dan Pracis Timnas Terkuat Piala Dunia 2022 Qatar, Ini Analisa Lengkapnya

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 14:28 WIB

Piala Dunia 2022: Protes HAM Lewat Kaus Latihan Ditolak Mentah-mentah FIFA, Ini Reaksi Timnas Denmark

Piala Dunia 2022: Protes HAM Lewat Kaus Latihan Ditolak Mentah-mentah FIFA, Ini Reaksi Timnas Denmark

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 14:22 WIB

Lionel Messi Tak Percaya Argentina Tim Favorit Piala Dunia 2022: Semua Timas Sulit Dilawan Akhir-akhir Ini

Lionel Messi Tak Percaya Argentina Tim Favorit Piala Dunia 2022: Semua Timas Sulit Dilawan Akhir-akhir Ini

Bola | Selasa, 15 November 2022 | 14:07 WIB

Terkini

El Clasico Jadi Neraka untuk Real Madrid, Barcelona Angkat Trofi La Liga ke-29

El Clasico Jadi Neraka untuk Real Madrid, Barcelona Angkat Trofi La Liga ke-29

Bola | Senin, 11 Mei 2026 | 06:35 WIB

Timnas Indonesia vs Jepang, Ujian Kelayakan Lolos Piala Dunia 2030

Timnas Indonesia vs Jepang, Ujian Kelayakan Lolos Piala Dunia 2030

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:05 WIB

Berstatus Juara, Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League 2026-2027

Berstatus Juara, Garudayaksa FC Siap Bersaing di Super League 2026-2027

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:27 WIB

Derbi ASEAN di Piala Asia 2027, Herdman Tuntut Timnas Indonesia Tampil Total Lawan Thailand

Derbi ASEAN di Piala Asia 2027, Herdman Tuntut Timnas Indonesia Tampil Total Lawan Thailand

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:10 WIB

Hasil Persija vs Persib: Macan Kemayoran Takluk 1-2 di Segiri

Hasil Persija vs Persib: Macan Kemayoran Takluk 1-2 di Segiri

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:25 WIB

Hasil Persija vs Persib di Babak I: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Berbalik Unggul 2-1

Hasil Persija vs Persib di Babak I: Brace Adam Alis Bawa Maung Bandung Berbalik Unggul 2-1

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:27 WIB

Susunan Pemain Persija vs Persib: Adu Tajam Eksel Runtukahu dan Andrew Jung

Susunan Pemain Persija vs Persib: Adu Tajam Eksel Runtukahu dan Andrew Jung

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:55 WIB

Profil Timnas Mesir: Raja Afrika Berburu Pembuktian di Level Piala Dunia

Profil Timnas Mesir: Raja Afrika Berburu Pembuktian di Level Piala Dunia

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:55 WIB

Link Live Streaming Persija vs Persib: El Clasico Penentu Arah Juara Super League

Link Live Streaming Persija vs Persib: El Clasico Penentu Arah Juara Super League

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:24 WIB

Ambisius! Jonathan David Mau Geser Popularitas Hoki Es Kanada di Momentum Piala Dunia 2026

Ambisius! Jonathan David Mau Geser Popularitas Hoki Es Kanada di Momentum Piala Dunia 2026

Bola | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:05 WIB