Fakhri Husaini Heran pemain Cadangan Timnas Indonesia pun Harus Naturalisasi: Sebodoh Itukah Pemain Lokal Kita?

Irwan Febri

Kamis, 09 Mei 2024 | 14:30 WIB
Fakhri Husaini Heran pemain Cadangan Timnas Indonesia pun Harus Naturalisasi: Sebodoh Itukah Pemain Lokal Kita?
Fakhri Husaini saat masih menjabat sebagai pelatih Persela Lamongan. (Twitter/@indosupporter)

Suara.com - Pelatih sepak bola Indonesia, Fakhri Husaini, merasa heran dengan kebijakan naturalisasi yang terus menerus digenjot oleh PSSI untuk menambah kekuatan di Timnas Indonesia.

Pasalnya, menurut Fakhri Husaini, jumlah pemain keturunan yang telah diproses menjadi warga negara Indonesia (WNI) demi bisa memperkuat Timnas Indonesia sudah sangat tinggi, bahkan kini mencapai 14 nama.

Di era Mochamad Iriawan sebagai Ketua Umum PSSI, ada lima nama pemain keturunan maupun non-keturunan yang telah dinaturalisasi, yakni Marc Klok, Sandy Walsh, Jordi Amat, Shayne Pattynama, hingga Elkan Baggott.

Baca Juga: Pendidikan Anjas Asmara Disorot usai Minta Shin Tae-yong Dipecat dan Rekrut Pep Guardiola

Sementara memasuki era Erick Thohir, namanya bertambah melimpah. Mereka adalah Ivar Jenner, Rafael Struick, Justin Hubner, Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, hingga Maarten Paes.

Dengan demikian, sudah ada 13 pemain naturalisasi yang kini telah siap memperkuat Timnas Indonesia di level senior. Jumlah inilah yang menjadi perhatian utama Fakhri Husaini sebagai eks pelatih Timnas U-16 dan U-18.

Fakhri mengatakan, kebijakan naturalisasi bukan hal yang salah. Namun, ada dua aspek yang harus benar-benar dipertimbangkan oleh PSSI. Yang pertama berkaitan dengan kualitas pemain tersebut.

“Pertama, pemain yang bisa dinaturalisasi adalah pemain-pemain yang memang betul-betul bisa memberikan dampak positif terhadap permainan Timnas Indonesia,” ujar Fakhri dikutip dari kanal YouTube Sportify Indonesia.

Baca Juga: Pep Guardiola Punya Syarat untuk Bisa Latih Timnas Indonesia

baca juga

Selain itu, pelatih yang telah mengantongi lisensi AFC Pro itu juga mengungkapkan pentingnya pembatasan jumlah. Sebab, jika saat ini sudah ada 13 nama, artinya di bangku cadangan Timnas Indonesia pun juga dihiasi pemain naturalisasi.

Aspek itulah yang membuat Fakhri merasa keberatan. Sebab, dia mempertanyakan soal apakah pemain-pemain lokal Indonesia dianggap bodoh karena mereka dinilai tak layak menjadi cadangan di skuad Merah Putih.

“Yang kedua, jumlahnya juga harus dibatasi. Sekarang jumlahnya sudah sampai 13. Bahkan pemain cadangan itu sampai ada pemain naturalisasi juga. Sebodoh itukah pemain lokal kita sampai jadi pemain cadangan di Timnas pun tidak bisa?” ujarnya.

Sebetulnya, Fakhri mengakui jika hadirnya pemain naturalisasi memberikan dampak yang positif bagi Timnas Indonesia. Hal ini dianggap wajar karena sejak kecil mereka sudah hidup di ekosistem sepak bola yang maju.

“Artinya, dari sisi kualitas harus menjadi persyaratan utama, sedangkan dari sisi kuantitas juga harus diperhatikan. Sebab, ada yang memberikan dampak positif buat tim. Bagi saya itu wajar saja,” ujar Fakhri.

“Karena mereka lahir di negara yang kompetisinya sudah bagus. Mereka sudah mendapatkan fasilitas tempat latihan, pelatih-pelatih yang berkualitas. Sehingga wajar kalau mereka lebih berkualitas dari pemain kita,” tambahnya.

Kontributor: Muh Faiz Alfarizie

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Pemain yang Jadi Inspirasi Calvin Verdonk Mantap Bela Timnas Indonesia

3 Pemain yang Jadi Inspirasi Calvin Verdonk Mantap Bela Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 09 Mei 2024 | 13:57 WIB

Fakta Miris Lapangan Latihan Timnas Indonesia U-23: Dijadikan Asbak oleh Suporter

Fakta Miris Lapangan Latihan Timnas Indonesia U-23: Dijadikan Asbak oleh Suporter

Bola | Kamis, 09 Mei 2024 | 13:39 WIB

Pendidikan Anjas Asmara Disorot usai Minta Shin Tae-yong Dipecat dan Rekrut Pep Guardiola

Pendidikan Anjas Asmara Disorot usai Minta Shin Tae-yong Dipecat dan Rekrut Pep Guardiola

Bola | Kamis, 09 Mei 2024 | 13:34 WIB

Head to Head Shin Tae-yong dan Kaba Diawara: Pelatih Timnas Indonesia vs Guinea Siap Berebut Tiket Olimpiade Paris

Head to Head Shin Tae-yong dan Kaba Diawara: Pelatih Timnas Indonesia vs Guinea Siap Berebut Tiket Olimpiade Paris

Lifestyle | Kamis, 09 Mei 2024 | 13:31 WIB

Head to Head Marselino Ferdinan vs Ilaix Moriba Jelang Indonesia vs Guinea, Siapa Bakal Dominasi Lini Tengah?

Head to Head Marselino Ferdinan vs Ilaix Moriba Jelang Indonesia vs Guinea, Siapa Bakal Dominasi Lini Tengah?

Bola | Kamis, 09 Mei 2024 | 13:30 WIB

Kuartet Sayap Timnas Indonesia U-23 yang Siap Hancurkan Pertahanan Guinea di Playoff Olimpiade 2024

Kuartet Sayap Timnas Indonesia U-23 yang Siap Hancurkan Pertahanan Guinea di Playoff Olimpiade 2024

Bola | Kamis, 09 Mei 2024 | 12:58 WIB

Terkini

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:49 WIB

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:39 WIB

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:22 WIB

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu

Sumsel | Selasa, 28 Juli 2026 | 23:11 WIB

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:50 WIB

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua

Health | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:40 WIB

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:12 WIB

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 22:06 WIB

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup

Bogor | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:59 WIB

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:48 WIB

×