- Timnas Iran dikabarkan mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026 pasca serangan AS-Israel.
- Wacana boikot Iran ini dikaitkan pula dengan kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi mereka.
- Sejarah mencatat beberapa penarikan diri peserta Piala Dunia karena alasan politik dan lainnya.
Suara.com - Timnas Iran dikabarkan mempertimbangkan untuk mundur dari Piala Dunia 2026 menyusul serangan AS-Israel pada Minggu 1 Maret 2026 waktu setempat.
Rumor yang menyebut Iran bakal mundur di Piala Dunia 2026 juga dikaitkan dengan kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Iran sendiri sudah memastikan tiket ke putaran final usai tampil dominan di babak kualifikasi zona Asia. Namun, laporan dari media lokal Iran, adanya wacana boikot sebagai bentuk sikap politik terhadap tuan rumah bersama, Amerika Serikat.
Jika benar terjadi, langkah tersebut akan menjadi preseden besar dalam sejarah Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
![Timnas Iran Pesimis Main di Piala Dunia 2026 usai Serangan AS-Israel, FIFA Masih Pantau Situasi [Dok. IG TeamMelli]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/02/81835-timnas-iran.jpg)
Potensi mundurnya Iran jelas menjadi tantangan serius bagi FIFA.
Hingga kini, belum pernah ada negara yang sudah lolos ke putaran final Piala Dunia lalu memutuskan boikot karena alasan politik.
Meski demikian, sejarah mencatat sejumlah kasus penarikan diri, baik dari fase kualifikasi maupun putaran final, dengan latar belakang politik dan kondisi global.
Uruguay Mundur di Piala Dunia 1934
Uruguay merupakan juara bertahan saat Piala Dunia 1934 digelar di Italia.
Namun mereka menolak ikut serta sebagai bentuk protes karena sejumlah negara Eropa tak hadir di edisi 1930 yang berlangsung di Montevideo.
Hingga kini, 1934 menjadi satu-satunya edisi ketika juara bertahan absen di turnamen berikutnya.
Austria Batal Tampil di 1938
Austria termasuk favorit juara pada 1938. Namun aneksasi oleh Nazi Jerman membuat Austria tak bisa tampil sebagai negara independen.
Beberapa pemain Austria bergabung dengan skuad Jerman, meski bintang mereka, Matthias Sindelar, menolak memperkuat rezim tersebut.
India Mundur di 1950
India sebenarnya lolos ke Piala Dunia 1950 setelah lawan-lawannya mundur di kualifikasi. Namun mereka memutuskan tidak berangkat ke Brasil.
Alasan utamanya bukan larangan bermain tanpa sepatu seperti cerita lama yang beredar, melainkan persoalan biaya perjalanan, persiapan tim, dan masalah internal federasi.
Boikot Afrika di 1966
Piala Dunia 1966 di Inggris berlangsung tanpa wakil Afrika. Negara-negara Afrika memboikot babak kualifikasi karena FIFA hanya menyediakan satu slot gabungan untuk zona Afrika, Asia, dan Oseania.
Chile vs Uni Soviet 1973
Salah satu insiden paling kontroversial terjadi pada playoff antar-konfederasi 1973 antara Chile dan Uni Soviet.
Uni Soviet menolak bertanding di Santiago sebagai bentuk protes terhadap rezim Augusto Pinochet.
Akibatnya, Chile masuk lapangan tanpa lawan dan mencetak gol ke gawang kosong sebelum laga dinyatakan selesai.
Kontributor: Azka Putra