Kenapa FIFA Tunda Izin Suporter Tamu di Super League 2025 Usai Insiden Persib Bandung?

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Rabu, 06 Agustus 2025 | 22:05 WIB
Kenapa FIFA Tunda Izin Suporter Tamu di Super League 2025 Usai Insiden Persib Bandung?
Direktur Utama I.League Ferry Paulus membeberkan alasan FIFA belum memberikan izin kehadiran suporter tamu di Super League musim 2025/2026.

Suara.com - I.League resmi mengonfirmasi bahwa kehadiran suporter tamu masih belum diizinkan pada awal musim Super League 2025/2026 karena alasan serius.

Dalam setiap penjelasan, Ferry Paulus menyebut insiden yang terjadi di laga terakhir Liga 1 jadi faktor utama dalam keputusan FIFA tersebut.

Menurut Direktur Utama I.League, larangan tersebut berasal dari catatan buruk suporter Persib Bandung saat merayakan kemenangan Liga 1 secara berlebihan.

FIFA menyaksikan langsung insiden di Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang melibatkan flare dan aksi turun ke lapangan oleh suporter.

"Di pertandingan terakhir (Liga 1), flare lah apa, dan yang lebih parahnya lagi adalah pertandingan yang disaksikan oleh delegasi FIFA di penutupan (Liga 1) di Bandung. Bahkan rumput dihancurkan dan lain sebagainya," kata Ferry.

Dalam laga antara Persib dan Persis Solo itu, pertandingan sempat dihentikan dua kali karena asap dari flare dan petasan.

Situasi dalam stadion tidak terkendali, membuat laga tak bisa dilanjutkan meski masih menyisakan empat menit waktu normal.

Wasit Rio Permana Putra terpaksa menghentikan pertandingan karena asap pekat menyelimuti lapangan dan menutupi jarak pandang.

Kondisi itu membuat seremoni juara tertunda, dan akhirnya stadion mengalami kerusakan akibat suporter masuk ke lapangan.

"Bukan hanya flare, turun ke lapangan. Kalau hanya flare ya okelah, ini turun ke lapangan, mengganggu kita semua di tribun dan lain sebagainya," tambah Ferry.

FIFA sebelumnya sudah memberikan lampu hijau untuk menghadirkan suporter tamu pada musim baru Super League.

Namun karena kejadian di GBLA, sinyal positif itu ditarik kembali oleh federasi sepak bola dunia tersebut.

"Sebenarnya sebelum penutupan liga kemarin, liga sudah memberikan lampu hijau, makanya kita sangat happy sekali. Kemudian kita juga sudah me-report bahwa kita sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian, dan kepolisian intinya menunggu keputusan dari FIFA dan semua responsnya positif," ungkap Ferry.

Kerusakan stadion dan aksi oknum suporter membuat FIFA mempertimbangkan ulang, demi menjaga keselamatan dan ketertiban pertandingan.

Imbas dari insiden ini bukan hanya larangan suporter, tapi juga berdampak pada status pembuka musim bagi Persib Bandung.

Sebelumnya, Persib direncanakan akan tampil dalam laga pembuka Super League, tapi keputusan itu dibatalkan.

"Nah oleh karena itu, liga melarang untuk menjadikan Persib Bandung untuk pertandingan pembuka," tutup dia.

Laga pembuka Super League kini digantikan oleh duel Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta yang akan digelar pada 8 Agustus 2025.

Pertandingan akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo pukul 19.00 WIB, menghadirkan tim peringkat empat Liga 1 dan juara Liga 2.

Insiden ini memberi catatan penting dalam transisi Liga 1 menjadi Super League dengan standar yang lebih ketat.

Ferry Paulus menyampaikan bahwa pihak liga tetap membuka kemungkinan izin suporter tamu di paruh musim mendatang.

"Masih belum diizinkan, masih seperti yang lalu tapi kita akan terus berupaya supaya mendapatkan ruang atau izin dari sana. Bisa jadi mungkin tiga sampai empat bulan yang akan datang. Mudah-mudahan (putaran kedua)," tutup dia.

Komitmen I.League adalah menciptakan atmosfer kompetisi yang profesional dan sesuai standar internasional FIFA.

Meski belum ideal, ada optimisme bahwa suporter tamu akan diizinkan kembali dalam waktu dekat jika situasi terkendali.

Perubahan nama Liga 1 menjadi Super League menandai era baru sepak bola Indonesia dengan regulasi yang semakin ketat.

Momentum ini diharapkan menjadi titik balik untuk perbaikan tata kelola pertandingan dan perilaku penonton.

Dukungan FIFA terhadap Indonesia akan berlanjut jika pengelolaan liga terus menunjukkan arah positif dan stabilitas.

Peran suporter sangat besar, namun perlu dikontrol agar tak menjadi pemicu larangan atau sanksi internasional.

Evaluasi ketat terhadap laga Persib jadi refleksi bahwa reformasi liga bukan hanya soal nama, tapi juga budaya sepak bola.

Dengan terus memperbaiki manajemen pertandingan, izin suporter tim tamu mungkin bisa kembali dipertimbangkan oleh FIFA.

Setiap musim adalah kesempatan baru untuk menunjukkan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi berkelas dunia.

Jika semua pihak bersinergi, atmosfer Super League bisa lebih aman, tertib, dan tetap meriah bagi semua penikmat sepak bola nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bobotoh Tak Bisa Away Lagi Musim Ini, Manajemen Persib Buka Suara

Bobotoh Tak Bisa Away Lagi Musim Ini, Manajemen Persib Buka Suara

Bola | Rabu, 06 Agustus 2025 | 19:34 WIB

Beda Nasib PSM Makassar dan Semen Padang Soal Sanksi FIFA

Beda Nasib PSM Makassar dan Semen Padang Soal Sanksi FIFA

Bola | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:30 WIB

FIFA Jadi Saksi Suporter Persib Rusak Rumput, Alasan Penonton Tandang Masih Dilarang

FIFA Jadi Saksi Suporter Persib Rusak Rumput, Alasan Penonton Tandang Masih Dilarang

Bola | Rabu, 06 Agustus 2025 | 16:10 WIB

Terkini

Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas

Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:16 WIB

Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol

Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:39 WIB

Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan

Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:29 WIB

Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang

Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:05 WIB

Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?

Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib

Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026

Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:11 WIB

Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu

Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:08 WIB

Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia

Mehdi Mahdavikia, Si Roket Iran yang Taklukan Bundesliga dan Bungkam AS di Piala Dunia

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:50 WIB

Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati

Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati

Bola | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:33 WIB