- Erick Thohir mendapat desakan mundur usai Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
- Jika mundur, kepemimpinan PSSI bisa goyah, sponsor BUMN seperti BRI Super League dan Pegadaian Championship terancam berubah, serta hubungan PSSI dengan pemerintah dan publik bisa terganggu.
- Nama Mirwan Suwarso muncul sebagai kandidat potensial pengganti berkat visi dan pengalaman manajemen modern di Como 1907.
Suara.com - Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026 memicu kekecewaan besar di kalangan suporter. Tagar #ErickOut kini viral di media sosial, menyerukan agar Ketua Umum PSSI Erick Thohir mundur dari jabatannya. Namun, jika hal itu benar-benar terjadi, apa saja dampaknya bagi sepak bola nasional?
Timnas Indonesia dipastikan tersingkir setelah kalah 0-1 dari Irak pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB dalam laga kedua Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sebelumnya, skuad asuhan Patrick Kluivert juga tumbang 2-3 dari Arab Saudi.
Melalui unggahan di media sosial, Erick pun menyampaikan permintaan maaf.
“Terima kasih pada suporter, pemain, dan ofisial atas perjuangan untuk bisa sampai Round 4 Kualifikasi Piala Dunia. Pertama kali dalam sejarah, Indonesia bisa sampai di titik sejauh ini. Kami memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan,” tulisnya.
Meski mencatat sejarah dengan membawa Timnas menembus babak terjauh, Erick tetap menuai kritik keras, terutama karena perombakan pelatih di tengah kompetisi dan performa tim yang tak konsisten.
Kini, publik mulai bertanya, apa dampaknya jika Erick benar-benar meninggalkan PSSI?
1. Ketidakpastian Kepemimpinan dan Program Jangka Panjang
Erick menjadi sosok sentral di balik reformasi sepak bola Indonesia, mulai dari perbaikan struktur organisasi hingga percepatan naturalisasi pemain keturunan.
Jika ia mundur, kesinambungan program dan arah visi jangka panjang mungkin bisa terganggu.
2. Potensi Perombakan Struktur Internal PSSI
Kepergian Erick hampir pasti akan diikuti dengan perubahan di jajaran pengurus PSSI.
Hal ini dapat memengaruhi ritme kerja, hubungan dengan klub, serta kesinambungan program yang telah dirancang selama masa kepemimpinannya.
3. Peluang Munculnya Figur Baru
Nama seperti Mirwan Suwarso, Presiden klub Serie A Italia Como 1907, mulai mencuat sebagai sosok potensial.
Mirwan dikenal memiliki pengalaman manajemen modern, visi berkelanjutan, dan jaringan global yang luas.
Figur baru seperti dia bisa membawa pembaruan di sepak bola Indonesia, meski butuh waktu untuk beradaptasi.
4. Pengaruh terhadap Sponsor Kompetisi Domestik
Dua kompetisi utama di Indonesia, yakni BRI Super League dan Pegadaian Championship, saat ini disponsori oleh BUMN. Sponsorship tersebut muncul pada masa Erick menjabat sebagai Menteri BUMN, sebelum kini menjadi Menpora.
Jika Erick mundur dari PSSI, ada kekhawatiran dukungan sponsor dari BUMN dapat menurun atau berubah arah. Padahal, keberlanjutan sponsor ini sangat penting untuk stabilitas finansial liga dan pengembangan klub.
5. Hubungan PSSI dengan Pemerintah dan Publik Bisa Berubah
Sebagai pejabat negara sekaligus pimpinan federasi, Erick mampu menjembatani komunikasi antara PSSI dan pemerintah, termasuk dalam hal regulasi, pendanaan, dan pembangunan infrastruktur sepak bola.
Jika ia mundur, hubungan tersebut berpotensi menjadi lebih formal dan birokratis. Selain itu, kepercayaan publik terhadap PSSI juga bisa terpecah apabila penggantinya tidak memiliki reputasi dan jaringan sekuat Erick.
Keputusan apakah Erick Thohir akan bertahan atau mundur akan sangat menentukan arah masa depan sepak bola Indonesia.
Namun, yang paling penting, siapa pun yang memimpin PSSI selanjutnya diharapkan bisa melanjutkan fondasi yang sudah dibangun, dengan prinsip profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang.