PSSI Putus Hubungan dengan Patrick Kluivert, Pelatih Belanda Ini Akui Berat Melatih di Indonesia

Irwan Febri, Adie Prasetyo Nugraha

Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:08 WIB
PSSI Putus Hubungan dengan Patrick Kluivert, Pelatih Belanda Ini Akui Berat Melatih di Indonesia
Pelatih Bali United Johnny Jansen. (ileague.id)
baca 10 detik
  • Pelatih Bali United, Johnny Jansen, mengakui beratnya melatih di Indonesia karena perbedaan gaya bermain dan atmosfer suporter yang intens.
  • Ia menilai adaptasi butuh waktu, terutama dalam membentuk pola latihan dan disiplin pemain.
  • Jansen menegaskan fokusnya adalah membangun fondasi jangka panjang bagi Bali United, bukan langsung mengejar gelar juara.

Suara.com - Pelatih kepala Bali United FC asal Belanda, Johnny Jansen, mengakui berat menukangi tim Indonesia. Ini diakuinya setelah PSSI mengakhiri kerja sama dengan juru taktik Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.

Adapun Kluivert dipecat sebagai pelatih usai gagal meloloskan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026. Padahal, ia masih terikat kontrak selama dua tahun.

Johnny Jansen menjadi salah satu pelatih di kompetisi BRI Super League 2025/2026 yang debut di Indonesia.

Ia sudah melakoni 7 pertandingan resmi dan lebih dari 8 laga uji persahabatan. Pelatih asal Belanda yang terakhir menukangi tim Eredivisie, PEC Zwolle ini mengaku merasakan perbedaan saat melatih di kompetisi Indonesia.

“Pertama kali saya menjalani kompetisi di sini (Indonesia) dan melihat wah situasi yang sulit karena terkadang kami bagus dan terkadang kami menurun," katanya dilansir dari laman resmi klub.

"Kami bisa memenangkan bola dan kadang kehilangan bola dan harus cepat melakukan transisi perubahan dalam pertandingan,” ungkapnya mengawali.

Terkadang situasi kacau terjadi di pertandingan dimana pelanggaran dan suporter akan berteriak ketika keputusan wasit dirasa salah. Artinya hubungan suporter dengan tim sangat erat terutama di Bali United.

Johnny Jansen pun merasa ada ikatan emosional yang terikat dalam mendukung klub Bali United. Sehingga gairah sepak bola itu luar biasa dirasakannya bersama Serdadu Tridatu sejauh ini.

“Saya datang ke sini tentu ingin mengembangkan tim ini bersama untuk lebih maju. Bagaimana tim ini bisa memainkan sepak bola dengan baik sehingga suporter pun merasakan gairah dalam sepak bola,” jelas Coach  Johnny.

baca juga

Mantan pelatih Eliano Reijners itu pun sangat menjaga program latihan para pemainnya dari materi latihan, mengingatkan akan pola makan yang bagus dan pola istirahat yang baik.

Namun semua itu perlahan harus membutuhkan waktu dalam memperbaiki semuanya menjadi lebih baik.

“Kami membuat pengembangan tim ini untuk jangka panjang dan bukan dibuat hanya saat ini saja sehingga semuanya butuh waktu dalam proses untuk menjadi lebih baik dan terus menjadi lebih baik,” terangnya.

Menurut pelatih 50 tahun tersebut mempelajari kompetisi di Indonesia dengan kebiasaan hidup pemain di Indonesia harus membutuhkan waktu untuk menyamakan arah.

“Saya harus bisa memberikan energi positif, pola latihan yang baik dan pemahaman akan sepak bola. Namun semua itu harus pelan-pelan berlangsung untuk dapat dipahami dengan baik oleh semua pemain."

"Terpenting saat ini kami memiliki program latihan yang baik, mengarahkan pemain untuk menjaga istirahat dan pola makan serta latihan mereka. Situasinya tentu tidak mudah karena terkadang bagus dan terkadang menurun terutama pemain muda yang perlu diberikan pemahaman dan bimbingan yang lebih maksimal,” tutup Coach Johnny.

Untuk tahun pertamanya di kompetisi Indonesia, Johnny Jansen tidak menjanjikan bakal memberikan juara kali ketiga untuk Bali United FC.

Dirinya menyadari bahwa banyak hal yang perlu diperbaiki sehingga butuh waktu dan proses menuju arah pengembangan tim ini menjadi lebih baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Pelatih Terakhir Timnas Indonesia: Dari Harapan Besar hingga Akhir Tragis

5 Pelatih Terakhir Timnas Indonesia: Dari Harapan Besar hingga Akhir Tragis

Bola | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:01 WIB

Dua Asisten Patrick Kluivert Buka Suara Usai Jadi Korban PHK dari Timnas Indonesia

Dua Asisten Patrick Kluivert Buka Suara Usai Jadi Korban PHK dari Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 12:58 WIB

Rekam Jejak Jesus Casas, Pelatih yang Diidamkan Latih Timnas Indonesia

Rekam Jejak Jesus Casas, Pelatih yang Diidamkan Latih Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 12:50 WIB

Sama-sama Suka Eksperimen, STY Dianggap Masih Lebih Baik daripada Patrick Kluivert!

Sama-sama Suka Eksperimen, STY Dianggap Masih Lebih Baik daripada Patrick Kluivert!

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 12:26 WIB

PSSITiru Sikap Tegas Curacao, Kebangkitan Kembali Sepak Bola Indonesia Tinggal Menunggu Waktu

PSSITiru Sikap Tegas Curacao, Kebangkitan Kembali Sepak Bola Indonesia Tinggal Menunggu Waktu

Your Say | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 12:35 WIB

Jadwal Liga Prancis Pekan ke-8: Calvin Verdonk Cs Sambangi Nantes, PSG Jamu Strasbourg

Jadwal Liga Prancis Pekan ke-8: Calvin Verdonk Cs Sambangi Nantes, PSG Jamu Strasbourg

Bola | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:00 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×