Udahlah Jangan dari Eropa! 4 Keuntungan Shin Tae-yong Balik Jadi Pelatih Timnas Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 Oktober 2025 | 15:06 WIB
Udahlah Jangan dari Eropa! 4 Keuntungan Shin Tae-yong Balik Jadi Pelatih Timnas Indonesia
Shin Tae-yong (IG Shin Tae-yong)
baca 10 detik
  • PSSI wajib memanggil kembali Shin Tae-yong demi efisiensi anggaran dan adaptasi cepat.

  • Status free agent dan gaji berjalan STY adalah solusi paling realistis saat ini.

  • Mayoritas suporter dan pemain Timnas Indonesia sangat merindukan comeback sang pelatih.

Suara.com - PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pada 16 Oktober 2025, nama Shin Tae-yong langsung mencuat sebagai kandidat kuat untuk comeback melatih Timnas Indonesia.

Isu kembalinya juru taktik fenomenal asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, ke kursi kepelatihan Timnas Indonesia kini bukan sekadar spekulasi liar di kalangan penggemar sepak bola nasional, melainkan opsi paling realistis yang harus dipertimbangkan serius oleh PSSI demi kelanjutan program comeback Garuda.

Pengamat sepakbola Haris Pardede atau Bung Harpa, memberikan pandangan strategisnya, menegaskan bahwa potensi comeback Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia didukung oleh tiga argumentasi logis yang sangat menguntungkan PSSI saat ini.

Pertimbangan efisiensi dan kehematan anggaran menjadi alasan utama mengapa PSSI seharusnya tanpa ragu memprioritaskan ajakan comeback kepada Shin Tae-yong untuk memimpin Timnas Indonesia dalam kancah sepak bola nasional berikutnya.

Opsi memanggil kembali Shin Tae-yong untuk comeback ke Timnas Indonesia merupakan langkah finansial yang paling cerdas, mengingat kewajiban PSSI untuk tetap menunaikan cicilan gajinya hingga tahun 2027, terlepas dari apakah ia melatih atau tidak dalam sistem sepak bola nasional.

Keterbatasan Finansial PSSI Mendorong Comeback Shin Tae-yong

Kehadiran Shin Tae-yong untuk comeback memimpin skuad Timnas Indonesia berarti PSSI bisa menghemat pengeluaran signifikan yang sedianya dialokasikan untuk mencari pelatih baru di ranah sepak bola nasional.

Sebaliknya, merekrut pelatih asing baru yang belum dikenal tentu akan memberatkan kas PSSI, meliputi biaya signing fee ratusan juta rupiah hingga tunjangan yang besar dalam konteks sepak bola nasional, padahal opsi comeback Shin Tae-yong untuk Timnas Indonesia sudah tersedia.

Dalam kondisi finansial yang dituntut dikelola secara ketat dan efisien, keputusan untuk mewujudkan comeback Shin Tae-yong ke Timnas Indonesia dinilai sebagai pilihan yang paling strategis dan hemat bagi PSSI di panggung sepak bola nasional.

baca juga

Alasan kuat kedua yang memperlancar skema comeback Shin Tae-yong memimpin Timnas Indonesia adalah statusnya yang saat ini bebas kontrak, menjadikan proses perekrutan jauh lebih mudah bagi PSSI di tengah pergerakan sepak bola nasional yang dinamis.

Bebas Kontrak dan Lisensi Pro AFC Jadi Kunci

Setelah dipecat oleh Ulsan HD, klub asal Korea Selatan, Shin Tae-yong kini berstatus free agent, memungkinkan PSSI untuk mendatangkannya tanpa perlu mengeluarkan biaya transfer untuk comeback melatih Timnas Indonesia dan kembali meramaikan sepak bola nasional.

Momen langka ini menjadi waktu paling ideal bagi PSSI untuk segera membuka komunikasi dengan Shin Tae-yong, memastikan proses comeback ke Timnas Indonesia dapat berjalan cepat tanpa drama yang menghambat kemajuan sepak bola nasional.

Selain ketersediaannya, Shin Tae-yong juga masih memegang Lisensi Pro AFC yang merupakan persyaratan mutlak bagi seorang pelatih kepala untuk menakhodai tim dalam turnamen sepak bola nasional maupun internasional, sehingga memuluskan jalan PSSI mewujudkan comeback-nya ke Timnas Indonesia.

