John Herdman: Persija Jakarta Luar Biasa

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:05 WIB
John Herdman: Persija Jakarta Luar Biasa
Persija Jakarta (IG Persija Jakarta)
baca 10 detik
  • John Herdman mengunjungi latihan Persija untuk memantau langsung perilaku dan karakter pemain Timnas.

  • Sinergi antara pelatih Timnas dan klub domestik menjadi kunci utama dalam analisis pemain.

  • Observasi langsung di lapangan latihan membantu Herdman menilai kualitas liga dan pemain secara akurat.

Suara.com - Gebrakan baru ditunjukkan oleh arsitek strategi Timnas Indonesia asal Inggris yang mulai melakukan pendekatan personal.

John Herdman secara mengejutkan muncul di tengah hiruk-pikuk persiapan teknis skuad Macan Kemayoran di Depok.

Kehadirannya di Persija Jakarta Training Ground pada Selasa kemarin menandai babak baru dalam sistem pemantauan pemain nasional.

Mantan pelatih Kanada tersebut tidak hanya duduk manis di tribun stadion saat pertandingan resmi berlangsung saja.

Langkah ini dianggap sangat tidak biasa bagi seorang pelatih kepala tim nasional di kancah sepak bola.

Di dalam tim Persija sendiri terdapat sederet nama beken yang menjadi tulang punggung pertahanan negara.

Pemain bertahan seperti Rizky Ridho dan Jordi Amat menjadi fokus utama yang terus dipantau perkembangannya.

Tidak ketinggalan Shayne Pattynama yang kini memperkuat armada ibu kota juga masuk dalam radar pengawasan ketat.

Selain pilar senior Persija juga menyimpan permata muda yang sering dipanggil membela tim nasional kelompok umur.

baca juga

Sosok potensial seperti Dony Tri Pamungkas dan Rayhan Hannan menjadi magnet tersendiri bagi penglihatan tajam Herdman.

Keterbukaan manajemen dan tim pelatih Persija Jakarta membuat proses pemantauan bakat ini berjalan sangat lancar sekali.

John Herdman secara terang-terangan melontarkan apresiasi atas keramahan yang ditunjukkan oleh seluruh elemen klub kebanggaan Jakmania.

Interaksi antara pelatih klub dan pelatih tim nasional ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang sangat kuat.

"Saya benar-benar terkesan, sekali lagi, dengan sambutan dari klub. Persija luar biasa hari ini (kemarin). Mereka membuka pintu mereka," kata John Herdman kepada awak media.

Bagi Herdman membangun jembatan komunikasi dengan klub adalah fondasi utama dalam membangun tim nasional yang tangguh.

Dialog terbuka dengan pelatih klub memberikan sudut pandang baru mengenai kondisi fisik dan mental para pemain.

Input dari pelatih lokal sangat membantu Herdman dalam memetakan kebutuhan taktik yang akan diterapkan di masa depan.

"Pelatih mengizinkan kami menonton latihan dan juga sangat terbuka dalam memberikan masukan. Jadi, saya pikir penting untuk membangun hubungan-hubungan ini," jelasnya.

Observasi mendalam ini dilakukan agar tidak ada kesalahan dalam memanggil pemain saat agenda internasional tiba nanti.

Visualisasi performa pemain di lapangan latihan memberikan data yang lebih jujur dibandingkan sekadar statistik di atas kertas.

Misi besar Herdman adalah memahami anatomi sepak bola Indonesia secara menyeluruh melalui kunjungan ke setiap klub.

Ia percaya bahwa kualitas liga lokal mencerminkan kekuatan sebenarnya dari komposisi pemain yang tersedia untuk dipilih.

"Yang terpenting adalah mengambil waktu dan melakukan penilaian serta analisis yang lebih mendalam terhadap liga dan kualitasnya," ujar John Herdman.

Dengan melihat ritme liga secara langsung pelatih berusia 50 tahun itu bisa menyesuaikan standar permainan timnas.

Safari bola yang dilakukan Herdman ini membuktikan dedikasinya yang sangat tinggi sejak ditunjuk sebagai nakhoda Garuda.

Melihat bagaimana seorang pemain bersikap saat tidak ditonton ribuan pasang mata adalah kunci utama evaluasi Herdman.

Disiplin dan etos kerja di sesi latihan harian menjadi tolok ukur penting sebelum mereka mengenakan seragam kebesaran.

"Datang untuk menyaksikan sesi latihan hari ini, melihat bagaimana perilaku mereka, kebiasaan mereka saat berlatih, khususnya para pemain Timnas Indonesia," ia menambahkan.

Menurutnya lingkungan asli di klub adalah tempat terbaik untuk mengenal karakter sejati dari setiap individu pemain.

Tanpa pemahaman terhadap rutinitas di klub pelatih akan sulit mengintegrasikan pemain ke dalam sistem taktik nasional.

"Jadi, saya perlu melihat semuanya. Penting untuk menonton mereka saat bermain dan pada akhirnya ketika Anda mendapat kesempatan untuk melihat mereka di lingkungan mereka," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alur Kepindahan dan Jadwal Tes Medis Maarten Paes di Ajax Amsterdam: Hampir Gabung ke Feyenoord

Alur Kepindahan dan Jadwal Tes Medis Maarten Paes di Ajax Amsterdam: Hampir Gabung ke Feyenoord

Bola | Rabu, 28 Januari 2026 | 11:28 WIB

Intip Latihan Persija Jakarta, John Herdman Beberkan Alasannya

Intip Latihan Persija Jakarta, John Herdman Beberkan Alasannya

Bola | Rabu, 28 Januari 2026 | 11:24 WIB

Dion Markx Join Liga Indonesia, Lini Belakang di AFF Cup Kian Mewah!

Dion Markx Join Liga Indonesia, Lini Belakang di AFF Cup Kian Mewah!

Your Say | Rabu, 28 Januari 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Polresta Bogor Minta Maaf soal Intimidasi Jurnalis, Anggota Polisi Dijatuhi Sanksi

Bekaci | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Sulap Pohon Tua Berbuah dalam 2 Tahun, Klon Kopi Racikan Petani Lampung Resmi Diadopsi Pemerintah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:32 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:23 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Warisan Resep Dapur Ibu

Warisan Resep Dapur Ibu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

×