-
Amar Brkic kini menjadi bek kiri andalan Darmstadt U-19 di kompetisi Liga Jerman.
-
Meski berganti posisi Amar tetap produktif dengan mencatatkan tiga assist musim ini.
-
Masa depan internasional Amar Brkic masih terbuka meski pernah membela Timnas Indonesia.
Meski kini lebih banyak beroperasi di area pertahanan kontribusi ofensifnya sama sekali tidak menurun drastis.
Hingga saat ini Amar tercatat sudah mengemas sebanyak tiga assist dari sebelas penampilan yang dilakoninya.
Angka tersebut menjadi bukti valid bahwa ia masih sangat berbahaya saat membantu skema penyerangan tim.
Umpan-umpan akurat dari sisi sayap kini menjadi senjata baru yang ia tawarkan untuk memecah kebuntuan.
Eksplosivitasnya di sisi kiri lapangan memberikan dimensi permainan yang lebih berwarna bagi skuat Darmstadt U-19.
Pemain dengan postur tubuh 170 cm ini tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sangat mementingkan pendidikan.
Kedua orang tua Amar merupakan praktisi kesehatan yang berprofesi sebagai dokter di wilayah Jerman.
Darah Bosnia mengalir dari sang ayah sementara sang ibu merupakan sosok perempuan asal Kebumen.
Ibu Amar juga dikenal aktif dalam organisasi sebagai ketua Cabang Istimewa Muhammadiyah yang berada di Jerman.
Dukungan penuh keluarga menjadi faktor kunci di balik keberhasilan Amar tetap fokus di dunia sepak bola.
Langkah awal Amar di dunia sepak bola dimulai dengan memperkuat beberapa klub lokal di sekitar Frankfurt.
Ia tercatat pernah mengenakan seragam klub Blau-Gelb dan juga memperkuat tim junior Rot-Weiss Frankfurt.
Perjalanan kariernya kemudian berlanjut saat ia memutuskan untuk menimba ilmu di akademi Kickers Offenbach.
Potensi besarnya kemudian dilirik oleh salah satu akademi terbaik di Jerman yaitu klub Hoffenheim.
Amar tercatat menghabiskan waktu selama dua tahun di Hoffenheim mulai dari tahun 2022 hingga 2024.
Bakat luar biasa Amar akhirnya tercium oleh tim kepanduan bakat dari tanah air beberapa waktu lalu.
Walaupun memiliki peluang membela Jerman atau Bosnia ia memantapkan hati memilih seragam merah putih Indonesia.
Kesempatan besar datang saat ia dipanggil masuk ke dalam skuat Timnas Indonesia U-17 pada tahun 2023.
Ia menjadi bagian penting dari sejarah saat Indonesia bertindak sebagai tuan rumah gelaran Piala Dunia U-17.
Pengalaman bertanding di level dunia tersebut semakin mematangkan mentalitas bertandingnya saat kembali ke kompetisi Jerman.
Sepanjang turnamen bergengsi tersebut Amar mendapatkan kesempatan bermain dalam dua pertandingan fase grup yang krusial.
Kehadirannya di lini tengah memberikan variasi serangan bagi skuat Garuda Muda yang kala itu berjuang keras.
Kontribusinya di lapangan hijau mendapat apresiasi tinggi dari para penggemar sepak bola di tanah air.
Seiring dengan bertambahnya usia dan kematangan performanya banyak pihak mulai berspekulasi mengenai masa depan internasionalnya.
Namun hingga saat ini sang pemain dikabarkan belum memberikan keputusan final terkait negara mana yang dibelanya.
Situasi ini wajar mengingat usianya yang masih sangat muda dan potensi besarnya untuk berkembang lagi.
Fokus utamanya saat ini tetaplah memberikan performa terbaik bagi Darmstadt di kompetisi Bundesliga U-19 Jerman.
Publik Indonesia tentu sangat berharap agar Amar tetap konsisten dan terus membawa nama harum bangsa.
Kualitas yang ia tunjukkan saat ini diharapkan bisa membawa timnya meraih prestasi terbaik di akhir musim.
Perjalanan panjang masih membentang di depan mata bagi seorang Amar Rayhan Brkic untuk menjadi bintang dunia.