Selain itu, latar belakang kepelatihan Shin Tae-yong di level Asia dan pemahamannya yang mendalam terhadap karakteristik pemain Timnas Indonesia menjadikannya sosok yang siap pakai tanpa perlu masa transisi yang lama bagi PSSI dalam mengelola sepak bola nasional.

Pemahaman Taktik dan Pemain Jaminan Prestasi

Shin Tae-yong memiliki keunggulan karena sudah sangat memahami kelemahan serta potensi yang dimiliki setiap punggawa Timnas Indonesia, sebuah modal berharga yang mendukung penuh rencana comeback ini, yang mana PSSI sangat butuhkan untuk meningkatkan kualitas sepak bola nasional.

Sang pelatih terbukti sukses membangun kerangka tim yang solid, memimpin Timnas Indonesia menembus putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, sebuah pencapaian yang patut dikenang dalam sejarah sepak bola nasional dan menjadi dorongan kuat bagi PSSI untuk segera merealisasikan comeback-nya.

Di bawah arahan Shin Tae-yong, skuad Garuda juga berhasil mencetak sejarah dengan melangkah ke babak gugur Piala Asia, menegaskan bahwa pengalamannya adalah aset tak ternilai bagi PSSI dalam upaya melanjutkan kejayaan Timnas Indonesia di kancah sepak bola nasional.

Faktor ketiga yang tak kalah penting, dan yang paling menyentuh sisi emosional, adalah hubungan erat antara Shin Tae-yong dengan para pemain dan basis suporter setia Timnas Indonesia, yang secara kolektif menuntut PSSI untuk memfasilitasi comeback-nya demi masa depan sepak bola nasional.

Mayoritas anggota skuad Timnas Indonesia saat ini merupakan talenta-talenta yang dibina dan dikembangkan secara langsung di bawah tangan dingin Shin Tae-yong sejak ia mulai bertugas pada tahun 2020, mempermudah langkah PSSI untuk comeback melanjutkan program sepak bola nasional.

Ikatan Emosional Pemain dan Fan yang Kuat

Dengan adanya ikatan historis ini, proses adaptasi nyaris tidak diperlukan jika Shin Tae-yong benar-benar comeback menakhodai Timnas Indonesia, sebuah keuntungan besar yang dapat dipertimbangkan oleh PSSI dalam memajukan sepak bola nasional.

Dukungan terhadap Shin Tae-yong tidak hanya terasa di ruang ganti pemain Timnas Indonesia, tetapi juga bergaung lantang dari tribun suporter, menunjukkan comeback-nya akan disambut meriah oleh seluruh pecinta sepak bola nasional yang berharap PSSI segera bertindak.

Seruan nama Shin Tae-yong sempat terdengar jelas menggema di stadion-stadion di Australia dan Arab Saudi, membuktikan bahwa popularitasnya sebagai pelatih Timnas Indonesia masih sangat tinggi dan menjadi modal besar bagi PSSI untuk membangun kembali antusiasme sepak bola nasional setelah comeback-nya.

Hasil jajak pendapat yang diadakan oleh Bung Harpa Show menunjukkan dukungan publik yang masif, di mana 65 persen suporter sepak bola nasional sangat mendambakan comeback Shin Tae-yong sebagai nakhoda utama Timnas Indonesia, sebuah suara yang harus didengar oleh PSSI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Klub Besar Pernah Dilatih Louis van Gaal, Jaminan Timnas Indonesia Moncer?

4 Klub Besar Pernah Dilatih Louis van Gaal, Jaminan Timnas Indonesia Moncer?

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 13:57 WIB

Kode Keras Sosok 55 Tahun Pelatih Baru Timnas Indonesia? Ini Bocorannya

Kode Keras Sosok 55 Tahun Pelatih Baru Timnas Indonesia? Ini Bocorannya

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 13:45 WIB

Timur Kapadze Tersanjung Diminta Latih Timnas Indonesia: Sangat Menggembirakan

Timur Kapadze Tersanjung Diminta Latih Timnas Indonesia: Sangat Menggembirakan

Bola | Senin, 20 Oktober 2025 | 13:44 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×