Prestasi Anco Jansen Selama di Liga 1 Indonesia, Eks PSM Makassar yang Sangat Menghina Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 02 April 2025 | 12:41 WIB
Prestasi Anco Jansen Selama di Liga 1 Indonesia, Eks PSM Makassar yang Sangat Menghina Indonesia
Anco Jansen, yang pernah membela PSM Makassar pada musim 2021, mengungkapkan pandangannya mengenai masyarakat Indonesia, yang ia sebut sebagai negara miskin meskipun masyarakatnya terlihat sangat aktif di media sosial. (IG @anco_jansen_fanpage)

Suara.com - Pemain sepak bola asal Belanda, Anco Jansen, kini menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang menghina kondisi sosial dan sepak bola di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah podcast yang dipandu oleh ESPN, #voetbalpraat.

Anco Jansen, yang pernah membela PSM Makassar pada musim 2021, mengungkapkan pandangannya mengenai masyarakat Indonesia, yang ia sebut sebagai negara miskin meskipun masyarakatnya terlihat sangat aktif di media sosial.

Anco Jansen, yang berusia 36 tahun dan memiliki tinggi badan 1,86 meter, pernah menjalani karier singkat di Liga 1 Indonesia pada musim 2021/2022.

Selama bermain untuk PSM Makassar, ia tampil dalam 20 pertandingan, mencetak 5 gol dan memberikan 1 assist.

Namun, perjalanan kariernya di Indonesia tidak bertahan lama, setelah ia mengalami cedera lutut yang cukup serius.

Pada akhirnya, Anco Jansen memutuskan untuk meninggalkan klub yang dikenal dengan julukan Juku Eja tersebut.

Pernyataan yang memicu kontroversi datang saat Anco Jansen berbicara tentang kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya selama pandemi COVID-19.

Dalam podcast tersebut, Anco Jansen menilai Indonesia sebagai negara miskin, tetapi ironisnya masyarakatnya memiliki akses luas terhadap teknologi, termasuk smartphone dan media sosial seperti Instagram. [Tangkap layar Youtube]
Dalam podcast tersebut, Anco Jansen menilai Indonesia sebagai negara miskin, tetapi ironisnya masyarakatnya memiliki akses luas terhadap teknologi, termasuk smartphone dan media sosial seperti Instagram. [Tangkap layar Youtube]

Dalam podcast tersebut, Anco Jansen menilai Indonesia sebagai negara miskin, tetapi ironisnya masyarakatnya memiliki akses luas terhadap teknologi, termasuk smartphone dan media sosial seperti Instagram.

"Saya main di sana (Indonesia) saat pandemi. Indonesia negara sangat miskin, tapi semua punya smartphone dan Instagram sangat populer di sana," ungkapnya.

baca juga

Pernyataan tersebut mendapat tanggapan beragam, mengingat perbedaan pandangan mengenai tingkat kesejahteraan di Indonesia.

Anco Jansen seakan mempertanyakan kenapa masyarakat yang hidup dalam kesulitan ekonomi masih dapat mengakses teknologi canggih, meskipun dalam kondisi negara yang ia anggap kurang maju.

Selain berbicara tentang kondisi sosial, Jansen juga memberikan komentar tentang sepak bola Indonesia, khususnya mengenai banyaknya pemain naturalisasi yang memperkuat Timnas Indonesia.

Menurutnya, keberadaan pemain-pemain naturalisasi ini menjadi sorotan karena banyak yang mendapatkan popularitas yang tinggi, namun dia merasa bahwa sepak bola Indonesia masih memiliki banyak kekurangan.

Kritikan Jansen terhadap kondisi sepak bola Indonesia bukan tanpa alasan.

Banyak klub di Indonesia yang masih menghadapi keterbatasan dalam hal fasilitas dan pengelolaan akademi pemain.

Meski begitu, Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia sepak bola, yang sayangnya belum sepenuhnya dimaksimalkan oleh klub-klub lokal dan federasi sepak bola.

Pemain yang sebelumnya memperkuat klub-klub Eropa, seperti FC Groningen dan SC Cambuur, ini juga pernah bermain di Turki bersama Boluspor pada 2015.

Sejak saat itu, perjalanan karier Jansen membawa dirinya ke berbagai liga Eropa sebelum akhirnya bergabung dengan PSM Makassar pada 2021.

Dengan segudang pengalaman internasional, Anco Jansen memandang sepak bola Indonesia dari sudut pandang yang berbeda.

Sebagai mantan pemain yang pernah merasakan atmosfer kompetisi di Eropa, ia tentu berharap agar sepak bola Indonesia dapat berkembang lebih baik lagi dengan perbaikan di berbagai sektor, seperti fasilitas, pengelolaan tim, dan pengembangan pemain muda.

Sebagai catatan, Anco Jansen yang kini berusia 36 tahun, memiliki nama besar di sepak bola Belanda dan menjadi pemain kunci di beberapa klub top Eropa sebelum melanjutkan kariernya ke Indonesia.

Meski hanya semusim di PSM Makassar, pengalamannya di Liga Indonesia menjadi bahan pembelajaran bagi dirinya tentang perbedaan dalam kualitas kompetisi sepak bola antarnegara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Calvin Verdonk Sanjung Taktik Patrick Kluivert: Timnas Indonesia Makin Kuat di Kandang

Calvin Verdonk Sanjung Taktik Patrick Kluivert: Timnas Indonesia Makin Kuat di Kandang

Bola | Rabu, 02 April 2025 | 12:05 WIB

Pemain Timnas Indonesia Mulai Mengeluh dengan Strategi Patrick Kluivert

Pemain Timnas Indonesia Mulai Mengeluh dengan Strategi Patrick Kluivert

Bola | Rabu, 02 April 2025 | 10:28 WIB

Viral Video Shin Tae-yong Kembali Latih Timnas Indonesia, Fakta Sebenarnya Mengejutkan!

Viral Video Shin Tae-yong Kembali Latih Timnas Indonesia, Fakta Sebenarnya Mengejutkan!

Bola | Rabu, 02 April 2025 | 04:17 WIB

Terkini

Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours

Setelan Ganas Honda NSF250RW Tantang Gelombang Panas Eropa, Kans Ramadhipa Rajai Moto3 Magny-Cours

Sport | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:15 WIB

The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan

The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:00 WIB

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Prabowo Sebut Cak Imin, Dasco dan Bahlil 3 Kancil Politik: Kalau Mereka Kumpul Repot Kita!

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:00 WIB

Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi

Nekat Tembak Paha Korban Lalu Kabur ke Lampung, Duo Maling Motor Matraman Ciut di Tangan Polisi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:39 WIB

6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup

6 Cara Mengatasi Blush On Ketebalan dan Terlalu Menor, Tak Khawatir Merusak Makeup

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:35 WIB

Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos

Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:30 WIB

Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu

Fairuz Al Rafiq & Sonny Septian Terapkan Pola Asuh Mereka di Film Anak-Anak Bambu

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:30 WIB

Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih

Pakar Soroti Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus, Dorong KPK Ambil Alih

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:28 WIB

Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk

Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:28 WIB

Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit

Penghitungan Kerugian Negara Disorot, BPKP Diminta Evaluasi Metode Audit

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:22 WIB

×