5 Dampak Jika Erick Thohir Mundur dari PSSI Usai Gagal ke Piala Dunia 2026

Irwan Febri

Senin, 13 Oktober 2025 | 17:25 WIB
5 Dampak Jika Erick Thohir Mundur dari PSSI Usai Gagal ke Piala Dunia 2026
Erick Thohir [PSSI]
baca 10 detik
  • Erick Thohir mendapat desakan mundur usai Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
  • Jika mundur, kepemimpinan PSSI bisa goyah, sponsor BUMN seperti BRI Super League dan Pegadaian Championship terancam berubah, serta hubungan PSSI dengan pemerintah dan publik bisa terganggu.
  • Nama Mirwan Suwarso muncul sebagai kandidat potensial pengganti berkat visi dan pengalaman manajemen modern di Como 1907.

Suara.com - Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke Piala Dunia 2026 memicu kekecewaan besar di kalangan suporter. Tagar #ErickOut kini viral di media sosial, menyerukan agar Ketua Umum PSSI Erick Thohir mundur dari jabatannya. Namun, jika hal itu benar-benar terjadi, apa saja dampaknya bagi sepak bola nasional?

Timnas Indonesia dipastikan tersingkir setelah kalah 0-1 dari Irak pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB dalam laga kedua Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sebelumnya, skuad asuhan Patrick Kluivert juga tumbang 2-3 dari Arab Saudi.

Melalui unggahan di media sosial, Erick pun menyampaikan permintaan maaf.

“Terima kasih pada suporter, pemain, dan ofisial atas perjuangan untuk bisa sampai Round 4 Kualifikasi Piala Dunia. Pertama kali dalam sejarah, Indonesia bisa sampai di titik sejauh ini. Kami memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan,” tulisnya.

Meski mencatat sejarah dengan membawa Timnas menembus babak terjauh, Erick tetap menuai kritik keras, terutama karena perombakan pelatih di tengah kompetisi dan performa tim yang tak konsisten.

Kini, publik mulai bertanya, apa dampaknya jika Erick benar-benar meninggalkan PSSI?

1. Ketidakpastian Kepemimpinan dan Program Jangka Panjang

Erick menjadi sosok sentral di balik reformasi sepak bola Indonesia, mulai dari perbaikan struktur organisasi hingga percepatan naturalisasi pemain keturunan.

Jika ia mundur, kesinambungan program dan arah visi jangka panjang mungkin bisa terganggu.

baca juga

2. Potensi Perombakan Struktur Internal PSSI

Kepergian Erick hampir pasti akan diikuti dengan perubahan di jajaran pengurus PSSI.

Hal ini dapat memengaruhi ritme kerja, hubungan dengan klub, serta kesinambungan program yang telah dirancang selama masa kepemimpinannya.

3. Peluang Munculnya Figur Baru

Nama seperti Mirwan Suwarso, Presiden klub Serie A Italia Como 1907, mulai mencuat sebagai sosok potensial.

Mirwan dikenal memiliki pengalaman manajemen modern, visi berkelanjutan, dan jaringan global yang luas.

Figur baru seperti dia bisa membawa pembaruan di sepak bola Indonesia, meski butuh waktu untuk beradaptasi.

4. Pengaruh terhadap Sponsor Kompetisi Domestik

Dua kompetisi utama di Indonesia, yakni BRI Super League dan Pegadaian Championship, saat ini disponsori oleh BUMN. Sponsorship tersebut muncul pada masa Erick menjabat sebagai Menteri BUMN, sebelum kini menjadi Menpora.

Jika Erick mundur dari PSSI, ada kekhawatiran dukungan sponsor dari BUMN dapat menurun atau berubah arah. Padahal, keberlanjutan sponsor ini sangat penting untuk stabilitas finansial liga dan pengembangan klub.

5. Hubungan PSSI dengan Pemerintah dan Publik Bisa Berubah

Sebagai pejabat negara sekaligus pimpinan federasi, Erick mampu menjembatani komunikasi antara PSSI dan pemerintah, termasuk dalam hal regulasi, pendanaan, dan pembangunan infrastruktur sepak bola.

Jika ia mundur, hubungan tersebut berpotensi menjadi lebih formal dan birokratis. Selain itu, kepercayaan publik terhadap PSSI juga bisa terpecah apabila penggantinya tidak memiliki reputasi dan jaringan sekuat Erick.

Keputusan apakah Erick Thohir akan bertahan atau mundur akan sangat menentukan arah masa depan sepak bola Indonesia.

Namun, yang paling penting, siapa pun yang memimpin PSSI selanjutnya diharapkan bisa melanjutkan fondasi yang sudah dibangun, dengan prinsip profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Alasan Presiden Como Mirwan Suwarso Pantas Jadi Ketum PSSI yang Baru

3 Alasan Presiden Como Mirwan Suwarso Pantas Jadi Ketum PSSI yang Baru

Bola | Senin, 13 Oktober 2025 | 14:08 WIB

DPR Minta PSSI Benahi Liga Indonesia Hingga Pembinaan Atlet Sepak Bola Usia Dini

DPR Minta PSSI Benahi Liga Indonesia Hingga Pembinaan Atlet Sepak Bola Usia Dini

Bola | Senin, 13 Oktober 2025 | 12:58 WIB

Breakingnews! Manajer Timnas Indonesia Akan Laporkan Patrick Kluivert

Breakingnews! Manajer Timnas Indonesia Akan Laporkan Patrick Kluivert

Bola | Senin, 13 Oktober 2025 | 12:16 WIB

Pengamat: PSSI Bisa Pecat Patrick Kluivert, Jika...

Pengamat: PSSI Bisa Pecat Patrick Kluivert, Jika...

Bola | Senin, 13 Oktober 2025 | 11:10 WIB

Dulu Bilang Siap Dihujat, Erick Thohir Kini Batasi Kolom Komentar

Dulu Bilang Siap Dihujat, Erick Thohir Kini Batasi Kolom Komentar

Bola | Senin, 13 Oktober 2025 | 10:46 WIB

Gagal ke Piala Dunia, Pecat Patrick Kluivert Bisa Bikin PSSI Bayar Kompensasi Miliaran Rupiah

Gagal ke Piala Dunia, Pecat Patrick Kluivert Bisa Bikin PSSI Bayar Kompensasi Miliaran Rupiah

Bola | Senin, 13 Oktober 2025 | 10:44 WIB

Timnas Indonesia Racikan Patrick Kluivert Gagal, Tanggung Jawab PSSI Dinanti

Timnas Indonesia Racikan Patrick Kluivert Gagal, Tanggung Jawab PSSI Dinanti

Bola | Senin, 13 Oktober 2025 | 08:24 WIB

Terkini

Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan

Jawa Barat Sumbang 12 Persen untuk Penjualan Yamaha Nasional, NMax dan Aerox Jadi Andalan

Otomotif | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:29 WIB

Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Flek Hitam di Wajah Karena Apa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25 WIB

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Eksklusivitas Komunitas Lari WNA di Bali: Menggugat Kedaulatan Ruang Publik Kita

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:23 WIB

Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa

Polemik Londo Ireng: Ketika Kritik Media Dibalas Stigma dari Penguasa

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:20 WIB

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05 WIB

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00 WIB

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:50 WIB

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:45 WIB

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:36 WIB

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:30 WIB

×