-
Drama terjadi saat tiga pemain Gladbach berebut penalti yang seharusnya diambil oleh Kevin Diks.
-
Tabakovic menyesal merebut tugas Diks setelah gagal mengeksekusi penalti pertama.
-
Diks akhirnya mencetak gol lewat penalti kedua, menjadi pemain Indonesia pertama yang mencetak gol di Liga Jerman.
Suara.com - Di balik kemenangan impresif 3-1 Borussia Borussia Monchengladbach atas FC Koln, Minggu (9/11/2025) dini hari WIB, tersimpan sebuah drama internal di titik putih yang melibatkan bek Timnas Indonesia, Kevin Diks.
Momen tersebut bahkan berujung pada pengakuan penyesalan dari rekan setimnya. Kisah ini dimulai sesaat sebelum turun minum, saat Gladbach mendapatkan hadiah penalti pertama.
Kevin Diks yang merupakan eksekutor utama, harus menyaksikan tiga rekannya, Jannik Engelhardt, Philipp Sander, dan Haris Tabakovic, berebut untuk mengambil bola.
Setelah intervensi kapten, Tabakovic maju sebagai eksekutor, namun tendangannya berhasil digagalkan kiper lawan.
Kegagalan ini ternyata menyisakan rasa sesal bagi Tabakovic. Seusai pertandingan, penyerang asal Bosnia-Herzegovina itu secara terbuka mengakui bahwa ia seharusnya tidak merebut tugas yang menjadi hak Kevin Diks.
"Memang benar Kevin (Diks) yang seharusnya menjadi eksekutor. Tapi saya merasa senang dan sangat ingin membantu tim," ucap Tabakovic dikutip dari Bild.
"Rocco menyemangati saya. Untungnya, saya berhasil mencetak gol pada akhirnya dan saya senang," sambungnya.
Momen penebusan akhirnya tiba di babak kedua. Pada menit ke-61, Gladbach kembali mendapatkan hadiah penalti.
Kali ini, tak ada lagi drama. Kevin Diks maju sebagai eksekutor dan dengan dingin menunaikan tugasnya, mencetak gol perdananya di Liga Jerman sekaligus mengukir sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang melakukannya.
Meskipun sempat geram tugasnya direbut, Diks menunjukkan sikap profesional dan menegaskan bahwa tim tetap solid.
"Saya pikir sayalah yang akan mengambil penalti pertama. Tapi mencetak gol di derby rasanya fantastis. Yang membuat kami istimewa adalah semua orang saling mendukung," kata Diks.
Pelatih Die Folen, Eugen Polanski turut angkat bicara mengenai insiden ini. Ia menegaskan bahwa berdasarkan data, Diks adalah pilihan terbaik untuk mengambil penalti.
"Tentu saja, saya lebih suka jika beberapa pemain mau bertanggung jawab daripada semua orang melalaikan tugas mereka. Tapi menurut statistik, Kevin adalah penembak kami yang paling andal, jadi tentu saja dia harus menembak," pungkas Polanski.