-
Piala Dunia 2026 terancam kacau akibat konflik geopolitik Amerika Serikat dan Iran belakangan ini.
-
Amukan kartel CJNG di Meksiko mengancam keselamatan penonton di kota tuan rumah Guadalajara.
-
FIFA terus memantau perkembangan keamanan global demi menjamin kelancaran turnamen sepak bola dunia.
Federasi sepak bola dunia atau FIFA menyatakan tidak akan tinggal diam melihat kondisi yang terus berkembang.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pengawasan intensif terhadap isu ini.
“Aku membaca berita pagi ini dengan cara yang sama seperti Anda,“ kata Grafstrom kepada ESPN.
Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri pertemuan tahunan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional di Wales.
FIFA berencana segera memanggil perwakilan dari tiga negara tuan rumah untuk membahas langkah mitigasi keamanan.
Masalah tidak hanya datang dari luar, karena Meksiko pun sedang berhadapan dengan konflik internal yang berdarah.
Kelompok kriminal Jalisco New Generation atau CJNG melakukan aksi kekerasan massal yang meneror warga sipil Meksiko.
Gelombang kemarahan ini meledak setelah pemimpin tertinggi mereka, El Mencho, tewas dalam sebuah operasi militer.
Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho dilaporkan tewas pada hari Minggu (22/2) dalam penyerbuan aparat keamanan.
Kematian sang bos kartel membuat para pengikutnya melakukan serangan brutal sebagai bentuk aksi balas dendam.
Kota Guadalajara yang menjadi salah satu titik penyelenggara empat laga Piala Dunia terkena dampak paling parah.
Kelompok kartel ini nekat melepaskan tembakan secara acak di lokasi publik seperti bandara dan pusat perbelanjaan.
Situasi mencekam ini memaksa FIFA untuk memberikan perhatian khusus pada aspek keselamatan penonton di Meksiko.
Hingga kini, publik masih menunggu kepastian apakah pesta bola terbesar ini tetap aman dilaksanakan sesuai jadwal.