- PSSI rapat hari ini membahas pengganti Patrick Kluivert di kursi pelatih Timnas Indonesia.
- Dua calon menonjol: Jesus Casas (Spanyol) dan Timur Kapadze (Uzbekistan).
- Rapat dipimpin langsung oleh Erick Thohir sebagai Ketua Umum.
Suara.com - Komite Eksekutif (Exco) PSSI dijadwalkan menggelar rapat untuk membahas kursi pelatih kepala Timnas Indonesia pada hari ini, Selasa (21/10/2025).
Langkah ini menjadi tindak lanjut setelah federasi resmi mengakhiri kerja sama dengan Patrick Kluivert pekan lalu.
Kabar soal rapat penting tersebut diungkap oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, yang juga memastikan bahwa keputusan soal siapa pengganti Kluivert belum diputuskan.
“Sudah sama Pak Menteri (Erick Thohir) langsung kan Ketua-nya juga pak Menteri,” kata Taufik kepada awak media.
Menurutnya, rapat Exco baru akan digelar hari ini.
“Belum (diumumkan). Besok (hari ini) baru mau rapat,” ujarnya.
Setelah Kluivert Pergi, Semua Posisi Pelatih Kosong
Keputusan PSSI memecat Patrick Kluivert bukan hanya mengakhiri masa kerja pelatih asal Belanda itu, tapi juga menyapu bersih seluruh stafnya.
Nama-nama seperti Gerald Vanenburg, Frank van Kempen, Alex Pastoor, hingga Denny Landzaat ikut dilepas.
Kontrak mereka sejatinya masih berlaku hingga 2027, namun diputus lebih awal setelah Indonesia gagal menembus Piala Dunia 2026.
Kondisi ini membuat semua level tim nasional — dari senior, U-23, hingga U-20 — kini tanpa pelatih kepala.
Situasi tersebut menjadi alasan utama mengapa PSSI harus segera mengambil keputusan cepat melalui rapat Exco hari ini.
Rumor Pengganti: Jesus Casas dan Timur Kapadze di Radar
Sejak pengumuman pemutusan kontrak Kluivert, spekulasi soal siapa penggantinya langsung merebak.
Dari sekian nama yang muncul, dua sosok asing disebut berada di barisan terdepan: Jesus Casas dari Spanyol dan Timur Kapadze asal Uzbekistan.
Kapadze menjadi perbincangan setelah membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026, pencapaian terbesar dalam sejarah negara itu.
Padahal, ia baru dipercaya menangani tim senior pada Januari 2025, menggantikan Srecko Katanec.
Di tangan pelatih berusia 43 tahun itu, Uzbekistan tampil rapi dan disiplin dalam bertahan, tapi tetap berbahaya di lini depan.
Dalam sepuluh laga babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Uzbekistan mencatat 6 kemenangan, 3 imbang, dan hanya 1 kekalahan, finis di bawah Iran yang menjadi juara grup.
Sebelumnya, Kapadze juga menorehkan prestasi besar di level muda dengan membawa Uzbekistan U-23 lolos ke Olimpiade 2024, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Data Transfermarkt menunjukkan Kapadze telah memimpin tim dalam 158 pertandingan, menghasilkan 66 kemenangan, 44 imbang, dan 48 kekalahan, dengan total 250 gol dicetak dan 166 kebobolan — catatan yang mencerminkan keseimbangan permainan.
Sementara itu, Jesus Casas dikenal sebagai pelatih dengan filosofi khas Spanyol: penguasaan bola, pressing tinggi, dan rotasi dinamis.
Sebelum menjadi pelatih kepala, ia sempat menjadi asisten Luis Enrique di Timnas Spanyol selama empat tahun (2018–2022).
Casas memulai kariernya dari akademi klub kecil di kota kelahirannya, Cadiz, lalu meniti jalan panjang di berbagai klub semi-profesional sebelum dipercaya memimpin Timnas Irak pada Oktober 2022.
Hasilnya cepat terlihat. Di bawah arahannya, Irak menjuarai Piala Teluk Arab ke-25 (2023) dan kembali disegani di level Asia.
Meski akhirnya didepak pada Maret 2025 setelah Irak gagal di Kualifikasi Piala Dunia, statistiknya tetap solid: 30 pertandingan dengan 20 kemenangan, 4 imbang, dan 9 kekalahan — atau rasio kemenangan 66,6%.
Selama periode itu, timnya mencetak 75 gol dan kebobolan 51 kali, menandakan filosofi menyerang agresif yang tetap konsisten diterapkan.