Pengurangan 3 Poin PSS Sleman di BRI Liga 1 Dianggap Tak Adil

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 13 Agustus 2024 | 12:49 WIB
Pengurangan 3 Poin PSS Sleman di BRI Liga 1 Dianggap Tak Adil
Pertandingan BRI Liga 1, PSS Sleman vs Persebaya (@Pssleman)

Suara.com - Klub sepak bola PSS Sleman mengawali musim kompetisi BRI Liga 1 2024-2025 dengan kabar kurang menyenangkan. Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi berupa pengurangan tiga poin kepada tim berjuluk Super Elang Jawa ini.

Keputusan tersebut diambil sebagai konsekuensi dari pelanggaran yang dilakukan klub pada tahun 2018.

Berdasarkan rilis resmi PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), PSS Sleman terbukti melakukan tindakan suap pada sebuah pertandingan yang digelar pada 6 November 2018.

Hukuman ini mulai berlaku efektif setelah Pengadilan Negeri Sleman mengeluarkan putusan final terkait kasus tersebut pada 25 April 2024.

“Bahwa putusan Pengadilan Negeri Sleman tertanggal 25 April 2024, tentang tindak pidana suap kepada perangkat pertandingan yang bertugas pada pertandingan antara PSS Sleman melawan Madura FC pada tanggal 06 November 2018,” tulis keterangan resmi salinan Keputusan Komdis PSSI

Tidak hanya kehilangan tiga poin, PSS Sleman juga diharuskan membayar denda sebesar Rp150 juta.

Pertandingan BRI Liga 1, PSS Sleman vs Persebaya (@Pssleman)
Pertandingan BRI Liga 1, PSS Sleman vs Persebaya (@Pssleman)

Sanksi berat ini diberikan mengacu pada pelanggaran yang dilakukan klub terhadap beberapa pasal dalam Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.

Dalam salinan keputusan Komdis PSSI, disebutkan bahwa PSS Sleman terbukti melakukan suap kepada perangkat pertandingan.

Tindakan tidak sportif ini dianggap sebagai pelanggaran serius dan merugikan kompetisi.

Pertandingan BRI Liga 1, PSS Sleman vs Persebaya (@Pssleman)
Pertandingan BRI Liga 1, PSS Sleman vs Persebaya (@Pssleman)

Akibat dari sanksi ini, PSS Sleman langsung terpuruk ke dasar klasemen sementara BRI Liga 1 2024-2025. Kekalahan pada pertandingan perdana melawan Persebaya Surabaya semakin memperparah situasi klub.

Pengamat Sepak Bola Akmal Marhali mengatakan pemberian hukuman potongan 3 poin ini tidak adil. Sebab yang dilakukan pelanggaran berat, yaitu suap.

"Saya mempertayanyakan apa landasan hukumnya. Yuris prodensinya apa?" kata Akmal saat dihubungi Suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Liga 1: Arema Diimbangi Dewa United, Joel Cornelli Ungkap Penyebabnya

BRI Liga 1: Arema Diimbangi Dewa United, Joel Cornelli Ungkap Penyebabnya

Your Say | Selasa, 13 Agustus 2024 | 12:46 WIB

Kasus Mauresmo Hinoke Bisa Jadi Pembelajaran Bagi Scouting PSSI, Kenapa?

Kasus Mauresmo Hinoke Bisa Jadi Pembelajaran Bagi Scouting PSSI, Kenapa?

Your Say | Selasa, 13 Agustus 2024 | 12:13 WIB

Statistik David Da Silva, Stiker Paling Ditakuti di BRI Liga 1 Sebentar Lagi Cetak Sejarah 100 Gol

Statistik David Da Silva, Stiker Paling Ditakuti di BRI Liga 1 Sebentar Lagi Cetak Sejarah 100 Gol

Bola | Selasa, 13 Agustus 2024 | 11:52 WIB

Terkini

Trump Tak Bisa Jamin Keamanan, Presiden Meksiko: Timnas Iran Boleh Main di Negara Kami

Trump Tak Bisa Jamin Keamanan, Presiden Meksiko: Timnas Iran Boleh Main di Negara Kami

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 22:33 WIB

Antonio Rudiger Nikmati Duel Lawan Erling Haaland

Antonio Rudiger Nikmati Duel Lawan Erling Haaland

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 21:47 WIB

Riccardo Calafiori Tak Sabar Menantikan Akhir Musim yang Manis

Riccardo Calafiori Tak Sabar Menantikan Akhir Musim yang Manis

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:56 WIB

Timnas Indonesia Jadi yang Pertama! Ini 3 Negara ASEAN yang Lolos ke Piala Asia 2027

Timnas Indonesia Jadi yang Pertama! Ini 3 Negara ASEAN yang Lolos ke Piala Asia 2027

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 20:48 WIB

Cinta Manchester City ke Ousmane Dembele Bertepuk Sebelah Tangan

Cinta Manchester City ke Ousmane Dembele Bertepuk Sebelah Tangan

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 19:00 WIB

Thom Haye Bangga Maarten Paes Gabung Ajax, Ingatkan Tekanan Besar Menanti

Thom Haye Bangga Maarten Paes Gabung Ajax, Ingatkan Tekanan Besar Menanti

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:43 WIB

Gagal Antar Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Kini Punya Jalur ke Piala Dunia 2026 Via Negara Lain

Gagal Antar Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Kini Punya Jalur ke Piala Dunia 2026 Via Negara Lain

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:00 WIB

Prediksi Liga Champions Dinihari Nanti: Liverpool Masih Punya Harapan, Bodo/Glimt di Ambang Sejarah

Prediksi Liga Champions Dinihari Nanti: Liverpool Masih Punya Harapan, Bodo/Glimt di Ambang Sejarah

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:12 WIB

Manchester City vs Real Madrid: Misi Mustahil Pasukan Pep Guardiola di Etihad

Manchester City vs Real Madrid: Misi Mustahil Pasukan Pep Guardiola di Etihad

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 17:02 WIB

Bulgaria Pincang ke Indonesia: Kapten Tim dan Mesin Gol Klub Papan Atas Absen di FIFA Series 2026

Bulgaria Pincang ke Indonesia: Kapten Tim dan Mesin Gol Klub Papan Atas Absen di FIFA Series 2026

Bola | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:15 WIB